JELAJAH LITERASI NASIONAL DI SULBAR : 1297 KM, LEBIH DARI 40 JAM PERJALANAN DARAT, LEBIH DARI 800 GURU TERLATIH MEMBUAT KOMIK PEMBELAJARAN BERBASIS IT

0
1101

Alhamdulillah, tuntas sudah perjalanan 1297 Kilometer yang ditempuh lebih dari 40 Jam perjalanan darat berlangsung selama lima hari pada lima Kabupaten di Sulawesi Barat dengan melibatkan lebih dari 800 guru.
Hari minggu 2 Oktober 2016 dimulai dari Polewali Mandar lalu bergerak ke kabupaten di atas Awan, Mamasa, lalu turun menuju Topoyo Mamuju Tengah melalui Polman dan Majene, melanjutkan ke Pasang Kayu Mamuju Tengah dan berakhir di Mamuju ibu kota Sulawesi Barat.

Jika sebelumnya dari Polewali, Mamasa dan Mamuju Tengah terasa melelahkan, karena perjalanan darat yang begitu jauh, Pasang Kayu Mamuju Utara terasa lebih santai, apalagi lokasi kegiatan berada di hotel Mutiara Indah tempat kami menginap.

Saya yang orang Makassar pun adalah untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Pasang Kayu. Menyebut Pasang Kayu buat orang Makassar terasa begitu jauh, nyaris 800 Kilometer dari Makassar.

Wakil Bupati Mamuju Utara, Muhammad Saal , memberi selamat kepada pengurus baru IGI Mamuju Utara

Justru karena tempat kami di lokasi yang sama, rasanya santai betul, kami bahkan beranjak dari kamar setelah mendengar Wakil Bupati dan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mamuju Utara sudah tiba di lokasi.

Saya salut dengan wakil bupati, berbeda dengan pejabat lain apalagi sekelas wakil bupati, Muhammad Saal tak meninggalkan lokasi meskipun beliau telah menyelesaikan sambutannya. Dalam sambutannya, Muhammad Saal meminta IGI bisa menjadi saudara kandung PGRI. 

“Memang PGRI selama ini belum berbuat dan IGI sudah berbuat, tapi saya berharap IGI mampu menjadi saudara yang baik buat PGRI, saya katakan belum bukan tidak karena saya berharap PGRI nantinya juga berbuat seperti IGI” kata beliau dalam sambutannya.

Saya pun meyakinkan wakil bupati bahwa IGI akan selalu siap menjadi saudara muda yang sopan, baik hati dan pekerja keras. IGI tidak akan melakukan apa yang sudah dilakukan PGRI memperjuangkan kesejahteran guru, menyehatkan guru dan advokasi guru karena IGI akan berkonsentrasi penuh pada peningkatan kompetensi guru. Di IGI tak ada perbedaan karena keyakinan agama dan perbedaan karena pilihan politik. IGI akan sepenuhnya konsisten pada peningkatan mutu guru karena kami yakin sepenuhnya semua masalah pendidikan di negeri ini berawal dari kompetensi guru.

Setelah Master Komik Pembelajaran Abdul Karim menuntaskan pelatihannya dan meminta beberapa guru yang sudah sukses membuat komik pembelajaran presentase dihadapan kawan-kawan guru lainnya, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Mamuju, ibu kota Sulawesi Barat.

Diklat literasi nasional IGI di Mamuju

Di Mamuju, peristiwa Topoyo kembali berulang. Panitia tak kuasa menolak guru-guru yang ingin berlatih, bahkan mereka mengangkat kursi berlatih sambil mengintip dari balik jendela. Sebagian bahkan rela menunggu Pak Karim tuntas di ruangan pertama dan berpindah ke ruangan selanjutnya.

Diakhir kegiatan saya beruntung bertemu penulis buku dengan rasa lokal yang kuat, Suparman Sopu. Beliau memberi saya hadiah buku yang telah ditandatangani langsung oleh beliau.

penulis buku dengan rasa lokal yang kuat, Suparman Sopu

Dari Mamuju, Kami langsung terbang ke Surabaya bergabung dengan kawan-kawan dari seluruh Indonesia dalam TOT Nasional Literasi Produktif IGI berbasis Tablet.

Gagal dapat Garuda Milis, Pak Karim melampiaskan dengan foto di samping garuda

Mamuju Sulawesi Barat, 6-10-2016
Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat

Ikatan Guru Indonesia
#IGI

#IkatanGuruIndonesi

#MRR

#MuhammadRamliRahim

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here