Gerakan Literasi Sekolah dengan Metode Menemu baling, Terbukti Menulis Semudah Tersenyum

0
157

Gerakan literasi sekolah dengan motode Menemu baling, Terbukti Menulis Semudah Tersenyum.

Semangat Sahabat Tuli Semangat Kita Bersama.

Minggu 2 September 2018 di gedung Tenggarong informatiob senter, biasa disebut dengan jam Bentong. Diadakan gerakan literasi sekolah atau Gelis yang diadakan oleh SMK Negeri 1 Tenggarong kerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia. Kegiatan ini juga didukung oleh Gerakan literasi Kutai dengan mengangkat tema gerakan literasi sekolah berbasid IT produktif melalui workshop metode menemu baling untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.

Udara di Minggu pagi itu cukup dingin, kareba malamnya diguyur hujan. Tetapi masyarakat Kota Raja tetap bersemangat tumpah ruah turun ke jalan di kawasan CFD.
Kegiatan gerakan literasi sekolah yang diisi dengan menemu baling dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00 waktu Indonesia bagian tengah. Sebagai peserta adalah siswa kelas 12 SMK Negeri 1 Tenggarong sebel 9 rombel ditambah dengan 25 peserta dari tas sahabat tuli yang ada di tata negara. Kegiatan gls ini dilaksanakan di jam Bentong atau gedung tenggarong visitor Center. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars IGI, bacaan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua ikatan guru Indonesia kutai Kartanegara sekaligus menyampaikan overview IGI. Selanjutnya adalah sambutan bapak Kepala Dinas kebudayaan Kutai, di lantai dengan sambutan kepala SMK Negeri 1 Tenggarong sekaligus membuka secara resmi kegiatan gerakan literasi sekolah.

Setelah selesai acara pembukaan dilanjutkan penampilan cari komunitas sahabat tuli dengan meliterasi seluruh peserta dengan bahasa isyarat. Penampilan sahabat memberikan motivasi kepada seluruh peserta karena dengan kekurangan mereka tetapi bersemangat dan penuh percaya diri untuk siapkan kedepannya. Suasana menjadi riang gembira setelah sahabat yang hadir terdiri dan membantu para peserta untuk mengekspresikan alfabet mulai dari a sampai dengan z. Setelah itu perwakilan dari sahabat tuli juga mengajarkan beberapa gerakan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, selamat tinggal, dan gerakan salam. Kehadiran sahabat tuli membuat suasana kegiatan gerakan literasi sekolah menjadi lebih kondusif. Bahkan seluruh sahabat tuli langsung mengambil tempat duduk barisan paling depan. Ini menandakan keseriusan mereka untuk bisa mengikuti kegiatan gerakan literasi sekolah dengan menemu baling. Bahkan kedatangan mereka sampai di tempat kegiatan sekitar pukul 07.15, mereka datang persamaan ini menandakan kekompakan dan solidaritas diantara mereka.

Kegiatan workshop ini agak berbeda kegiatan yang lain atau kegiatan sebelumnya. Kegiatan ini dengan lesehan alias tanpa kursi. Hal ini karena kondisi cuaca yang tidak sahabat. Rencana semula acara akan berlangsung di kawasan taman Kota Raja, tetapi karena pada saat kami persiapan terjadi hujan dan akhirnya Kami memohon izin kepala Dinas Pariwisata ibu Sri Wahyuni dan diperbolehkan menggunakan gedung tenggarong visitor senter atau yang biasa kenal dengan nama jam jam bentong. Yang membedakan pada kegiatan ini langsung di sertai dengan peragaan bahasa cara oleh ketua komunitas sahabat tuli bernama Lina sekaligus sebagai penerjemah bahasa isyarat ke dalam bahasa Indonesia.

Ada kesempatan ini untuk mendukung gerakan literasi sekolah ikatan guru Indonesia menghadirkan kamal menemu baling menulis dengan mulut membaca dengan telinga agar peserta diberikan kemudahan untuk menuliskan ide-ide Cemerlang nya agar dapat dibaca oleh dirinya sendiri dan orang lain. Dalam artian peserta dapat membuat karya yang berbentuk karya kumpulan maupun karya sendiri. Semua peserta bersemangat dan termotivasi ketika pembawa acara menggumumkan bahwa 10 karya terbaik peserta gerakan literasi sekolah satu akan mendapatkan hadiah dan akan diterbitkan oleh penerbit intan Pariwara.

Setelah berlatih mengucapkan huruf huruf vokal A E I O U berkali-kali dalam posisi berdiri, selanjutnya sesudah semuanya kompak dan fasih melafalkan huruf-huruf vokal itu lalu peserta dibuat berkelompok. Setiap kelompok diri dari 10 peserta. Hal ini dilakukan agar proses menginstal langkah-langkah menemu baling dapat berjalan dengan cepat. Pada kegiatan kelompok ini and growing together berbagi dan tumbuh bersama sangat terlihat nyata dari semua peserta.

