Tuesday, July 28, 2026
spot_img
Home Berita Parade Baca Puisi Daring IGI Semarakkan Hari Puisi Indonesia 2026, Guru dari...

Parade Baca Puisi Daring IGI Semarakkan Hari Puisi Indonesia 2026, Guru dari Berbagai Daerah Bersatu dalam Kata

0
60

Bekasi, IGI.OR.ID– Dalam rangka memperingati Hari Puisi Indonesia yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2026, Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bidang Olahraga dan Seni sukses menyelenggarakan Parade Baca Puisi Daring melalui platform Zoom. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai menjadi ruang silaturahmi sekaligus panggung apresiasi sastra bagi para guru pecinta puisi dari berbagai penjuru Indonesia.

Mengusung semangat “Puisi Menginspirasi, Guru Mengabdi. Kata Menyatukan, Hati Menguatkan,” kegiatan ini menghadirkan suasana yang hangat, penuh makna, dan sarat pesan kemanusiaan. Melalui untaian kata-kata yang dibacakan dengan penuh penghayatan, para guru menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kekuatan seni dan sastra.

Acara dibuka dengan sambutan dari jajaran Pengurus Pusat IGI Bidang Olahraga dan Seni yang menegaskan pentingnya menjaga tradisi literasi di kalangan guru. Puisi dipandang sebagai media refleksi, ekspresi, sekaligus sarana memperkuat karakter pendidik dalam membangun generasi bangsa yang berbudaya.

Parade baca puisi malam itu menampilkan sejumlah guru yang telah lama aktif dalam kegiatan literasi dan kesenian. Di antaranya Prawiro SudirjoSusi SuziFeby Surya BashitUray Budi Setiawan, serta Lastri Riri bersama peserta lainnya yang membawakan puisi bertema bebas, baik karya sendiri maupun karya penyair Indonesia.

Semarak acara semakin terasa dengan bergabungnya para pembaca puisi dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir pula Bu Retno dari DepokPak Supranoto dari IGI SingkawangBu Sifayahu selaku Wakil Ketua Wilayah IGI Provinsi Lampung, serta Bu Susi Susanti dan Bu Yolla yang turut menyuguhkan pembacaan puisi penuh penghayatan. Keikutsertaan para guru dari lintas wilayah tersebut menjadi bukti bahwa sastra mampu menyatukan pendidik tanpa dibatasi oleh jarak geografis.

Masing-masing peserta menghadirkan karakter pembacaan yang berbeda. Ada yang mengangkat tema pengabdian guru, cinta tanah air, kemanusiaan, keluarga, hingga refleksi kehidupan. Ragam ekspresi dan gaya penyampaian tersebut memberikan warna tersendiri sehingga setiap penampilan memperoleh apresiasi hangat dari seluruh peserta yang mengikuti kegiatan secara daring.

Selain menjadi ajang membaca puisi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi inspirasi antarguru. Di sela-sela acara, peserta saling memberikan tanggapan, motivasi, serta apresiasi terhadap karya-karya yang dibacakan. Interaksi yang cair dan penuh kekeluargaan mencerminkan semangat kolaborasi yang selama ini menjadi ciri khas Ikatan Guru Indonesia. Dalam hal ini juga disampaikan ucapan selamat dan sukses atas diraihnya gelar Doktor oleh Ketua Umum IGI Pak Danang Hidayatullah.

Ketua Bidang Olahraga dan Seni Pengurus Pusat IGI, Prawiro Sudirjo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengembangkan potensi guru tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang seni, budaya, dan literasi.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penggerak kebudayaan. Melalui puisi, guru dapat menyampaikan nilai-nilai kehidupan, membangun empati, serta menghidupkan budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi agenda rutin yang mampu menginspirasi semakin banyak guru untuk berkarya.”

Parade Baca Puisi Daring ini membuktikan bahwa teknologi mampu menjadi jembatan bagi para pendidik untuk tetap berkarya dan berkolaborasi. Dari layar-layar kecil di berbagai kota, lahir harmoni kata yang menyatukan hati para guru Indonesia dalam satu semangat: menjadikan puisi sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa.

Peringatan Hari Puisi Indonesia tahun 2026 pun ditutup dengan penuh kehangatan. Meski dilaksanakan secara virtual, kebersamaan yang terbangun terasa begitu nyata. Semangat literasi, kreativitas, dan persaudaraan yang tumbuh sepanjang kegiatan diharapkan terus menjadi energi positif bagi para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, inspiratif, dan berbudaya.

“Puisi Menginspirasi, Guru Mengabdi. Kata Menyatukan, Hati Menguatkan.” Semangat itulah yang menjadi napas kegiatan malam itu, sekaligus penegas bahwa guru Indonesia akan terus berkarya demi kemajuan pendidikan dan kebudayaan bangsa.