Karena Gabung IGI, Guru SMK Ranti Mula Bogor Terbang Ke Bangkok

0
438

Bulan Maret 2016 adalah awal aku ikut pertemuan dengan temen IGI ( Ikatan Guru Indonesia ) Jawa Barat pada Rakor IGI Jawa Barat di SMK Bina Sena. Saat itu mungkin aku satu satunya yang belum daftar IGI karena memang di Kota Bogor saat itu belum ada IGI. Saat sebelum ikut Rakor Jabar, setahuku organisasi guru hanya satu yaitu PGRI. Namun karena ingin maju dan berkembang wawasanku makanya dengan modal nekat aku datang di Rakornas IGI Jabar.

Foto ketika ikut Rakor IGI Jabar

Kegiatan Rakor Jabar salah satu narasumber yang datang adalah Bapak Gatot H yang merupakan direktur SEAMO, salah satu yang aku ingat adalah mengajak guru guru Indonesia ikut pelatihan online. Pelatihan online yang tanpa harus datang ke sebuah lokasi, namun cukup menyediakan kuota dan belajarnya malam hari. Saat itu aku kali kuliah S2 berpikir apa aku bisa ikut ya karrna jadwal yang di berikan bersamaan dengan jadwal kuliahku. Kata bapak sudah ikut saja ikut lihatin dulu. Kembali dengan modal nekat aku ikutan kegiatan online pertamaku di sebuah aplikasi bernama webex.


Pak Gatot Saat Pembentukan IGI Kota Bogor

Inilah awal aku semakin tertarik ikut dalam organisasi IGI, dan satu tantangan lagi saat pak Gatot memberikan tugas membuat IGI di kota bogor dalam waktu 7 hari, kata beliau biar bapak yang mengisi materinya gak usah mikirin transportasiku dan honor ku begitu kata bapak gatot. Berbekal tantangan itu akhirnya aku konsultasikan ke bu rika sekretaris IGI Kab bogor dan pak ridwan ketua IGI kab.bogor untuk membentuk iGI kota Bogor. Singkat cerita terbentuk lah IGI kota Bogor.

Kegiatan Online pertamaku ku ikuti dengan babak belur, karena background aku yang guru akuntansi belajar online ternyata cukup buat pusing, karena belajar terkait dengan teknologi komputer yang dulu aku anggap bukan bagianku yang harus aku pelajari. Tapi kembali dari IGI membuat aku terbuka semuanya. Selesai dari pelatihan online pertama aku di ajak Pak Dadan yang sekarang bekerja di DitPSMK untuk menjadi mentor kegiatan online gelombang ( batch ) 3. Bersama 7 guru lainnya dari penjuru Indonesia. Kami merancang dari merekrut peserta, membuat jadwal, membagi pekerjaan dan lain-lain. Waktu itu durasinya 3 bulan belajarnya seminggu sekali.
Sukses di kegiatan online bach 3, bapak meminta kali memilih lulusan lulusan kegiatan online untuk mau berbagi menjadi mentor kegiatan online batch 4 dan tantangan kali ini untuk 1.000 guru Indonesia. Tak pernah terbayangkan olehku waktu itu bekerjasama dalam tim tapi secara maya, namun berkat kekompakan tim maka semua berjalan dengan baik. Ku awali dari melatih guru guru yang kelak menjadi mentor untuk menjadi hosts, presenter, bagian capture dan memjawab bagian chat di wa. Kegiatan ini aku mulai di bulan puasa 2016, kalau tidak salah. Walau waktu itu ada yang menentang, katanya kan bulan puasa kenapa tidak istirahat saja, tapi aku melihat ini kesempatan melatih mentor mentor baru agar terbiasa di kegiatan online. Walau pun sebenarnya aku gak punya pengalaman tapi dengan modal nekat dan motto IGI Sharing and growing together aku coba berbagi walau masih sedikit. IGI lah yang memaksa aku berani berbagi.

Bersamaan berjalannya batch 4 di kegiatan online, akhirnya aku diberi kepercayaan dengan 3 orang lainnya untuk membuka webex bagi kegiatan kegiatan belajar guru di malam hari. Kepercayaan bapak Gatot yang begitu besar membuat saya sebenarnya takut. Kuatir tidak bisa menjaga amanah ini dengan baik. Bapak selalu bilang percayalah pintu-pintu rejeki akan terbuka jika kita ikhlas berbagi dengan ikhlas dari pintu pintu yang tidak terduga.

