IGI DIHARAP PERSIAPKAN GURU HADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 “Catatan dari Seminar Nasional Revolusi Industri 4.0”

0
137

Teknologi berkembang sangat pesat. Tak sampai hitungan tahun, sebuah produk teknologi mengalami perubahan yang kadang tak terduga. Seiring dengan itu, lapangan kerja tertentu tergerus. Menghilang, digantikan oleh teknologi, dan muncul lapangan kerja baru yang tak terduga sebelumnya.

Menghadapi fenomena seperti ini, siapkah generasi Indonesia? Mampukah mereka menciptakan lapangan kerja untuk diri dan lingkungannya, ataukah hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri kala otot kalah bersaing dengan otak?

Menyadari perlunya mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi era revolusi Industri di abad 21, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Regional Sulawesi Selatan dan Barat menggelar Seminar Nasional bertajuk Siapkah Guru menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Revolusi Sosial 5.0? Saat ditanya mengapa guru yang menjadi obyek dalam seminar ini, Mira Pasolong, Wakil Ketua Umum PP IGI ini mengatakan bahwa peran guru dalam mempersiapkan anak muda tangguh di era digital sangatlah krusial. Anak sudah terlahir dengan bakat masing-masing dan untuk mengembangkan bakat tersebut, selain orang tua, guru memegang peranan penting. Guru harus menjadi pendorong anak dalam menemukan bakat minat, mengembangkannya dan pada akhirnya bisa menjadi pegangan dalam hidup anak. Hal penting yang harus dilakukan adalah mengubah menanamkan pemahaman pada guru bagaimana perbedaan oendidikan dulu dan di era digital saat ini.

Senada dengan Mira, Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris DP dan Educational Consultant, Ahmad Rizali, yang menjadi narasumber pada seminar yang dihelat Sabtu, 2 Maret 2019 tersebut memaparkan data tentang rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, sekaligus memberikan solusi. Solusi yang dimaksud adalah bahwa generasi milenial harus kreatif ( creative), kritis ( critics), komunikatif (communicative), kolaboratif (collaborative), dan percaya diri (confidence) atau disingkat 5C. Sekali lagi, guru menjadi pilar terdepan mempersiapkan anak didiknya menguasai keterampilang abad 21 tersebut.

Seminar yang dilaksanakan di Aula Tamajarra LPMP Sulawesi Barat ini diikuti oleh lebih kurang 100 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Dalam sambutannya saat membuka acara, Muhammad Idris DP menyampaikan apresiasinya terhadap apa yang dilakukan oleh IGI dan berharap IGI bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencari solusi atas permasalah pendidikan yang ada. Diharapkan ke depan semakin banyak guru yang berminat mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini untuk meningkatakn wawasan dan kompetensi.

Ref./foto: Mira P.

Comments

comments