6 Pesan Anies Baswedan Untuk Tim Fasilitator Psikososial IGI Yang Akan Berangkat ke Jerman

0
218

Bulan September 2018 silam, Kota Palu, Donggal dan Sigi dihantam musibah gempa, tsunami dan likuifaksi. Musibah ini telah memporakporandakan tiga daerah tersebut hingga banyak jatuh korban, kehilangan nyawa dan luka-luka, kehilangan dan kerusakan tempat tinggal, serta hancurnya berbagai sarana prasarana dan fasilitas umum. Kejadian ini telah meninggalkan duka dan kesedihan yang mendalam bagi warga yang selamat. Merespon kejadian ini, Ikatan Guru Indonesia segera membentuk Tim Fasilitator Psikososial yang dimotori oleh Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Tengah. Tim ini bekerja untuk memberikan bantuan, pendampingan dan edukasi khususnya kepada warga sekolah terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi.

Dalam kegiatannya, tim fasilitator psikososial IGI berkolaborasi dengan relawan dari berbagai unsur baik dalam maupun luar negeri. Salah satu relawan yang intens bekerjasama dengan IGI adalah tim relawan “Friends of Waldorf Education – Jerman”. Komunikasi dan kerjasama terus terjalin hingga tim tersebut kembali ke negara asalnya.

Sebagai bentuk apresiasi, tim IGI kemudian mendapatkan undangan khusus dari Friends of Waldorf Education untuk mengikuti konferensi Internasional “Emergency Pedagogy and How to Save Children After Disaster” yang diselenggarakan di Jerman tanggal 20-23 Juni 2019.

Tim Fasilitator Psikososial IGI berjumlah 9 orang, dimotori oleh Ketua Wilayah IGI Sulteng, Farid Bahwarets kemudian berangkat dari Kota Palu pada hari Senin, 17 Juni 2019 menuju Jakarta untuk selanjutnya bertolak ke Jerman. Menunggu waktu boarding, tim pun berkesempatan bertemu dengan Gubernur DKI Anies Baswedan di Pendopo Gubernur Pemprov DKI Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan menyampaikan apresiasinya kepada tim IGI yang secara mandiri terjun langsung memberikan pendampingan kepada korban gempa, tsunami dan likuifasi di Sulteng. Anies juga berpesan kepada tim untuk memanfaatkan konferensi ini sebagai sarana belajar dan membangun jejaring internasional.

Berikut poin-poin yang disampaikan Anies kepada Tim yang akan bertolak ke Jerman;
1. Manfaatkan moment ini untuk belajar dan membangun jejaring internasional
2. Siapkan kartu nama, lakukan komunikasi dengan delegasi lain kemudian bertukar kartu nama, malam hari sapa mereka melalui email atau whatsApp, katakan bahwa kami senang bisa bertemu dengan anda. Sapa mereka 2 atau 3 bulan kemudian agar komunikasi tetap terjalin. Jangan khawatirkan kendala bahasa.
3. Lakukan koordinasi tim setiap pagi, tetapkan target yang harus didapatkan pada hari tersebut.
4. Setiap malam usahakan ada evaluasi untuk melihat sejauh mana capaian yang sudah didapatkan pada hari itu.
5. Simak dengan baik presentasi dari narasumber, siapkan pertanyaan atas materi yg disampaikan.
Prinsipnya, menyimak lbh baik dibanding mencatat.
6. Dokumentasikan semua momen, jadikan itu sebagai bekal untuk dibagikan kepada teman-teman di Indonesia.

Ref./foto: Dahli

 

Comments

comments