Berfoto di SMP 1 Buleleng

Betul saja tidak beberapa lama aku di ajak bapak ke Bali tepatnya di buleleng 5 hari, jujur ini pengalaman naik pesawat pertama bagiku. Aku di beri fasilitas naik garuda Indonesia dan menginap di hotel berbintang, smua ini aku dapat benar-benar karena aku bergabung di IGI smua kesempatan yang tidak pernah aku dapat sebelumnya semua aku dapatkan. Benar-benar Alhamdulillah, aku bisa bergabung di organisasi guru yang memberiku banyak kesempatan.

Kepercayaan yang diberikan pak Gatot akhirnya kami gunakan untuk ajang diskusi guru, kami beri nama SADAR IGI ( Sarasehan dalam Jaringan ), pernah juga di pakai pelatihan Penelitian tindakan kelas, Akuntansi Beraksi dan Maluku belajar, Sidaring. Namun kegiatan yang konsisten berjalan hingga saat ini adalah SADAR IGI yang sudah masuk episode ke 70. Suka duka mengelola SADAR IGI banyak ku rasakan. Sukanya mempunya keluarga baru, temen baru dari seluruh Indonesia. Sedang susahnya itu harus cari narasumber, karena tidak semua orang melek dengan IT. Terus, narasumber di Sadar IGI ini gratis, gak dibayar. Kemudian terkadang narasumber sudah oke, tapi pas hari H yang bersangkutan berhalangan, nah kalau begitu peras keringat kita cari penggantinya, karena Sadar IGI harus tetap jalan.Pokoknya banyak tantangannya deh, terkadang kita share tentang kegiatan SADAR IGI ini di group-group WA komunitas guru, tidak jarang kita diomeli juga, dianggap iklan lah, dianggap mengganggu lah dan sebagainya.

Akhir September, aku menerima undangan untuk berangkat ke markas SEAMEO di Bangkok. Di undangan itu terjadwal dari tanggal 7- 15 Oktober 2018. Bersama pak Khairuddin Budiman (koordinator SADAR Ikatan Guru Indonesia), aku pun bertolak ke Bangkok Thailand. Bersama kami juga ada bu Siti Zulaiha (Jawa Tengah). Kami bertiga memperoleh kehormatan mendapat undangan khusus dari Direktur SEAMEO Gatot Hari Priowirjanto untuk mengikuti berbagai kegiatan langsung dari Bangkok. SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) adalah organisasi perkumpulan Menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang berpusat di Bangkok, Thailand. Kami dundang karena mengelolam SADAR IGI yang dianggap aktif dan konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan bersama guru-guru Indonesia secara online melalui video conference.

Selama di Bangkok, kami dijadwalkan akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti tinjauan langsung pengelolaan kegiatan Sea Creative Camp langsung dari sekretariat SEAMEO. Sea Creative Camp merupakan pelatihan online bagi ratusan guru dan siswa se Asia Tenggara yang menghadirkan aneka pelatihan untuk menjawab tantangan Industri 4.0 bagi dunia pendidikan. Pelatihan Sea Creative Camp meliputi 3D Printing, Applied Robotic, Virtual Reality, Augmented Reality, Smart School, Healthy Canteen, Internet of Things, Fashion Design, Game Development, Urban Agriculture dan Waste Recycling.
Selain itu, mereka akan mengikuti kegiatan WorldDIDAC SEAMEO, yaitu kegiatan International Expo dan Seminar yang menghadirkan para eksekutif pendidikan, pendidik, dosen, pelatih dan profesional pendidikan serta distributor dan penyedia sumber daya kelas dunia di bawah satu platform. Berfokus pada teknologi terbaru, kemitraan, praktik terbaik yang tidak konvensional, dan berbagi kebijakan di antara ASEAN dan dari seluruh dunia, acara ini memposisikan diri sebagai pintu gerbang ke pasar pendidikan di 10 negara ASEAN.Mengakhiri kunjungan Bangkok, mereka akan dibawa berkunjung ke Sekolah Indonesia Luar Negeri di Thailand.

