IGI Ajak Torehkan Sejarah Dengan SAGUSAKU

0
1028

IGI Ajak Torehkan Sejarah Dengan Sagusaku

M.A. Utami Eko Putranti, Pengurus IGI Kabupaten Semarang

Ikut serta dalam TOT Literasi Produktif Berbasis IT di Surabaya pada 6-9 Oktober 2016 merupakan berkah luar biasa buatku. Bagaimana tidak ? Kegiatan selama 4 hari 3 malam memberi suntikan amunisi menulis yang menambah energi untuk mau terus menorehkan sejarah hidupku melalui menulis. Saya anggota baru di IGI, baru dilantik pada April 2016 di Semarang berbarengan dengan kegiatan seminar internasional literasi. Dari Kab. Semarang hanya saya saja dengan pak Amin Mungamar yang notabene sebagai pengurus pusat. Kegiatan pembukaan kegiatan pada hari Kamis, 6 Oktober 2016 . Kegiatan diawali dengan pelantikan pengurus pusat yang dilanjutkan motivasi kepada peserta dari ketua umum dan sekjen IGI yang baru dan pencerahan dari Pak Gatot dari SEAMOLEC.
Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum IGI periode 2016-2020 menjelaskan bahwa IGI akan mengonsentrasikan seluruh aktivitasnya pada upaya pengembangan kompetensi guru salah satunya, fokus pada upaya mendorong guru menjadi guru “pembaca” dan guru “penulis”. Adapun prasayaratnya sebagai berikut (1) memastikan bahwa IGI telah hadir dan aktif di 80% kabupaten/kota di indonesia dan melakukan pelatihan rutin minimal 1 kali per bulan., (2) Penyiapan 150 trainer nasional kompeten dan berdedikasi tinggi., (3) dukungan pemerintah berupa regulasi terhadap “DIKLAT YANG DIAKUI” , (4) Mengawal kesiapan pengurus daerah IGI di daerahnya masing-masing, (5) berkerjasama dengan Brand Samsung dalam hal anggaran untuk memaintenace persiapan, pelatihan dan juga menyediakan honorarium. Ramli menjelaskan bahwa Sisfo itu sangat penting untuk memastikan kehadiran IGI di tiap kabupaten. Hal ini berkaitan dengan program IGI yaitu Gerakan Literasi Produktif Satu Juta Guru Terlatih yang akan dicapai selama 5 tahun. Samsung sebagai mitra melalui dana CSR-nya menganggarkan dana satu milyar untuk IGI pada tahun 2016 untuk kegiatan pelatihan literasi produktif, membangun rumah belajar di Sulawesi dan rencana penyelenggaraan Jambore Nasional IGI di Palangkaraya. Ramli menjelaskan juga bahwa sisa waktu untuk mewujudkan satu juta guru terlatih literasi tinggal 4 tahun 4 bulan. Oleh karena itu pengarus SISFO sangat berarti bagi perkembangan organisasi dan itu artinya juga untuk perkembangan guru yang akan dilatih menjadi guru literasi.
Mampuono, Sekjen IGI memberi pencerahan tentang penggandaan kepemimpinan yang berkiblat pada pahlawan nasional HOS Cokroaminoto ( ternyata tidak hanya Dimas Kanjeng aja yang suka gandakan sesuatu, di IGI ternyata sama..he..he ) Menurutnya, IGI adalah contoh, guru adalah contoh, maka untuk menjadi pemimpin pada masanya, Mampuono mengajak para guru untuk bisa berbicara seperti orator dan menulis seperti wartawan. Dilanjutkan dari ketua harian IGI, Dr. Rusnani yang mengajak kita untuk selalu bermitra dengan pihak lain.
Hari kedua dan ketiga Jumat-Sabtu, 7-8 Oktober 2016 sejumlah 150 peserta dibagi menjadi 6 kanal yaitu kanal pembelajaran komik (Abdul Karim) dan menemu bali tu (Mampuono), kanal aplikasi berbasis android (Elyas dan Abdul Kholid), kanal blog (Amin Mungamar dan Dahli Ahmad), kanal Samsung Knock (Sukari dan Evri), kanal penulisan buku (Slamet Riyanto dan Joko Wahyono), kanal KTI (Abdul Kholik) Peserta diminta memilih salah satu kanal yang akan menjadi brand peserta menjadi pelatih. Sebenarnya saya bingung karena ingin bisa semua, tetapi karena harus memilih maka saya memilih penulisan buku yang memang seperti brand yang saya kirimkan. Semoga selanjutnya bisa bertukar kanal ya…

Foto bersama Peserta Kanal Penulisan Buku
Foto bersama Peserta Kanal Penulisan Buku

Dari kanal yang saya pilih ini ada 20 orang yang ikut yang selanjutnya dengan brand SAGUSAKU, satu guru satu buku. Dua trainer yang menjadi mentor kanal ini adalah Joko Wahyono dan Slamet Riyanto.Trainer yang pertama, Slamet Riyanto, guru yang luar biasa dari SMAN 2 Wonosari. Pak Slamet sudah menerbitkan 172 buku…Wow….ternyata ada juga guru Indonesia yang menakjuban seperti ini Perjalanan hidup pak Slamet dalam menulis sungguh menginspirasi, bagaimana perjuangannya untuk sampai menemukan penerbit yang mau menerima naskahnya. Di sini peserta diminta membuat draf buku yang harus dijadikan buku sebelum 31 Januari 2017. Pak Slamet memberikan tipsnya dengan materi How I Write a Book for a Living sungguh menginspirasi kami. Trainer yang kedua, Bapak Joko Wahyono tak kalah menariknya. Beliau yang juga seorang blogger sudah menerbitkan buku Cara Ampuh Merebut Hati Murid yang sudah cetak sebanyak 25 ribu eksemplar. Sungguh, prestasi yang patut diacungi jempol. Anggota IGI emang hebat-hebat…Saya juga merasa bersyukur karena saya membawa buku karya sendiri yang kemudian dibawa Pak Slamet pada penerbit.. Semoga penerbit tertarik jadi saya bisa mengikuti jejak Pak Slamet..he..he..Semoga.. dan semoga selanjutnya saya juga bisa belajar dari 5 kanal yang lain. Berharap IGI mau memfasilitasi……Terimakasih IGI , Kemdikbud,Samsung, LPMP Jatim atas pengalaman luar biasa ini. IGI keren…..

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here