Melintasi Aspal Kuning Demi Kenal Sagusavpres Dan Jalur Tol Langit Pendidikan

0
147

Ibu Guru Nikka panggilannya, lengkapnya Nikka Rustiawan seorang guru muda dari SDN 12 Engkurai Kecamatan Pinoh Utara Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Guru kelahiran Magetan 29 tahun silam ini, berbakti dan menetap jauh di pedalaman Kalimantan dan hanya sesekali saja melirik kota kabupaten itupun jika ada urusan yang sangat penting. Mungkin menimba ilmu pengetahuan adalah salah satu urusan penting bagi beliau, sehingga kali ini memastikan dirinya harus ke ibukota kabupaten untuk belajar sesuatu yang menarik baginya.

IGI kab. Melawi merancang sebuah pelatihan seru kali ini, bertempat di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi, besok harinya panitia akan menggelar workshop SAGUSAVPRES yang disandingkan dengan seminar online ala VCT SEAMEO. Hal inilah yang menjadi daya tarik ibu Nikka untuk berpetualang ke ibukota kabupatennya. Iya betul perjalanan berjam-jam dengan menempuh medan berat “si aspal kuning” khas pedalaman Kalimantan sangat layak disebut sebuah petualangan yang menantang. Apalagi bagi seorang ibu guru yang mengendarai kuda besinya seorang diri, menyusuri aspal kuning yang membelah perkebunan kelapa sawit dan diguyur hujan tentunya butuh skill yang hebat, belum lagi membelah sungai untuk menyeberangkan tunggangan kesayangan.Cerita ini tidak akan dipungkiri siapapun karena lumpur becek bukti serunya petualangan ibu guru alumni SM3T ini, ikut sampai ke lokasi kegiatan, seakan-akan memberikan kado ke Dinas Pendidikan.

Petualangan seperti ini bukan hanya ibu guru Nikka yang mengalaminya, sebut saja ibu Rohmah Kabupaten Kapuas Hulu, Ibu Anita dari Kalimantan Utara dan Ibu Elly Yuliana dari Pontianak yang menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari daerahnya ke lokasi kegiatan di kabupaten Melawi. Beliau-beliau ini yang akan memperkenalkan “Jalur Tol Langit” untuk mempercepat kesiapan para pendidik menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0, beliau bertiga dan beberapa alumni VCT SEAMEO akan memperkenalkan manfaat kegiatan VCT kepada pihak dinas dan guru-guru setempat, dengan harapan Kalimantan ke depannya jauh lebih siap menghadapi tantangan era 4.0 tersebut. Disandingkan dengan kanal sagusavpres yang akan melatih guru-guru membuat sebuah karya dalam bentuk video pembelajaran yang menarik dan kekinian bagi peserta didiknya.

Imran Rosyadi sebagai founder sagusavpres, hanya bisa menyapa dan menyemangati peserta melalui grup WA dan webex nantinya. Sangat diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini lebih sering dilaksanakan oleh semua pihak yang berkepentingan, tidak ada lagi yang menghambat guru-guru untuk meningkatkan kompetensinya. Sangat sedih rasanya apabila guru-guru harus menempuh perjalanan yang luar biasa menantang dan melelahkan untuk belajar sesuatu yang mereka minati, tapi di sisi lain masih ada pihak yang menghambat pergerakan guru-guru yang siap berbagi. Dari Makassar Sulawesi Selatan cukup dengan melintasi jalur Tol Langit Pendidikan siap menyapa guru-guru diĀ  Kabupaten Melawi Kalimantan tanpa harus bertemu raga.

Majulah IGI Kabupaten Melawi, sukses untuk kegiatannya, jangan kendor semangat belajar, berbagi dan berkembang bersama.

Ref. Imran R.

Comments

comments

BAGIKAN
Artikulli paraprakIGI MENGHANTARKANKU MENUJU NEGERI TIRAI BAMBU
Guru di Kalimantan Selatan, saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen Bidang Literasi dan Publikasi Karya Guru