Pada hari pertama, berangkat dari bogor jam 1 pagi menuju bandara soekarno hatta dan pukul 2.30 sampailah di bandara, karena jalanan yang tidak begitu macet. Sampai di bandara sudah menunggu pak Khai yang transit dari Aceh ke Bangkok. Kami masih menunggu Mba Zul yang sudah ada di Jakarta tapi blm tiba. Jam 3 mba zul smpi dan kami bording lanjut ke imigrasi untuk mendapatkan visa. Ternyata Thailand bebas visa selama sebulan. Beres urusan bording masuklah kepemeriksaan terakhir. Ternyata klo keluar negeri agak ketat, Di periksaan terakhir aku di tahan power bank dikarenakan powerbank gak ada tulisan Mah nya dan minyak wangi yg melibihi mililiter katanya.

Jam 6.00 naik lah kami ke pesawat menuju bangkok, Di dalam pesawat ternyata masih harus menulis data buat imigrasi di bangkok, Alhamdulillah kami smpi di bangkok jam 10.00. Di bandara bangkok sdh menunggu pak Kun Koi pegawai seameo. Beliau yg menunjukkan kami tempat untuk urusan imigrasi di bangkok dan tempat mengambil kuota seminggu di bangkok. Urusan di imigrasi bangkok agak lama karena pak Khai tdk dapat kertas isian untuk imigrasi dan kuota pun agak lams urusannya. Sambil menunggu pak Khai membereskan urusannya kami di suruh menunggu di mobil. Jujur kami agak kaget karena kami di jemput dengan mobil dinas pak Gatot mobil mewah mercidez yg kami gunakan. Selesai urusan di bandara kami di bawa ke hotel untuk menginap. Kami menginap di Qui Hotel.

Setelah membersihkan badan kami di bawa ke kantor Seameo, perjalanan pun lancar karena tidak macet. Namun yang membuat kami kagum adalah saat masuk tol mobil tidak pakai e-toll manual tapi langsung keluar dengan membayar elektronik yang dipasangkan alat dimobilnya. Sampai di kantor Seameo kami menunggu sebentar karena pak Gatot sedang meeting. Sebelum pak Gatot datang, Bu Piyapa menjelaskan yg harus kami lalukan selama di seminar di bangkok. Hingga pak Gatot datang, kami pun dibreafing tentang tugas kami selama di bangkok. Jam 3 kami mulai menyicil pekerjaan yg diberikan, Jam 5 sore pulang bersama mas pur. Saat ditanya hotel Kami apa? jawabnya Q hotel kata mas pur deket rumahnya. Sebelum naik kereta atau yg disebut bts. Kami mampir Di mall untuk membeli mangga yang katanya enak. Kami bungkuslah jus manga tersebut. Tapi di bts tenyata tdk boleh membawa minuman, jadi kami pun harus menghabiskan. Setelah minuman habis, barulah boleh naik. Ternyata hanya 3 stasiun Kami turun dan berjalan kaki. Sampai hotel yang ditunjukkan, ternyata kami salah ha ha ha… kacau. Akhir kami pesen taksi online, Grab. Lumayan juga nunggunya. Setelah Grab datang kami diantarkan ke hotel yang kami maksud. Ternyata gak jauh Antara QHotel Dan Qiuhotel. Setelah magrib kami pun mencari makan,  pilihan Kami yg aman adalah Ikan bakar. Oh ya satu hal yg harus di ketahui di Bangkok adalah berjalan di kanan dan setiap jam 8 pagi dan 6 sore dikumandangkan lagu kebangsaan Thailand dan semua aktifitas harus berhenti sejenak, serta kedisiplinan yg lumayan diterapkan.

Besok akan lanjut kegiatan-kegiatan berikutnya…

Demikian ceritaku selama bergabung masuk IGI, masih ragu bergabung dengan IGI? Ayo bergabunglah dengan IGI, akan banyak kompetensi yang akan kita dapatkan.

Bangkok, 9 Oktober 2019

Umi Tira Lestari
Guru SMK Ranti MUla
No Anggota IGI 20160220000001

Comments

comments