Sudah Zamannya Aku Bersama Guru-Guru Hebat IGI

0
747

Fahri S.Pd Ing
Alumni TOT Angkatan ke-2 DKI Jakarta
(SD Daar el Salam, Gunungputri, Bogor, Jawa Barat)

Lama berselencar diberbagai media elektronik dengan bantuan mbak maya guna mencari dan menambah khasanah keilmuan di dunia pendidikan khususnya dan ilmu-ilmu lain pada umumnya membuatku tak patah semangat. Langkah ini kuambil demi membekali diri untuk membangun motivasi belajar bagi diri pribadi dan sekaligus sebagai amunisi dalam kegiatan belajar mengajar yang harus dipersiapkan untuk generasi masa depan yang cemerlang.

Waktu terus berputar tak pernah henti, mulai terbayang dilintas pikiranku ibarat jam dinding yang jarum pendeknya berputar menunjukkan arah jam, jarum panjangnya mengisyaratkan menit dan satu jarumnya lagi menginformasikan detiknya. Sungguh luar biasa benda ini, begitu semangatnya. Teringat sebuah pertanyaan seorang murid kepada imam besar di zamannya. Pertanyaannya seperti ini; Sampai kapan engkau mau berhenti belajar wahai sang imam? Sang imampun menjawab “ sampai langkah kakiku ini berpijak didalam pintu surga-Nya,  Kalimat yang mulia sebagai spirit power terus memacu semangatku untuk mencari dan terus berbekal.

Tidak pernah terbayangkan, cerita imam besar dizamannya saja yang tentunya belum ada fasilitas teknologi yang modern punya semangat belajar dan berbagi kepada setiap insan manusia seperti itu, maka  bagaimana dengan kita? Harusnya kita semakin termotivasi sebagai seorang guru yang harus terus mau belajar, menggali, memacu dan mengembangkan kompetensi untuk belajar apalagi di era yang semuanya tinggal tekan tombol (digital era) akan tersharing hingga pelosok penjuru dunia, inilah zamannya.

Kembali ke zamannya, perjalananku untuk terus mencari dan berkelana bersama mbak maya dan uncle google akhirnya kutemukan. Aku tak tahu awalnya gimana disaat lagi berselancar di dunia cyber, tiba-tiba dilayar mesin search monitorku tertulis literasi IGI. Mulailah aku klik tulisan iginya dan web igi tampil, aku coba klik satu persatu info di dalam web-igi dan aku baca dengan baik nan perlahan. Namun disaat aku ingin melihat salah satu info ada perintah yang muncul kalau info ini hanya bisa diakses bagi anggota igi saja. Rasa penasaran mulai menyelimuti, hari demi hari berlalu, terus kubaca berita yang ada di website igi disaat itu. Sungguh menarik dan luar biasa isinya dan pada akhirnya aku putuskan untuk mendaftarkan diri untuk menjadi anggota igi.

Setelah menjadi anggota IGI akupun semakin terpacu untuk mencari pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan igi baik melalui seminar, workshop ataupun belajar secara online seperti; animasi drawing, sagusablog, komik pembelajar dan lainnya. Semangat terus bergelora seperti api yang baru saja dinyalakan membara, bergejolak dan terus membesar ke udara. Akupun berkata dalam hati aku harus bisa…….. Dua bulan berlalu sejak menjadi anggota IGI, akhirnya kutemukan satu moment tepat yang sempat aku baca di website igi mengenai TOC angkatan ke-2 yang hanya diadakan di 12 Provinsi. Akupun terinspirasi untuk berinisiatif mencari info bagaimana cara bisa bergabung dalam pelatihan tersebut, singkat cerita dari 12 provinsi pelatihan TOC, aku mencoba ikut bergabung bersama guru-guru hebat (para Trainer) di DKI, Alhamdulillah akupun ikut berpartisipasi dalam pelatihan TOC-DKI 2425, rasa gembira membawaku hanyut dengan sangat bagaimana tidak ? Bergabung dengan Guru-guru hebat dari beberapa provinsi; Sulawesi, Sumatera, Banten, Jawa Barat dan provinsi lainnya dibawah komando para Trainer handal DKI Jakarta. Pak Danang, Pak Ali, Pak Adan, Bu NurAzijah, Bu Rahma dan lainnya.