Pada kegiatan tersebut banyak terjadi kelucuan karena banyak peserta yang tidak memiliki data internet. Akhirnya saya membagikan data 2 Android saya dengan peserta. Ditambah lagi dengan beberapa undangan untuk bisa terbagi data wifi agar kegiatan install menemu dan praktik baling bisa berjalan cepat. Dan tidak memerlukan waktu terlalu lama hanya sekitar 30 sampai 45 menit semua peserta sudah selesai menginstal dan bahkan ada yang berhasil menemu baling. Semua peserta saling berlomba agar bisa melaksanakan proses menemu baling nggak mengedit mengirim dan mendengarkan. Keseruan terjadi setelah berapa peserta berhasil menemu baling langsung di dengarkan beramai-ramai, sekaligus hasil menemu ditayangkan layar. Mereka dengan senang gembira, berteriak kencang,” aku berhasil aku berhasil aku berhasil, aku bisa aku aku bisa menemu baling.” teriakan ini terus bersahut-sahutan ketika peserta lain juga berhasil menemu baling.

Dengan demikian metode menemu baling adalah model sangat mudah revolusioner untuk mendukung gerakan literasi. Dengan menggunakan metode menemu baling menulis menjadi begitu mudah karena kita tidak perlu bolpoin atau di depan laptop atau komputer. Kita hanya memerlukan Android, headset, dan ide yang akan ditulis. Meskipun dalam praktek menemu baling android yang paling mudah digunakan adalah menggunakan samsung secara umum selagi dengan menggunakan samsung Tab A delapan atau samsung Tab A 10. Mohon maaf untuk peserta yang menggunakan Android selain Samsung biasanya terkendala dengan alat yang tersedia. Sehingga waktu menginstal alat menjadi lebih lama, akhirnya berhasil.

Untuk menggunakan metode menemu baling tidak lagi menjadi sesuatu yang eksklusif dan sulit. Tetapi menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga menjadi sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk menuangkan ide-ide yang kita miliki.

Kegiatan gerakan literasi sekolah yang berbasis IT produktif, menjadi tambahnya manfaat android dimiliki peserta. Karena bukan rahasia lagi, kepemilikan Android hanya untuk sosial hanya sebagai gaya hidup. Tapi menemu baling pemanfaatan itu akan menjadi bertambah. Dan ini diakui dan dirasakan oleh semua peserta yang tertuang dalam tulisan hasil menemu baling mereka. Sangat disayangkan jika kepemilikan Android tidak digunakan secara maksimal pemanfaatannya. Sehingga hadirnyakanal menemu baling IGI, merupakan salah satu cara melawan aliterasi buat pengguna aplikasi Android.

Kegiatan gerakan literasi sekolah berbasis IT produktif ini akan dilaksanakan lagi di beberapa tempat. Karena setelah sukses dengan Gelis satu, Ikatan Guru Indonesia Kutai Kartanegara bekerja sama dengan dinas pendidikan, gerakan literasi Kutai, Rumah Budaya Kutai, Kukar kreatif,Kofee Bokatt, Hotel Elty, Batik Buceros, penerbit Intan Pariwara, dan lain- lain sepakat melanjutkan gerakan ini. (saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua yang sudah pendukung kegiatan ini) Pertimbangannya adalah pada azas kemanfaatan yang bisa diperoleh oleh peserta setelah mengikuti kegiatan ini.

Selanjutnya adalah bimbingan online dan pengiriman karya kepada admin panitia yang sudah disampaikan kepada peserta. Selamat menemu baling selamat menikmati kemudahan, selamat membuat karya. Sekarang terbukti bahwa dengan metode menemu baling menulis semudah tersenyum.

Tidak terasa waktu yang ditetapkan sampai pukul 11.00 ternyata dilanggar, karena semua asik dan semangat menemu baling tidak terasa kita sudah berada pukul15.00. Selanjutnya Adalah sesi foto, yang dibagi menjadi lima kelompok besar. Selanjutnya kegiatan literasi sekolah dengan metode menemu baling, dengan pelatih national IGI Suparno Ghopar. Akhirnya kegiatan ditutup dengan bacaan Hamdalah bersama-sama dan penyampaian beberapa pengumuman.

Ditulis dari kawasan Jam Bentong, 2 September 2018

# ikatanGuruIndonesia
#salamLiterasi
#salamMenemuBaling
#gerakanLiterasiSekolah
#orangLiteratMenemuBaling

Comments

comments