IGI MAMUJU TENGAH TERPAKSA MENOLAK PESERTA WORKSHOP

0
2768

Setelah menempuh perjalanan hampir 400 KM, berangkat dari Mamasa, Kabupaten di atas awan jam 15.00 Wita menuju Topoyo Mamuju Tengah dengan berganti 3 kendaraan akhirnya tiba tepat adzan subuh berkumandang. Perjalanan ini ternyata butuh waktu 13 jam lebih.
Alhamdulillah, selain tidur di mobil kami masih sempat meluruskan badan di Wisma Bahari Indah Topoyo setelah sholat shubuh.
Pukul 08.15, kawan-kawan Panitia sudah menjemput. Tiba di lokasi, ratusan guru sudah berkumpul di SMPN 1 Budong-Budong, ternyata panitia sedang repot menolak peserta, kapasitas ruangan tak cukup menampung peserta, banyak guru yang turun gunung untuk ikut berlatih.

Teori kerinduan pelatihan dan peningkatan kompetensi guru ternyata berlaku juga di Mamuju Tengah, guru-guru selama ini memang bukan tak mau berlatih, tapi butuh pelatihan yang dapat diterapkan langsung dalam ruang-ruang kelas.

Panitia terpaksa menambah meja di ruang kosong depan

Busdir, S.Pd, MM, Kadis Dikbud Kabupaten Mamuju Tengah tampak serius menikmati presentase saya yang sesekali mengundang tawa guru-guru yang sesungguhnya sedang menertawai diri mereka sendiri karena apa yang saya paparkan adalah realitas yang terjadi dalam dunia pendidikan kita.

Busdir, S.Pd, MM, Kadis Dikbud Kabupaten Mamuju Tengah
“Saya sangat berterima kasih dengan kehadiran IGI di Mamuju Tengah, tolong setelah kegiatan ini, saya minta panitia merekomendasikan apa yang harus dan bisa dilakukan dikbud dan apa yang sebaiknya disinergikan dengan IGI” kata Kadis Dikbud dalam sambutannya.

Yang seru, ternyata IGI Mamuju Tengah ini mampu menyelenggarkan kegiatan yang luar biasa meskipun ternyata mereka belum menyepakati siapa diantara mereka yang jadi ketua IGI daerah. 

Ini harus diapreseasi, betapa tidak, banyak pengurus IGI malah yang belum bikin apa-apa, malah bergaya sebagai ketua IGI tapi sisfonya tak bergerak. Saya salut dengan kawan-kawan guru Mateng ini. Kabarnya setelah kegiatan ini mereka akan berkumpul menentukan siapa pemimpin mereka dan mereka sudah menyampaikan, siapapun dari kami ketua, itu tak masalah. Yang penting buat kami, kami bersama-sama membuat guru-guru Mamuju Tengah jadi maju dan bermutu tinggi.

Guru yang tidak dapat tempat, tak mau pulang, mereka memilih belajar dari luar ruangan
Meskipun melantai dan di ruangan sebelah, mereka tetap serius


Abdul Karim kemudian beraksi melatih guru membuat komik pembelajaran

Topoyo, Mamuju Tengah, 4 Oktober 2016

Muhamamd Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat

Ikatan Guru Indonesia 2016-2021

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here