KWEEK SCHOOL SAKSI SEJARAH KEHADIRAN IGI DI RANAH MINANG

0
1216

Ketika Belanda pertama kali membuka sekolah untuk pribumi, hanya ada dua sekolah yang dibuka di Indonesia. Satu di Yogya dan satu lagi adalah Kweek School di Bukit Tinggi. Dibuka tahun 1856, Kweek School hanya dibuka untuk para raja atau kaum bangsawan yang mau bekerjasama dengan Belanda. 

Dulu, saat sekolah dan kuliah, saya mengenal Bukit Tinggi lewat sebuah nama yang mengagumkan, punya begitu banyak cerita tentang kecerdasan dan kelihaian diplomasi bernama Kyai Haji Agus Salim. Ada pula Prof Dr Haji Abdul Malik Karim Amirullah atau Hamka yang kesohor dengan Tenggelamnya Kapal Van Der Wick. Bahkan Proklamator Kemerderkaan dan Wapres pertama Republik Indonesia berasal dari Bukit Tinggi

Dalam perjalanan menuju Bukit Tinggi saya pun ditunjukkan rumah Taufik Ismail yang sampai sekarang tetap menjadi Maestro Indonesia. Menurut saya, wajarlah sebagain besar pendiri negeri ini dan orang-orang cerdas negeri ini berasal dari Bukit Tinggi atau Sumatera Barat karena disanalah pendidikan formal dimulai.

Kini bangunan asli Kweek School masih dipertahankan dan dilestarikan. Kini sekolah yang saat ini menjadi SMAN 2 Bukit Tinggi ini dipimpin oleh seorang wanita yang juga dipercayakan kawan-kawan di Sumatera Barat menjadi Ketua IGI Wilayah Sumatera Barat. 

Hj. Ermizar yang lebih akrab dengan panggilan ibu Emi bersama pengurus wilayah dan Pengurus Daerah IGI Daerah di Sumatera Selatan dilantik dan dikukuhkan untuk periode 2016-2021.

Emi dalam sambutannya menyatakan bahwa IGI lahir bukan untuk menjadi saingan siapapun tetapi mengisi ruang kosong yang tak berisi yang bernama peningkatan kompetensi guru.

“IGI harus menggerakkan, bukan digerakkan, IGI harus menumbuhkan, bukan ditumbuhkan, IGI memotivasi bukan dimotivasi, IGI adalah kita semua sehingga jika bapak ibu berkomitmen bersama IGI, maka apapun konsekuensinya akan kita hadapi karena berbuat mengembangkan kompetensi guru di sekitar kita sesungguhnya bukanlah untuk kita sendiri, kita tidak sedang berbuat untuk orang lain tetap hakekatnya kita sedang berbuat untuk diri kita sendiri” kata saya sebagai ketua umum IGI dalam sambutan.

Sebelum pelantikan, kami disambut dengan tari persembahan yang cukup mengerikan, silat dengan pisau terhunus oleh dua gadis dan dilanjutkan dengan dua anak kecil. Sajian tari piring pun tak kalah mengerikan saat dua siswa binaan SMAN 2 Bukit Tinggi menari diatas pecahan piring yang sangat berpotensi melukai kaki. Namun tak sedikit kulit mereka yang terluka, bahkan setelah itu mereka melanjutkan tarian dengan semangat yang luar biasa.

Pelantikan pun dilanjutkan dengan workshop sagusaku dan sagusamik oleh Master Sagusaku Abdul Kholiq hingga hari senin 30 Januari 2017

Berbagai agenda pun disiapkan, termasuk rencana melakukan roadshow matematika bersama casio di 7 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.

Selamat berjuang kawan-kawan IGI Sumatera Barat, semoga guru-guru di Sumatera Barat dapat meningkat Kompetensinya bersama kawan-kawan IGI.

Pak Haji Erizal Khatib, terima kasih banyak sudah dijemput dan diantar kembali ke Bandara, semoga Allah membalas kebaikan bapak.

Bukit Tinggi, 29 Januari 2017

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat 

Ikatan Guru Indonesia.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here