SEBUTIR DEBU DI TOT LITERASI                     PRODUKTIF IGI

0
653


Sebutir Debu di ToT Literasi Produktif IGI.
(Gelora  ToT Literasi Produktif Berbasis IT ikut membakar semangat saya yang bukan ‘guru’).
Jika siapa pun membaca judul di atas, akankah menganggap bahwa IGI kecolongan telah melibatkan bukan ‘guru’ menjadi bagian dari ToT perdananya yang mengusung Literasi Produktif Berbasis IT? Semoga konfirmasi jawabannya diperoleh, setidaknya atas penjelasan saya sedikit dibagian awal tulisan ini.

Saya tak dapat memungkiri bahwa hati nurani sebagai pendidik yang mengalir dalam tubuh ini, terlanjur ‘tak bisa pindah ke lain hati’ setelah mengetahui adanya Klub Guru Indonesia (KGI). Seiring berjalannya waktu menjadi Ikatan Guru Indonesia (IGI) dengan seluruh dinamikanya, membuat saya semakin meyakinkan diri bahwa amanah saya di ‘rumah’ ini . Keseharian saya yang banyak beririsan dengan dinamika guru menantang saya untuk melihat dan ikut berada dalam ‘gerbong’ profesi guru khususnya di Indonesia, agar salah satu tanggung jawab saya ikut membentuk generasi muda berkarakter juga memahami seperti apa guru-guru Indonesia yang ternyata luar biasa.

Ketika gaung literasi mulai menggeliat,  diberbagai cabang serta wilayah IGI aktif melakukan workshop serta seminar,  rasanya saya sangat ingin mengikutinya semua dan menjadi pencatat fenomena untuk diteruskan pada generasi penerus bahwa guru-guru Indonesia yang tergabung dalam IGI benar-benar menakjubkan. Apalagi setelah saya mengetahui filosofi IGI adalah tempat guru yang pintar dan mau berbagi bersama guru yang ‘mungkin belum pintar namun’ selalu terus mau belajar. Jika saya  yang merasa mau belajar walau bukan guru sesungguhnya (karena undang-undang keprofesian sama menyatu dengan profesi guru) saya ada bersama di IGI. Singkat cerita, saya menjadi bagian dari IGI dan dipercaya oleh teman-teman guru hebat sebagai salah satu pengurus wilayah. Periode sosialisasi ToT hingga pematangan calon peserta dari wilayah, membuat saya harus berbesar hati bahwa mereka yang disiapkan adalah guru yang sesungguhnya.  Namun ketika diumumkannya ada peluang peserta dengan status mandiri, maka saya mencoba berdiskusi dengan teman-teman PW, lalu meminta arahan PP dan Alhamdulillah saya menjadi bagian dari ToT yang luar biasa ini.

Gelora dan semangat ToT sangat saya rasakan begitu grup di telegram terbentuk. Semua peserta dan panitia pelaksana menyatu bahkan dengan profil Ketum IGI yang begitu luar biasa menebarkan semangat juang yang tiada henti. Banyak keunikan yang menjadikan kekayaan pengalaman sejak saya mengikuti dinamika menejemen IGI, dan mungkin hanya ada di ‘rumah’ IGI. Berlanjut pada nuansa penjemputan peserta ToT di bandara Juanda Surabaya, sampai di lokasi kegiatan dan sekaligus penginapan yaitu LPMP Jatim dan sampailah pada momen kegiatan. ToT ini memang luar biasa. Malam merangkak terus dengan suasana aula yang istilah kekiniannya ‘baper’. Kata lelah hampir tak ingin ditunjukkan sebab menanti dengan penuh harap dan penasaran akan seperti apa jalannya ToT ini. Serangkaian seremoni di awal kegiatan yang mengisi malam pertama selesai. Diantaranya telah dikemas dinamika Seminar dunia maya melalui Webex dengan tokohnya pak Gatot. (Saya mungkin tidak terlalu mengenal profil beliau, namun kesempatan saya beberapa kali mengikuti seminar di dunia maya dan bagaimana beliau yang merupakan salah satu yang mengendalikan pengelolaan tersebut dimanapun beliau berarada, membuat saya berdecak kagum, bahwa kesempatan pada guru-guru dan sekolah yang ada pada “daring” sesungguhnya tidak diketahui banyak orang. Sebab saya mengetahuinya setelah berada di dalam IGI). 

Setelah itu  suasana di gedung penginapan yang seolah tak ingin tidur. Grup di telegram seolah menjadi alarm penantian ada info lanjutan apakah yang akan di up date. Hiruk pikuk terlihat bagi sebagian orang masih bersilaturahmi, sebagian dengan naluri wirausahanya bertemu dengan momen yang diharapkan. Di sisi lain, ada sharing teknologi tentang produk LCD kekinian yang berbasis baterai dan nirkabel hanya seukuran kepalan tangan, dan di bagian lainnya terlihat perangkat tablet A8 yang siap distribusi sebagai andalan tools pada ToT ini. 