Tak terasa seminggu berlalu dari TOT DKI Jakarta yang dilaksanakan selama 2 hari mulai dari 24 dan berakhir 25 Desember 2016. Suatu akhir yang mengesankan diakhir tahun 2016 menuju 2017, lho mengesankan bagaimana maksudnya pak. Ya pastilah punya kesan tersendiri bayangkan coba disaat para guru-guru yang sudah siap-siap berkemas untuk menikmati liburan bersama keluarga kita masih saja berjibaku dengan belajar terus luar biasakan !!!, inilah zamannya (Never Give Up Studying) or (A long life education).

Kehadiran TOT 2 DKI Jakarta bagi saya pribadi memberikan pengalaman dan pembelajaran yang penuh makna, berangkat setelah shubuh guna tujuan biar hadir tepat waktu ternyata meleset dari dugaan biasa Jakarta penuh dan padat dengan kendaraan pergi shubuh, pagi, siang sama saja macet…… Pelaksanaan TOT literasi berbasis IT angkatan ke-2 yang berlokasi di Balai Diklat Keagamaan Jakarta, Jl. Rawa Kuning No 5 Pulo Gebang, Jakarta Timur  ITC oleh  DKI merupakan salah satu gerakan dan aksi  untuk membangunkan guru-guru Indonesia yang masih tertidur nyenyak seolah-olah tidak mau peduli kalau-kalau negeri yang kita cintai ini masih jauh tertinggal dengan negara-negara lainnya. Maka dari itu, TOT literasi berbasis IT bergerak guna melahirkan guru-guru yang hebat dalam membangun dan mempersiapkan trainer-trainer yang handal sesuai kompetensinya masing-masing dengan memanfaatkan media teknologi sebagai media belajar yang ada pada zaman ini.

Pelatihan TOT angkatan ke-2 ini dihadiri oleh 50 orang lebih peserta dari berbagai latar pendidikan yang berbeda-beda ada yang dari jenjang SD,SMP, SMA dan SMK bahkan kalau tidak salah ada juga dari bagian tata usaha semuanya berkumpul untuk belajar. Tidak hanya itu pelaksanaan kegiatan ini juga dihadiri oleh guru-guru dari berbagai wilayah provinsi di Indonesia. Sunggu hal ini luar biasa bagi para panitia khususnya dan bagi kami para peserta yang masih ada di wilayah JABODETABEK pada umumnya karena bisa berjumpa langsung dengan mereka. So apa saja yang bisa diliput selama kegiatan TOT literasi berbasis IT angkatan ke-2 yang diadakan di DKI berikut pemaparannya.

Pelaksanaan kegiatan di hari pertama tepatnya hari sabtu pukul 08.30 sudah terlihat sangat have fun dan enjoy serta penuh antusias dari para panitia, di buka langsung oleh ketua panitia di dampingin para trainer DKI yang juga ikut terlibat sebagai panitia. Kegiatan yang begitu memacu dan menambah minat stimulan wawasan seperti materi pengantar awal kegiatan yang disampaikan langsung oleh salah satu Pembina IGI Bapak Sururi Aziz dengan materi literasi dulu-kini dan nanti, materi yang tanpa aku sadari telah merefresh kembali ingatanku akan luar biasanya proses peradaban ilmu pengetahuan dari zaman ke zaman. Penyampaian yang sangat interaktif dan bervariasi oleh beliau menjadikan para peserta tidak merasa bosan dan ngantuk, beliau ini menggambarkan bagaimana langkah-langkah kita membangun bisa di jadikan referensi untuk dimafaatkan oleh orang banyak kalau tidak salah seperti ini alurnya  ide/gagasan-bacaan-referensi-literasi public.  Materi yang cukup menginspirasi dalam langkah awal kegiatan hari itu.

