Sekadau Hilir, IGI.OR.ID- Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sekadau terus berupaya menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya kolaborasi tersebut diwujudkan dengan agenda yang digagas oleh SMPN 8 Sekadau Hilir, yaitu In House Training (IHT) Pengenalan Pembelajaran Mendalam. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026 di Laboratorium IPA SMPN 8 Sekadau Hilir, Desa Gonis Tekam Kecamatan Sekadau Hilir. Kegiatan In House Training (IHT) ini sejalan dengan program IGI Sekadau Goes to School yang telah dilaksanakan dalam beberapa kegiatan sejak tahun 2022, baik yang diselenggarakan di sekolah-sekolah maupun komunitas guru.
Kegiatan IHT yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan di SMPN 8 Sekadau Hilir dihadiri oleh Ketua IGI Sekadau, Bapak Fuad Setiadi, S.Pd.,Gr. selaku Ketua IGI Sekadau periode 2026-2031. Dalam kegiatan tersebut, Bapak Fuad Setiadi bertindak sebagai narasumber utama. Adapun materi yang disampaikan adalah pengenalan Pembelajaran Mendalam, mulai dari growth mindset hingga konsep dan kerangka kerja Pembelajaran Mendalam.

Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh peserta dengan aktif dan antusias. Rangkaian kegiatan IHT tersebut tidak hanya penyampaian materi dari narasumber, tetapi lebih diutamakan pada aktivitas peserta, seperti tanya jawab, pemetaan pola pikir dengan kuis, diskusi kelompok menganalisis video, presentasi kelompok, hingga refleksi.
Dalam sesi awal, Bapak Fuad Setiadi yang juga sebagai Pengajar Pembelajaran Mendalam jenjang SMP Kabupaten Sekadau menyampaikan pentingnya pembelajaran mendalam dipahami oleh guru-guru. “Pembelajaran mendalam yang merupakan salah satu program prioritas Kemendikdasmen perlu kita pahami bersama sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia”, ujar Fuad.
Pada sesi pertama materi, peserta diajak untuk melihat data tentang pencapaian murid Indonesia dalam Tes PISA (Programme for International Student Assessment), yang menunjukkan masih cukup rendahnya hasil belajar dan mindset atau pola pikir murid. Dengan fakta tersebut, perlu adanya perubahan pola pikir tetap (fixed mindset) menjadi pola pikir bertumbuh (growth mindset). Guru perlu menguatkan komitmen untuk mengubah pola pikir menjadi bertumbuh agar dapat mendorong murid memiliki pola pikir yang juga bertumbuh. Pada sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menganalisis video dan dilanjutkan presentasi interaktif.

Pada sesi kedua, narasumber menyampaikan konsep dan kerangka pembelajaran mendalam. Dengan banyaknya permasalahan dalam pembelajaran di kelas, pembelajaran mendalam hadir sebagai sebuah pendekatan yang menekankan pada penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Saat ini fokus utama bukan sekadar menghapal konsep materi, melainkan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata melalui pengalaman belajar yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Dalam sesi tanya jawab dan refleksi, peserta juga memberikan tanggapan dan kesan terhadap kegiatan IHT tersebut. “Dengan mengikuti IHT ini saya merasa tercerahkan dan semakin menambah pemahaman terhadap pembelajaran mendalam. Ini adalah bentuk upaya kita bersama agar dapat menghadirkan pembelajaran yang memotivasi dan bermakna untuk murid kita”, kata Bapak Sapto, salah seorang guru di SMPN 8 Sekadau Hilir.

Kegiatan IHT yang diselenggarakan selama tiga jam tersebut diharapkan mampu memberikan pencerahan terhadap pemahaman peserta terhadap pembelajaran mendalam. Di akhir acara, Bu Wilda selaku panitia menyampaikan bahwa agenda IHT Pembelajaran Mendalam ini sangat penting bagi guru-guru di SMPN 8 Sekadau Hilir, sehingga perlu adanya kelanjutan di kesempatan lain agar pemahaman mengenai pembelajaran mendalam semakin meningkat.











