KADO ISTIMEWA HUT KE-58 DARI GURU KEPADA PROVINSI NTB

0
534

Oleh: Idham Khalid, IGI NTB

Ikatan Guru Indonesia Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkumpul bersama dalam ikhtiar untuk melakukan sebuah perubahan. Perubahan untuk membangun kompetensi guru. Mereka datang dari daerah ujung timur kabupaten, wilayah pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram). Mereka datang penuh keihlasan, pengorbanan, dan kemandirian dengan tujuan satu INGIN JADI GURU HEBAT. Niat yang sama dalam moto Sharing Growing and to Gether.

Peserta berjumlah 50 orang, selain untuk memenuhi undangan pada acara program nasional dari Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia dalam tajuk Training of Trainer (TOT) Literasi Produktif Nasional II juga berinisiatif untuk mempersembahkan kado istimewa kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat yang saat itu berulang tahun.

Kegiatan TOT tersebut  mulai tanggal 17 s.d. 18  Desember 2016 bertempat di SMK Negeri 3 Mataram, Jalan Pendidikan 47 Mataram. Mengingat tanggal 17 Desember 2016, tanggal kelahiran Provinsi Nusa Tenggara Barat ke- 58. Bentuk kado istimewa guru-guru Nusa Tenggara Barat adalah bekerja – bekerja – bekerja, belajar – belajar – belajar. Ya, guru pun harus belajar. Perubahan harus dimulai dari guru. Guru tidak bisa memaksakan siswa belajar sementara kita sebagai guru malas belajar. Malas melakukan perubahan terutama penguasan IT.

Perlu disadari bahwa rendahnya kualitas pendidikan selama ini bermuara dari kita. Kita memberikan keteladanan yang semu. Sistem pengajaran masih melestarikan budaya warisan masa lalu. Melihat ketimpangan seperti ini, IGI hadir di tengah-tengah guru yang ingin melakukan perubahan. Mengingat bahwa tujuan kegiatan TOT adalah meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan para pendidik dalam penguasaan IT sebagai media pembelajaran yang efektif, efisiensi dan menyenangkan bagi pendidik maupun peserta didik sehubungan dengan riak gelombang yang kian mengganas dan bersaing.

Bentuk konkret kado istimewa tersebut adalah tingginya animo guru Nusa Tenggara Barat dalam penguasaan Materi Optimalisasi Penggunaan Tablet  A8 Samsung,  Sagusanov (Animasi Drawing dan Buku Digital), membuat media pembelajaran  menarik dan menyenangkan, dan  Menemu Baling menulis dengan menggunakan mulut dan membaca menggunakan telinga.

Out put atau bekal pengetahuan yang diperoleh selama dua hari inilah menjadi pembuka mata guru lain untuk melakukan perubahan. Selanjutnya alumni TOT berkewajiban memberikan pencerahan di daerah masing-masing terutama bagaimana kita memberdayakan dan menjinakkan piranti IT sebagai alat pembelajaran. Ketekunan, kesungguhan, dan menggali informasi kepada trainer nasional seperti Ahmad Dahli, Yoel Istiawanto, Gusti Surian, dan Bu Ririn dkk dari Samsung sebuah kado yang tidak bisa habis dipakai.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here