ROTI SAGU DALAM TOT LITERASI (sebuah goresan untuk DIRJEN GTK dan IGIERS dimanapun berada)

0
532

Berebut satu roti.
Bukan tak mau menikmatinya.
Apalagi enak dan sedap rasanya.
Tapi kalau cuma satu roti yang akan kita rebutkan. Kita semua tak bakal merasakan nikmat dan sedapnya.
Apalagi kenyang karenanya.
Silahkan saja ambil roti mu.
Aku memilih yang lain untuk dinikmati.Toh masih banyak roti yang lain. Kalau perlu bukan roti yang ku pilih. Bisakah mengerti roti tidak akan menjadi roti jika racikannya
pun tidak tepat.
Menu roti yang laris manis ini kita penciptanya.
Kita tahu resepnya.Ambillah oleh mu. Aku akan ciptakan rasa lain pendamping roti itu,
agar saat menikmati roti, ketika rasa dahaga menyerangmu,aku akan menciptakan racikan baru, yaitu secangkir teh ber-aroma roti. Kita akan merasa damai menikmati roti, tanpa rasa haus menghadang ,roti itu ditemukan di sini. Roti sagu dengan racikan baru. Bukan seperti roti sagu ditempatku,karena aku dari Palembang sagu bahan pokok untuk “roti pempek sagu”,tapi roti sagu ala IGI. Untuk itu kami menikmati roti ini dengan rasa terima kasih
untuk orang yang telah terlibat membentuk roti sagu.

Terimakasih DIRJEN yang telah memberi ilmu lewat IGI, yang sudah memfasilitasi kami tiket dan semua akomodasi terimakasih atas kesempatan ilmu yang banyak di TOT LITERASI.

Ibarat roti, kami tinggal memilih racikan roti sagu yang berbagai rasa ini dengan pilihan roti: sagusanov, sagusaku, sagusantro, sagusablog, dll. Yang paling penting ketika semua roti sagu akan ditawarkan kami ingin semua roti sagu itu. Tapi demi keadilan roti sagu ditawarkan. Dan waktu yang singkat tidak memungkinkan untuk melahap semua roti sagu yang ditawarkan. Aku memilih roti “sagusaku” yang nikmat. Hebat roti yang kupilih dapat membuat kenikmatan sendiri. Selamat menikmati rotinya masing-masing.

Salam LITERASI
Rica Susanty, IGI SUMATERA SELATAN

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here