Memasuki sesi kedua yang harusnya disampaikan dengan ice breaking oleh Pak Widadi M.Pd berhubung karena beliau masih belum berada di lokasi kegiatan, akhirnya acara di reschedule oleh panitia. Di sela menanti materi, ternyata panitia memberikan surprise dengan kehadiran bapak Ketua Umum IGI Muhammmad Ramli Rahim (MRR) yang menyempatkan diri untuk hadir pada kegiatan ini. Pesertapun gembira menyambut kedatangan beliau, namun sebelum beliau menyampaikan pemaparan tentang IGI peserta diberikan waktu untuk break time dulu mengingat bapak Ketum juga baru tiba dilokasi. Tepat pada pukul 10.45 pak Ketum yang akrab juga disapa dengan Daeng Ramli menyampaikan beberapa pemaparan yang jelas, tegas dan lugas tentang bagaimana TOT angkatan ke-2 ini digelar, beliau juga mengatakan dimanakah layaknya guru-guru igi itu menempatkan diri setelah mengikuti pelatihan ini dan yang paling menarik lagi dari penuturan beliau yaitu IGI harus maju terus walaupun tanpa APBN dan APBD. Dalam informasi yang diberikan dalam pelatihan Daeng Ramli juga menyampaikan kalau pelatihan ini dari TOT harus mampu melahirkan tidak terbatas pada trainer saja akan tetapi harus bisa menembus taraf pada Coach yang dikenal dengan TOC yang akhirnya pengembangan motto sharing dan growing together bisa disampaikan kepada para guru-guru di pelosok daerah. Selain itu, sebagai peserta TOT ada titik point yang harus saya bawa pulang dan aku sharing bersama-sama rekan-rekan guru ditempat mengajar dari penjelasan detail beliau yaitu:

  1. Guru hebat, tetapi tidak mau dan tidak memilik kemampuan berbagi.
  2. Guru tidak hebat, tetapi mau berbagi.
  3. Guru tidak hebat dan tidak mau berbagi.
  4. Guru hebat, guru berprestasi dan memiliki kemampuan berbagi yang sangat tinggi.

Dari ke-4 tipe guru yang dipaparkan beliau guru-guru IGI harus berada di posisi tipe yang keempat sesuai dengan rasa tanggung jawab jika ingin menjadi trainer apalagi sejajar dengan coach. Tidak ada rasa lelah yang terlihat dari pemaparan beliau, semua yang beliau sampaikan dan uraikan sangat jelas dan terang laksana kemilau mutiara timur. Maju terus pendidikan Indoonesia dari polesan tangan yang terampil guru-guru hebat IGI dan kurang 15 menit sebelum ishoma sesi inipun berakhir. Terima kasih pak Ketum untuk insipirasi dan motivasinya. The best Inovation For us.

Jam menunjukkan pukul 13.10 tepat, peserta kembali ke ruang untuk menerima salah satu materi pokok dari literasi berbasis IT pada sesi ini akan dipaparkan tentang materi pengenalan fitur S-note pada tab galaxy A8 yang merupakan salah satu produk yang dihandalkan untuk membantu para guru berinovasi didepan kelas bersama para peserta didiknya dan berbagi dengan para guru setelah selesai pelatihan nantinya. Point of view dari applikasi S-note ini disampaikan oleh Ibu Nur Azijah yang juga salah satu trainer lulusan angkatan pertama TOT yang diselenggarakan di Surabaya. Luar biasa hebat ibu coach ini, didepan guru-guru beliau piawai memaikan applikasi S-Note mulai dari fungsi fitur-fiturnya, cara memanfaatkannya dan apa saja yang bisa dihasilkan oleh seorang guru dalam menggunakan applikasi ini. Implementasi yang disampaikan memancing para peserta semakin antusias untuk lebih banyak mengali informasi mengenai applikasi ini kepada beliau tidak ada rasa lelah, ngantuk apalagi bete karena semuanya saling share tidak hanya satu arah akan tetapi semua lini dimanfaatkan oleh para peserta TOT DKI luar biasa hebatnya. Waktu tak terasa, berganti dan berputar begitu cepatnya beranjak dari satu materi ke materi lainnya hingga adzan maghrib berkumandang bertanda kegiatan harus segera dihentikan sementara waktu.

