Rakor Panitia Daerah Sekolah Sasaran Tingkat SD POP IGI

0
194

Jakarta, IGI.OR.ID- Kegiatan Rapat Koordinasi Panitia Daerah Sekolah Sasaran Tingkat SD, Program Organisasi Penggerak Ikatan Guru Indonesia, yang dibuka oleh Ditjen GTK Bapak Iwan Syahril, Ph.D, dihadiri oleh Ketda IGI dari seluruh Indonesia Daerah Sasaran Program Organisasi Penggerak. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa semua kegiatan ini berfokus bagi berkembangnya potensi siswa, siswa dan siswa.

Dalam sambutannya Dirjen GTK Bapak Dr. Iwan Syahril, Ph.D menekankan bahwa seorang guru, seorang pendidik bukan hanya sekedar sebuah profesi, melainkan harus menjadi;
• teladan, Ing ngarsa sung tulada (didepan memberikan teladan),
• membangkitkan semangat, Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat),
• memberikan dorongan, Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan),
kepada siswa agar menjadi manusia-manusia yang berdaya dan merdeka seperti filosofi KH dewantara tersebut.

Beliau juga menyampaikan bahwa Program Organisasi Penggerak (POP) adalah program merdeka belajar episode 4 yang diluncurkan Kemendikbud dan berfokus pada berkembangnya potensi siswa. POP menjadi salah satu kunci untuk mengatasi learning loss yang terjadi akibat pandemik Covid-19 yang melanda Indonesia dan berdampak juga dibidang pendidikan. Dijelaskan juga bahwa salah satu rekomendasi yang diberikan untuk mengatasi learning loss yang terjadi adalah harus fokus pada kompetensi-kompetensi dasar seperti literasi, numerasi dan karakter. Apapun bidangnya sangat membutuhkan skill literasi. numerasi dan karakter, dimana ketiga hal tersebut sangat relevan untuk semua mata pelajaran. Kegiatan POP diharapkan dapat memitigasi ancaman learning loss yang saat ini telah hadir. Nilai tambah dari POP memberikan dimensi untuk bangkit sebagai bangsa dengan me-recovery sistem pendidikan yang fokus pada literasi, numerasi dan karakter.

Dirjen GTK Bapak Dr. Iwan Syahril, Ph.D berharap dampak dari kegiatan POP dalam kegiatannya akan terbentuk ekosistem saling belajar satu dengan yang lainnya berdasarkan pengalaman di daerahnya masing-masing dengan latar belakang beragam. Dimana semua pengalaman tersebut adalah suatu pengetahuan, yang dapat dijadikan sebagai salah satu strategi yang sesuai dengan konteksnya untuk pengembangan guru-guru di Indonesia dan berdampak pada murid. Pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadikan guru-guru di Indonesia semakin percaya diri dan memberi kontribusi pada dunia.

Sebelum membuka secara resmi kegiatan, beliau mengajak semua peserta POP berkolaborasi, bergotongroyong membentuk ekosistem yang saling menguatkan agar memberikan layanan terbaik untuk anak-anak (murid).

Diakhir sambutannya beliau menyampaikan pantun;
“Dari Sabang sampai Merauke, terbentang pulau dan lautan penuh pesona, bergerak kita semua lewat POP, wujudkan pendidikan berkualitas walau masih ada corona.”
“Pergi kepasar membeli markisa sambil berjalan menikmati suasana pagi, teruslah berpihak kepada para generasi bangsa,selamat dan sukses menjalankan POP untuk teman-teman IGI.”
“Dipagi hari sarapan dengan lemper ditemani dengan segelas teh panas, mari majukan literasi, numerasi dan karakter, bersama kita mewujudkan SDM unggul untuk Indonesia.

Comments

comments