Dikeberagaman dinamika itu semua saya memilih kalimat, dalam kesetaraan semua memang seolah menyatu bahu membahu. Sebab IGI memang memilih moto ‘berbagi dan maju bersama’ . Maka saya membuktikannya malam itu.

Memasuki hari kedua, dimana ToT akan mulai berlangsung sepanjang hari hingga malam. Diawali dengan aktivitas mendasar di ruang makan, ya semua yang ada kegiatan ini terkesan menyatu. Tidak terlihat irisan PP, PW, fasilitator panitia atau apa pun. Semua bersama, semua guru dari perwakilan berbagai daerah di Indonesia yang tersebar dari Barat sampai ke Timur.

Ada catatan yang menjadi kesan dari hari ini, ToT literasi produktif ini telah dimulai dengan literasi media . Kita semua peserta diperkenalkan dengan perangkat utama yang menjadi alat proses belajar. Samsung yang merupakan mitra IGI dalam pelaksanaan ToT ini, memperkenalkan tablet A8 secara fisik sebagaimana kondisi fisik perangkat sesuai dengan buku panduan. Peserta dipandu untuk mengenali fungsi dan kelebihan perangkat secara bertahap. Lalu dilanjutkan dengan penguasaan salah satu aplikasi andalan dari perangkat tersebut. Menakjubkan ! (Izinkan saya berkilas balik sedikit dari disain induk gerakan literasi sekolah. Bahwa komponen utama literasi adalah literasi dini plus literasi informasi yang terdiri dari 5 komponen yaitu literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi dan literasi visual. Seharian ini ToT telah memberikan pengayaan atas seluruh komponen tersebut. Apakah teman-teman guru menyadarinya ya? )

Hari kedua, menjadi penentu dari kualifikasi keahlian masing-masing peserta terhadap kanal yang telah ditetapkan. Dinamika menjadi lebih spesifik di setiap kelompok-kelompok kecil. Sebagian kanal memang sangat mengandalkan teknologi dari perangkat yang digunakan dan sebagian kelompok sesungguhnya membutuhkan alat bantu teknologi untuk memaksimalkan keahliannya. Salah satunya, kanal membuat buku yang kemudian sepakat dinamakan SAGUSAKU (Satu guru satu buku). Sebab ukuran keberhasilan dari kanal ini adalah terpenuhinya komitmen draf final buku pada 31 Januari 2017 yang siap cetak dengan ISBN. Dan saya menjadi salah satu orang yang beruntung menjadi bagian dari kanal Sagusaku ini. Mungkin secara teoritis banyak hal yang disampaikan oleh pak Slamet dan pak Joko sebagai nara sumber sudah sangat saya pahami bahkan luar kepala. Namun beliau-beliau ini yang saya sebut GURU SEJATI benar-benar layak menjadi fasilitator ToT ini, sebab kompleksnya makna literasi yang diusung dalam disain induk gerakan literasi sekolah yang diterbitkan oleh kemendikbud benar-benar sudah mereka pahami, aplikasikan dan mereka sukses. HEBAT! HEBAT! HEBAT. Guru-guru di IGI secara natural telah terseleksi dan memang luar biasa.

Hingga saya meninggalkan LPMP Jatim, satu yang selalu terngiang dan kesannya meliputi seluruh sensori diri yang bekerja dari ToT literasi produktif ini, IGI memang luar biasa!

Di penutup tulisan ini, saya ingin berbagi bagaimana pemaknaan ToT literasi produktif yang saya catat dari proses internalisasi selama penerbangan 3 jam kembali ke wilayah saya berdomisili.

Secara kualitas saya akui ToT ini luar biasa, namun ketika saya terjaga bahwa dunia pendidikan tetap memerlukan evaluasi dari catatan empirik berupa kuantitas. Wah dimana dapat dirujuk ya? Akhirnya, sebagai peserta mandiri saya merasa bahwa kontribusi yang saya berikan sesungguhnya bukanlah apa-apa untuk mendapatkan pengalaman sangat luar biasa ini (. Jika masih boleh berharap pada ToT tahap berikutnya, mungkin boleh dipertimbangkan hal-hal yang mengacu pada dokumen yang dapat dievaluasi secara kuantitatif atau hal-hal yang lebih kaya sehingga peningkatannya dapat dievaluasi juga secara sistematis dan banyak pihak menyadari betapa hebatnya peran IGI dalam menginisiasi ToT literasi produktif di era pencanangan Gerakan Literasi Sekolah periode ini.MAJU IGI, berkualitas plus Guru-guru Indonesia.Terima kasih.
19 Oktober 2016,

F. Dina Anggaraeni – Sumut

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here