Malampun menghampiri, materi sagusanov menjadi pembahasan selanjutnya dimalam hari, materi ini disampaikan langsung oleh pak syarifudin yang juga salah satu coach lulusan TOT angkatan ke-1 Surabaya. Materinya diberikan kepada para peserta berupa modul yang telah terangkum dalam satu folder yang selanjutnya dapat dikembangkan oleh para peserta nantinya. Sagusanov juga salah satu kanal yang banyak peminatnya tidak hanya dapat dipelajari secara langsung akan tetapi dalam system pembelajaran online juga tersedia, cukup dengan bergabung ke grup telegram yang dihandle langsung oleh master sagusanov Pak Kholiq. Di sesi terakhir hari pertama materi disampaikan oleh Pak Iwan, beliau adalah Ketua IGI Wilayah DKI Jakarta, judul materinya sangat menarik Literasi, Komunikasi dan Kepemimpinan. Beliau memaparkan metrinya dengan sangat lugas, jelas dikolaborasikan dengan diksi dan gresture yang dahsyat dan mengagumkan seolah-olah menghipnotis wajah dan tatapan mata para peserta untuk terus bercahaya dan terang laksana bohlan Philip terang terus. Malam semakin larut, tepat pukul 22.30 kegiatan hari pertama selesai dan peserta dipersilakan untuk memanfaatkan waktu istirahat guna persiapan kegiatan di hari esok.

Alhamdulillah, adzan shubuh terdengar dari para muadzin masjid di sekitar lokasi kegiatan, pertanda waktu sholat telah masuk dan hari telah berganti. Segera bangun dan bergegas menuju ke masjid tempat kegiatan. Kupersembahkan doa kepada sang pencipta Allah subhanahu wa ta’ala sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan dan nikmat yang diberikan kepada hamba yang fakir ini, kesempatan untuk masih bisa merasakan hidup di dunia ini untuk berbekal sebanyak-banyak dan bersiap suatu kelak akan diperhitungkan dari nikmat yang telah diberikan.

Hari Ahad bertepatan dengan tanggal 25 Desember 2016 adalah hari kedua dari pelaksanaan TOT literasi berbasis IT  DKI Jakarta. Kegiatan mulai pukul 07.00 pagi, aku bersama dengan teman sekamar pak Yino bersiap-siap menerima materi di hari kedua. Kami pun berangkat meninggalkan kamar dalam keadaan berseragam rapi dan bersama menuju ruang sarapan untuk mengisi perut yang masih kosong dan berharap semoga menjadi pemicu kerja otak untuk lebih aktif dan kreatif dalam menyerap materi pelatihan. Terlihat masih sepi saat itu, mulai kuambil piring, sendok dan segelas air hangat. Mulailah piring putih bening kuisikan dengan nasi uduk makanan khas betawi dilengkapi dengan telur bulat rasanya lezat dan nikmat sekali. Waktu menunjukkan kurang 15 menit jam 7 itu berarti acara segera dimulai, bergegas melangkah menuju ruang kegiatan untuk mengambil dan menerima bekal yang akan disampaikan oleh para trainer.

                        

Materi pertama di hari kedua yakni pembahasan pembagian kanal-kanal yang diminati para peserta untuk dikembangkan seusai pelatihan. Sagusaku (Satu guru satu buku) menjadi kanal pertama yang dibahas oleh Pak Ali, beliau merupakan salah satu penulis yang telah banyak menghasilkan karya berupa jurnal, buletin, majalah, buku-buku pelajaran dan lainnya. Judul materinya sangat menarik yaitu Menulis itu Mudah, beliau menjelaskan dengan sangat runtun tentang langkah-langkah persiapan menulis, membuat outline dan tips dan trik biar mampu menulis mulai dari hal yang sederhana hingga menjadi karya yang popular (best seller). Materi keduanya dilanjutkan dengan penjelasan kanal menemu baling oleh ibu Yully, ternyata materi ini agak sedikit rumit juga awalnnya tapi menurut beliau semakin sering latihan akan semakin mudah memulai untuk menggunakan metode baling dengan perangkat applikasi teknologi.  Setelah materi menemu baling selesai, dilanjutkan lagi dengan sesi sagusamic (satu guru satu comic) oleh Bapak Badrun. Penyaji materinya cukup bagus, beliau menyarankan peserta untuk menggunakan Comicstrip Pro untuk memulai pembelajaran ini, peserta dijelaskan mulai bagaiamana langkah awal hingga tahap akhir dari pemanfaatan media comic ini sebagai salah satu media belajar peserta didik nantinya disekolah. Hal ini diberikan untuk memberikan inovasi belajar baru di depan kelas dengan menjadikan peserta didik sebagai objek langsung dalam proses KBM seperti yang Pak Badrun contohkan kepada para peserta pelatihan dengan menjadikan para peserta sebagai tokoh dalam demonstrasi pembelajaran di pelatihan pada sesi materi yang beliau bawakan. Inovasinya menarik, lucu dan membuat para peserta saling tertawa satu sama lain.  

