Founder Sagusateg IGI, Zulfah Magdalena Raih Penghargaan Anugerah Guru dan Tenaga Pendidikan Berprestasi 2018 dari Kemenag Kalsel.

0
241

Banjarmasin, 03/1/2019. Bersama dengan 10 orang guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya, Zulfah Magdalena menerima Penghargaan Anugerah Guru dan Tenaga Pendidikan Berprestasi 2018. Penyerahan penghargaan ini dilangsungkan pada Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Provinsi Kalimantan selatan di Asrama Haji Banjarbaru, Kamis, 03/01/2019.

Zulfah adalah founder kanal Sagusateg (Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna). Ini adalah kanal pelatihan Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang memberi pelatihan dalam membuat penelitian teknologi tepat guna bagi guru-guru IPA. Guru-guru yang sudah dilatih, diharapkan bisa membimbing anak didiknya untuk membuat teknologi tepat guna di sekolah masing-masing.

Tidak sekedar praktik di sekolah, Zulfah juga telah memperluas kemanfaatan hasil teknologi tepat guna ini pada masyarakat. Melalui Rumah Science, dia telah memberdayakan masyarakat untuk membuat dan menciptakan teknologi tepat guna untuk kehidupan masyarakat di Balangan.

Niat tulus, penuh tanggung jawab dan terus berupaya mengembangkan diri menjadi modal dasar bagi Zulfah Magdalena dalam menjalani profesinya sebagai seorang pendidik. Berkat kegigihan untuk terus berupaya meningkatkan diri, sejumlah prestasi telah diraih guru Pendidikan dan Pengajaran Kimia MAN 2 Paringin ini, dari level kabupaten, provinsi di tingkat Nasional.

Adapun prestasi yang telah diraih diantaranya, Juara 1 Guru MA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2014, Guru Teladan tingkat Kabupaten Balangan Tahun 2015, Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan anggota, meraih penghargaan Adaro CSR Award Tahun 2015 dan Penghargaan Science Education Award tahun 2015 tingkat Nasional, serta berbagai penghargaan lainnya.

Zulfah yang juga duduk di Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia menjadi Ketua Bidang Penelitian dan Teknologi ini terus berbagi dan mendorong guru-guru di Indonesia agar selalu membuat inovasi dan berkreasi. Tujuannya agar pembelajaran di kelas khususnya pada mata pelajaran IPA bisa lebih menyenangkan dan kreatif. Tidak sekedar teori, tetapi juga pembelajaran di kelas akan bernilai lebih jika anak didik mampu menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di tahun 2019 Sagusateg sudah merancang program pelatihan baik berbentuk TOC untuk memperbanyak pelatih Sagusateg, maupun berbagai pelatihan Sagusateg yang langsung dilatihkan kepada guru, ungkap Zulfah.

Ref. Hlm.

Comments

comments