GADIS KECIL 2 TAHUN 8 BULAN TURUT MENYUKSESKAN TOC IGI KALSEL

0
393

Abrani

Kab. Balangan, Kalimantan Selatan

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas sebagai peserta Training of Coach (TOC) Kurikulum 2013 dan Pembelajaran Berbasis Digital yang diselenggarakan oleh IGI Wilayah Kalimantan Selatan bekerja sama dengan LPMP Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 18 Nopember 2016 sampai 22 Nopember 2016, bertempat di LPMP Provinsi Kalimantan Selatan.

Tulisan ini tidak berbicara tentang panitia yang dengan kebersamaannya telah sukses mengadakan kegiatan TOC IGI Kalsel dan juga tidak berbicara tentang para peserta yang dengan kesungguhannya telah mengikuti kegiatan tersebut dari awal sampai akhir, Tulisan ini tidak pula berbicara tentang para nara sumber yang dengan ketulusan hatinya telah berbagi ilmu dan pengalaman yang sangat berharga.

Tulisan ini mengangkat kisah seorang gadis kecil berusia 2 tahun 8 bulan yang menurut saya ikut berperan dalam suksesnya kegiatan TOC IGI Kalsel, tentu saja dalam kapasitasnya sebagai gadis kecil.

Ketika membaca judul di atas, mungkin para pembaca berkomentar: “Woow…!!!”, “Kereenn…!!!”, “Luarrr biasa…!!!”, “Mantaappp…!!!”, atau dengan ungkapan-ungkapan sejenis yang menyatakan kekagumannya.

Di antaranya mungkin juga ada yang meragukan kebenarannya dengan mengatakan: “Masa, sih…!!!”, “Yang bener, Bro..!!!”. Antara percaya dan tidak, cukup logis memang.

Mereka yang tidak percaya tentu saja berkata dengan nada ketus: “Mana mungkiiiinn…!!!”, “Nggak masuk akal…!!!”, atau dengan kalimat yang sedikit lebih panjang: “Bohong itu, karena gadis yang dimaksud sama sekali tidak ada…!!!, atau dengan kalimat-kalimat lainnya yang mengandung unsur penolakan.

Siapakah gadis kecil itu? Apa gerangan yang dilakukannya hingga dikatakan turut menyukseskan kegiatan TOC IGI Kalsel?

Menjelang tengah hari Jumat, 18 Nopember 2016, ia memulai perjalanan dari Paringin, ibukota Kabupaten Balangan, menuju Kota Banjarbaru dengan menempuh jarak lebih dari 185 km. Perjalanannya kali ini tidak seperti biasanya. Dalam perjalanan ini ia menemani kedua orang tuanya untuk mengikuti kegiatan TOC IGI Kalsel. Sore itu, untuk pertama kalinya ia menjejakkan kaki di lokasi LPMP Prov. Kalimantan Selatan. Ia dengan setia menemani orang tuanya sebelum dititipkan di rumah neneknya, di wilayah Landasan Ulin, Banjarbaru.

Padatnya jadwal TOC mengharuskan gadis kecil itu berpisah dengan kedua orang tuanya yang bolak balik ke lokasi kegiatan. Mereka berangkat pagi-pagi dari rumah neneknya sebelum ia bangun dari tidur dan pulang menjelang tengah malam ketika ia sudah terlelap. Tak ada canda tawa seperti sebelumnya. Gadis kecil itu rela berpisah dengan mereka selama berlangsungnya kegiatan TOC IGI Kalsel.

Ia adalah puteri dari pasangan Abrani dan Rabiah Hasanah. Kedua orang tuanya, yang berasal dari Kabupaten Balangan, adalah peserta Training of Coach (TOC) Kurikulum 2013 dan Pembelajaran Berbasis Digital yang diselenggarakan oleh IGI Wilayah Kalimantan Selatan bekerja sama dengan LPMP Provinsi Kalimantan Selatan.

Atas kesediaan gadis kecil itu untuk pergi bersama dan berpisah, orang tuanya pun dapat mengikuti kegiatan TOC IGI Kalsel dari awal sampai selesai. Akhirnya, bersama tulisan ini saya berharap apapun profesinya nanti, ia akan menjadi salah satu orang besar di antara jutaan anak negeri ini yang dapat memberikan andil dalam memajukan dunia pendidikan.

Dipersembahkan untuk putriku tercinta, Azka Qonita Wafda, wajah masa depan bangsa.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here