IGI Sultra Gelar Seminar Pendidikan

0
161

Mengkaji lebih jauh tentang Pendidikan Abad ke-21 dan Revolusi Industri 4.0 menjadi tema sentral dalam
Seminar Pendidikan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sulawesi Tenggara. Kegiatan sehari ini dilaksanakan pada hari Minggu (27/1/2019) di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Tenggara.

Drs. Idham, M.Si selaku Ketua LPMP Sulawesi Tenggara megungkapkan bahwa ada lembaga maupun
organisasi guru yang terkendala finansial atau dana dalam melakukan sebuah kegiatan. Namun di IGI hal ini terlihat berbeda. Kemandirian dalam upaya peningkatan kompetensi guru dan pembelajaran perlu diapresiasi. Hal ini disampaikan dalam membuka kegiatan seminar bersama para Dewan Pakar
IGI yang juga turut hadir saat itu. Lebih lanjut dikatannya, Fasilitas LPMP dapat digunakan gratis oleh guru.

Menurutnya, memajukan pendidikan tidak bisa hanya satu elemen saja. Untuk membantu hal itu maka telah banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh lembaganya dalam peningkatan komptensi guru, kepala sekolah dan pengawas.

Seiring dengan hal tersebut, Baharuddin, S.Pd.,M.Pd selaku ketua panitia mengukapkan tantangan global yang berimplementasi pada revolusi industri 4.0. Menurutnya, seorang guru harus melakukan perubahan mendasar dalam pembelajaran. Ini sangat penting dalam menyosong perkembangan jaman yang sangat cepat. Lebih lanjut diungkapkan bahwa kegiatan seminar ini bertujuan memberikan sosialisasi dan mendiskusikan sekaligus menyajikan bentuk solusi pembelajaran bagi guru di ruang kelas. Sesuai data yang ada, pesertanya bukan hanya berasal dari Kota Kendari.

Menariknya, paparan pertama kegiatan ini dilakukan melalui telekonfrens. Hal ini disebabkan, Dr. Gatot Hari Priowirjanto selaku Director of SEAMEO masih berada di Bangkok, Thailand. Pemanfaatan fasilitas webex meet menjadikan suasana seminar lebih bervariasi. Beliau banyak menyajikan konsep revolusi industry 4.0 secara global dan dampaknya dalam proses kehidupan dan pendidikan di Indonesia. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Ibu Chairunnisa selaku fasilitator IGI Wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menyampaikan tentang banyaknya kegiatan peningkatan komptensi guru melalui program
SEAMEO. Ungkapan itu mendapatkan respon dari beberapa peserta untuk berinteraksi on line dengan nara sumber.

Usai sesi stirahat siang, dua presenter tampil secara langsung dalam forum. Bentuk pengembangan teknologi melalui literasi digital untuk pembelajaran disajikan oleh Bapak Jainuddin Pagala, ST.,MT. Perkenalan model analisis dan game tersaji dalam peparannya. Daya tarik peserta seminar terlihat dari jumlah pertanyaan yang terlontar siang itu.

Berbagai keinginan pengembangan dan kesempatan berbagi turut mengemuka. Ini sangat beralasan, mengingat kapasitas presenter selaku pengembang teknologi pembelajaran di Lembaga Penjaminan Mutu pendidikan (LPMP) Sulawesi Tenggara. Contoh desain pemanfaatan teknolgi dalam pembelajaran disajikan secara apik oleh Ibu Satrih, S.Pd.,M.S. Bagaimana menyajikan pembelajaran dalam konteks penelitian juga dipaparkan secara singkat. Guru Bahasa Inggris alumni Lehigh University itu beranggapan
bahwa teknologi dapat mempermudah guru dalam mengajar.

Jasmin S.Pd dalam menutup kegiatan seminar berharap, guru selalu mau belajar dan mengejar ketertinggalan dari perkembangan teknologi. Sehubunga dengan hal tersebut, IGI akan mengadakan kegiatan pelatihan pada bulan Februari tahun ini. Topik literasi dan pengembangan teknologi dasar menjadi pilihan untuk membantu guru dalam peningkatan kompetensinya. Ketua IGI Sultra itu menyatakan keinginannya agar pesertanya dapat lebih banyak lagi. Penyebarluasan informasi kegiatan akan dilakukan agar kanal pelatihan dapat dikenal secara luas, ungkapnya. (Shd)

Comments

comments