                        

Pukul 12.00 tepat, ini pertanda 4 jam lagi sesi pelatihan akan berakhir, namun tak satupun diantara kami yang kelihatan ingin berpisah serasa pelatihan akan terus berlanjut sama seperti di hari pertama. Setelah Ishoma, peserta bergegas kembali ke ruang untuk mengikuti pelatihan materi video conference (Vicon) oleh Bu Nenny. Vicon juga bagian materi yang menarik karena bisa langsung bertatap muka dengan host dan narasumber, Bu Nenny mengimplementasikan program vicon ini melalui webex yang biasa sering saya ikuti di saat ada waktu luang di sekolah atau di rumah. Beliau mengilir beberapa peserta untuk menjadi host dalam pembelajaran melalui jaringan. Pada akhirnya tepat pukul 14.15 menit sesi vicon selesai dan ini berarti kanal sagusablog sebagai materi terakhir dalam kegiatan ini menjadi penutup pelatihan TOT literasi berbasis IT.  Penyaji materi Sagasablog ini disampaikan langsung oleh Pak Danang Hidayatullah, beliaupun memberikan penjelasan kepada para peserta pelatihan tentang cara membuat blog dan mengelolah blog dengan baik dan bijak bahkan bisa menjadi pekerjaan sampingan dalam menambah penghasilan. Blogger.com menjadi platform yang dibawakan beliau untuk membimbing peserta dalam menghasilkan karya atau gambar dalam bentuk tulisan yang nantinya bisa dipublikasikan kedalam dunia maya. Penyaji materinya sangat bagus dan mudah untuk diserap oleh para peserta, seluruh peserta ternyata masih sangat semangat untuk mengikuti materi sagusablog ini, namun apa daya waktu pelatihan sagusablog telah berakhir tepat pukul 16.00 sesuai jadwal.

Satu jam persiapan menuju penutupan kegiatan, beberapa peserta diminta tampil untuk sharing produk yang telah dikuasai selama mengikuti pelatihan kepada peserta lainnya. Luar biasa semangat keberanian dari para peserta untuk tampil walaupun hanya sesaat, namun paling tidak saya bisa mengambil pelajaran yang berharga dari mereka bahwa waktu yang sedikit bukan rintangan untuk belajar dan berkarya melalui literasi berbasis IT. Dari depan sana terdengar suara riang gembira dikolaborasikan dengan rangkaian kata yang indah dan demonstrasi melalui tokoh seorang guru, ulama, orang dermawan dan pengusaha dari Pak Widadi sang tokoh ice breaking yang disetiap sela waktu memecahkan suasana keheningan dan keseriusan saat belajar dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki beliau tanpa mengenal waktu selalu tetap menjadi innovator pembaharuan dalam pelatihan kali ini. Sedih bercampur gembira terlihat dari wajah para peserta yang tak mengenal lelah dan pantang menyerah disaat doa dan ucapan dari para panitia terucap, yang pada akhirnya mengantarkan kegiatan ditutup dengan saling bersalam-salaman sebagai bentuk persaudaraan tali silaturahmi yang terus akan terjalin walaupun jauh disana yang dirangkaikan dengan pembagian sertifikat pelatihan TOT literasi berbasis IT angkatan ke-2 DKI Jakarta serta foto bersama.

Terima kasih untuk para panitia sekaligus trainer atas bimbingan dan ilmunya yang tak bisa kami balas dengan apapun, semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas dengan yang lebih baik. Ucapan terima kasih pula untuk para guru-guru hebat Indonesia atas kebersamaan untuk saling berbagi dan tumbuh bersama dalam memajukan pendidikan Indonesia (Sharing and Growing Together)

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here