CERITA DARI BUMI MINAHASA

0
797

Manado adalah salah satu ibukota provinsi yang sangat ingin saya kunjungi.Cerita tentang keindahan alamnya terutama Bunaken senantiasa terbayang dalam pikiran,sehingga tidak perlu berpikir lama mengiyakan ajakan ibu Kadis Pendidikan Kota Palangkaraya dan suami dalam kegiatan Dinas di Manado.

Awal realisasi mimpi segera akan dimulai. Kamis pagi,01 September 2016 rombongan kecil kami berangkat dari Palangkaraya ibukotanya Kalimantan Tengah menuju “kota seribu sungai” provinsi tetangga, arah Selatan Kalimantan yang tidak lain adalah Banjarmasin. Kami harus melewati rute itu disebabkan penerbangan dari Palangkaraya sudah penuh . Rute perjalanan selanjutnya harus transit dulu di kota “minyak” Balikpapan, ke arah Timur lagi wilayah pulau Kalimantan. Jadi kalau dari Kalteng ingin ke Sulawesi Utara menggunakan pesawat udara maka harus melewati dua provinsi terlebih dulu karena penerbangan langsung masih belum tersedia.Setelah melalui beberapa jam perjalanan darat dan udara akhirnya mendarat juga di kota impian dan pukul 16.00 WITA sudah dapat beristirahat di hotel.

makan malam bu rusKegembiraan ternyata bertambah lagi karena tepat pukul 19.00 WITA saya di jemput oleh bapak Joko,ibu Youke dan ibu Ola yang mengajak menikmati hidangan makan malam di rumah makan pinggir pantai.Selang beberapa menit kami tiba di sana, datang bergabung ibu bendahara IGI Sulut . Kesempatan itu pak Joko meminta kesediaan saya untuk memberikan pembekalan pada hari Sabtu,03 September berhubung saat itu masih di Manado. Sebelum diantar pulang pukul 22.00 WITA saya diingatkan untuk siap-siap dijemput lagi selanjutnya akan menuju Bunaken.

Cerita tentang Bunaken dengan segala kekayaan alam lautnya memang tidak terbatahkan.Ternyata tidak terasa waktu sampai 5 jam berlalu, begitu terpana melihat eksotiknya pemandangan bawah laut seperti ikan dengan beraneka rupa dan warna bermain-main di antara terumbu karang yang elok sungguh luar biasa indah nian.

Setelah puas menikmati indahnya pemandangan bawah laut, ternyata di pantai sudah menunggu kuliner khas Manado yang selalu bisa dijumpai pada setiap suasana,yaitu pisang goreng , jagung rebus dan sambal roa yang menggoda ditemani kelapa muda asli tanpa campuran. Nikmatnya luar biasa…!

Selesai menikmati semuanya kami segera pulang dan tiba di hotel sudah malam. Setelah mandi saya masih harus menikmati susana malam karena ternyata suami saya dan ibu Kadis sudah menunggu untuk mengajak jalan-jalan sekalian “nongkrong” di pantai yang lain yaitu pantai Malalayang. Kembali lagi ada suguhan keripik pisang dan pisang goreng serta jagung. Tidak lupa kami pesan makanan khas Manado yaitu Mie Cikalang yaitu mie campur ikan Cikalang yang gurih. Tanpa terasa malam hampir pukul 22.00 WITA ,saya usul untuk balik ke hotel supaya istirahat karena besoknya tanggal 3 September memberikan pembekalan bagi pengurus IGI Wilayah dan Kota se-Sulut.

Tanggal 03 September pagi tepat pukul 07.00 WITA ibu Youke dari Minahasa Utara ,satu pengurus IGI Wilayah Sulut sudah menjemput di hotel untuk menuju tempat kegiatan.Pukul 08.00 WITA sampai 10.15 WITA memberikan materi pembekalan.Selesai tugas ,mas Joko, bu Elenora dkk ternyata mengajak menikmati lagi kuliner yang sangat terkenal bubur Manado.Sesudah menikmati makan pagi menjelang siang saya langsung diantar menuju Bukit Kasih untuk bergabung dengan Kadis dan rombongan yang sudah menunggu di sana.

Pukul 11.30 WITA saya diantar 3 Srikandi IGI Sulut yaitu ibu Youke, ibu Olla dan ibu Sulti.Percakapan di perjalanan tambah heboh karena ternyata ibu Olla dan ibu Sulti.satu alumni dengan saya yaitu alumni UNJ.Lama perjalanan dari tempat makan menuju Bukit Kasih ditempuh sekitar 1 jam 15 menit.Tepat pukul 12.45 WITA kami sampai di Bukit Kasih.Kembali saya kagum dengan ide pembuatannya yang mencerminkan toleransi umat beragama.Terasa sekali Bhinneka Tunggal Ikanya di tempat ini.Setelah bergabung dgn rombongan Kadis dan suami,saya dan teman-teman dari Sulut ikut pijat refleksi kaki sambil direndam dgn air belerang yg hangat. Ah, hilang semua rasa lelah. Setelah ngobrol -ngobrol sebentar , 3 Srikandi IGI Sulut mohon pamit. Luar biasa saudara-saudara kita IGI Manado dan Sulut,walaupun mereka baru mengenal IGI setahun yang lalu tapi semangat mereka untuk mengeksiskan IGI di Sulut sangat luar biasa bahkan ibu Elenora minta saya datang lagi tanggal 19 Oktober sebelum acara Samsung untuk mendampingi beliau ketemu CSR beberapa perusahan di sana untuk bisa menjadi mitra. Saya katakan siap , demi kemajuan IGI.

Terima kasih ketua wilayah,ibu Elenora, terima kasih bapak Buce, ketua IGI Manado serta bapak Joko dkk. Tanggal 19 Oktober kita jumpa kembali dan tanggal 20 Oktober Ketum sangat dinanti -nantikan kehadirannya untuk melantik pengurus IGI Sulut.Sukses selalu IGI Sulut ,sukses juga untuk IGI senusantara.Akupun selalu berjanji dalam hatiku kemanapun aku pergi akan berusaha untuk bertemu dengan IGI setempat.

Palangkaraya,06 September 2016
Rusnanie
Ketua Harian IGI Pusat

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here