Menabuh Genderang Peningkatan Kompetensi Guru di Bumi Laskar Pelangi

0
628

Meskipun Laskar Pelangi begitu hebat dan terkenal ke seluruh penjuru dunia, tapi saya sebenarnya tak pernah punya niat besar menginjakkan kaki di Pulau Belitung, tempat dimana banyak tokoh hebat lahir termasuk Andrea Hirata sang penulis Laskar Pelangi.
Mayoritas orang hebat Belitung adalah pejuang, banyak cerita menarik dari latar belakang perjuangan mereka termasuk DN Aidit, Yusril Ihsa Mahendra, hingga Basuki “Ahok” Cahaya Purnama. Mereka bukanlah anak pengusaha kaya raya mapan tapi mampu menembus langit Nusantara.


Ketika saya masih menjadi aktivis HMI, saya banyak mendapat cerita bagaimana seorang Yusril harus berlatih berpidato dengan baik, membawa materi di bastra-bastra HMI demi mengisi perut sekedar melanjutkan hidup hingga akhirnya hampir saja menjadi Presiden Republik Indonesia.
Mendarat sebelum Pukul 08.00 di Tanjung Pandan, saya sudah ditunggu Pak Eka di Bandara, saya melihat seseorang yang sedang disibuk mencocokkan orang-orang yang keluar dari pintu kedatangan dengan gambar di Tabletnya dan dia pun memanggil saya.

Perjalanan kurang lebih satu jam telah membuat saya tiba di Kota Manggar Belitung Timur. Pulau Belitung terbagi menjadi dua kabupaten yaitu Belitung dan Belitung Timur.
Dalam perjalanan Bandara-Manggar, saya dihubungi Ketua IGI Wilayah, Udan Miharja menceritakan kejadian dua hari sebelumnya, PGRI Kecamatan membuat dan menyebarkan surat yang melarang guru mengikuti seminar IGI. Guru muda yang baru terangkat PNS tiga tahun lalu dan baru menikah beberapa bulan lalu ini pun tak gentar. Udan menghadap Wakil Bupati Belitung Timur dan Alhamdulllah Wakil Bupati memfasilitasi pertemuan antara IGI dan PGRI, dan akhirnya, kegiatan IGI pun Semarak, tak kurang dari 500 guru mamadati gedung yang berkapasitas sekitar 500 tempat duduk ini, nyaris tak ada kursi kosong.

Saya pun meminta waktu lebih panjang ke Kadis Pendidikan dan Wakil Bupati Belitung Timur agar saya dapat menjelaskan IGI secera keseluruhan.
Respon Wakil Bupati pun ternyata sangat baik, guru memang harus kreatif. “Apa yang disampaikan Ketua Umum IGI adalah realitas, harus kita sadari dan kita sambut bersama, jangan kaget bapak ibu jika tiba-tiba saya datang dan masuk ke kelas bapak ibu karena saya ingin lihat langsung kualitas mengajar bapak dan ibu, Babel memang hasil uji kompetensinya paling tinggi di Sumatera tapi saya rasa masih jauh dari harapan” Kata Burhanuddin, Wakil Bupati Belitung Timur.
“Guru memang harus mampu memanfaatkan segala hal disekitarnya untuk pembelajaran yang menyenangkan termasuk smart phone dan tablet ini, juga apa yang ada di alam sekitar” lanjut Wakil Bupati.
Manggar, Belitung Timur, 11 Maret 2017

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat IGI

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here