Peringati Hari Down Syndrome Internasional, IGPK-IGI Adakan Festival Anak Berkebutuhan Khusus

0
133

Banjarbaru – Ikatan Guru Pendidikan Khusus (IGPK) IGI menggelar Festival Anak Berkebutuhan Khusus dalam rangka memperingati Hari Down Syndrom Internasional. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 21 Maret 2019 ini digelar di SLB-C Negeri Pembina Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru. Dihadiri anak-anak berkebutuhan khusus, para guru, orang tua siswa serta para alumni ABK yang sudah menamatkan sekolahnya.

Kegiatan dibuka oleh Hj. Ratna Djuwita Rini, Plh kepala SLB Negeri Pembina yang juga menjabat sebagai Pengurus IGI Kota Banjarbaru. Menurut Ratna, kegiatan-kegiatan yang melibatkan Anak Berkebutuhan Khusus seperti ini akan berdampak positif bagi mereka. “ABK bisa menunjukkan keterampilan yang mereka miliki, sehingga harapan kita tidak ada lagi tindakan-tindakan meremehkan dan bullying kepada mereka”, ungkapnya.

Kegiatan berbentuk festival ini digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan. Faizah Abdiah, Ketua IGPK mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan kita masukkan dalam festival ini. Ada lomba mewarna, kemudian unjuk keterampilan yang dimiliki ABK, seperti membuat desain dan menyablon baju kaos. “Pada even ini kita juga mengadakan pelatihan membuat telur asin”, katanya.

“Sengaja kita pilih keterampilan yang ringan-ringan tetapi memiliki nilai jual sebagai usaha, harapannya para ABK ini memiliki kemandirian nantinya”, tambah Faizah.

Dalam kegiatan ini, para siswa ABK langsung bersama-sama diajarkan dan ikut mencoba membuat telur asin. Masing-masing diberi satu telur yang sudah masak, siap diolah menjadi telur asin. Para siswa kemudian membungkusnya dengan bahan yang sudah disediakan panitia. Telur yang sudah diolah tersebut kemudian dibawa pulang masing-masing siswa ke rumah untuk didiamkan beberapa hari.

Azizah, salah seorang ABK mengungkapkan rasa senangnya karena bisa membuat telur asin sendiri. “Alhamdulillah saya dapat satu telur asin, pak”, ungkapnya.

Gusti Surian, Ketua Harian IGI Pusat yang juga berhadir di kegiatan ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa IGI juga mempunyai perhatian serius pada ABK melalui guru-guru Pendidikan Khusus. “IGI membentuk ikatan-ikatan pada tiap mata pelajaran atau satuan-satuan pendidikan yang mempunyai ciri khas dan perbedaan tersendiri. IGPK ini khusus untuk menghimpun guru-guru Pendidikan Khusus. Diharapkan melalui ikatan ini para guru pendidikan khusus bisa bersama-sama saling berbagi dan saling menumbuhkan untuk kemajuan anak didiknya”, papar Gusti Surian.

Rangkaian kegiatan Festival ABK ini kemudian diakhiri dengan Sosialisasi Pemilu 2019 oleh KPU Kota Banjarbaru. Turut serta sebagai penerjemah ke dalam bahasa isyarat, Muhammad Ridho, ABK tunarungu alumni SLB Negeri Pembina yang masih menempuh S1 di ULM Banjarmasin. Pada pemilu 2019 ini Ridho selalu tampil dalam sosialisasi Pemilu di kota Banjarbaru, terutama jika melibatkan audiens dari kalangan disabiltas.

Ref.: Hlm. Foto: AbdiPersadaFM

Comments

comments