Indahnya Kebersamaan & Kewirausahaan

0
784

Oleh : Elyas

Akhirnya TOT literasi yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) benar-benar terjadi di LPMP Surabaya yang dihadiri lebih dari 100 calon trainer yang berasal dari seluruh penjuru nusantara ini. Satu hal yang menarik dari pertemuan ini adalah semangat kebersamaan dalam hal meningkatkan kualitas diri untuk membangun peradaban kegiatan belajar mengajar yang lebih baik dan menyenangkan bagi para siswa.

Bersatunya para calon trainer yang digagas oleh IGI tidak lepas dari “sang pendobrak ” yang selalu risau akan kualitas guru-guru yang ada di Indonesia, sang pendobrak tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Muhammad Ramli rahim atau yang disingkat dengan MRR. Beliau inilah sang inspirator sejati yang ingin membawa guru-guru mencapai puncak kejayaan dalam hal kompetensi. Beliau sangat concern terhadap kesejahteraan para guru.
Dengan memiliki kompetensi yang sangat hebat, maka dengan sendirinya guru akan memiliki posisi tawar yang baik, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
MRR yang tidak pernah mengenal kata lelah sejak terpilih menjadi ketua IGI sekitar enam bulan yang lalu, beliau langsung melakukan koordinasi sekaligus Safari keliling Nusantara meresmikan berbagi kepengurusan wilayah maupun daerah yang ada tanah persada ini. Beliau terbang dari daerah satu ke daerah yang lain tanpa mengenal lelah, yang ada di “otak” beliau hanya satu upaya secara terus-menerus meningkatkan kompetensi guru.
Gagasannya yang sangat revolusioner adalah mengumpulkan semua orang-orang hebat yang ada di Indonesia , guru-guru terpilih , guru-guru pembaharu yg futuristik, berkumpul menjadi satu belajar bersama, berbagi bersama , dalam rangka menyiapkan brand-brand individu , yang akan di kloning ke daerah asalnya masing-masing.

Gagasan semacam ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa dan membutuhkan konsentrasi yang serius untuk mengerjakannya.
Akhirnya dengan perjalanan yang cukup panjang dengan seleksi yang sangat ketat dan juga memberi kesempatan juga kepada jalur mandiri berkumpullah 150 guru-guru hebat di LPMP Surabaya.
Selama kurang lebih tiga hari mereka bertukar pikiran berkelompok dalam kanal- kanal yang telah dipersiapkan. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini , mereka sangat bahagia bisa ketemu dengan orang-orang hebat , dengan guru-guru hebat yang peduli akan masa depannya dan masa depan guru-guru yang lain untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi.
Satu hal yang menarik pada TOT ini adalah kewajiban pada seluruh peserta untuk menggunakan tablet A8 yang merupakan produksi Samsung. Tablet A8 wajib dibawa oleh seluruh peserta karena TOT kali ini beda dengan yang lain, dan sekaligus menerapkan “Sagusatab” satu guru satu tablet. Dengan sagusatab diharapkan semua guru akan menemukan pembelajaran yang menyenangkan , pembelajaran yang tidak membosankan , pembelajaran yang disukai oleh murid-murid atau para siswa , sehingga terjadi interaksi timbal balik antara guru dengan siswa, guru dengan lingkungan , siswa dengan lingkungan dan semua yang terlibat didalamnya hanya menggunakan tablet.

Tabletisasi sangat pas dilakukan di era sekarang karena dengan tablet pintar ini para guru bisa memanfaatkan aplikasi yang ada di dalamnya. Salah satu aplikasi yang sangat Wow adalah S not, yang merupakan suatu program yang sangat menyenangkan guru bisa menulis apa saja bahkan bisa menyisipi gambar , video, hanya b cukup dalam satu rangkaian tulisan. Ketika tablet ini koneksi dengan internet , maka bisa terhubung apa saja bisa memanfaatkan media apa saja yang dibingkai dalam S not, catatan pintar untuk pembelajaran abad 21.

Dengan pembelajaran menggunakan tablet ini, diharapkan baik guru maupun siswa terjadi interaksi timbal balik yang luar biasa yang tujuan utamanya adalah pemahaman terhadap materi pembelajaran lebih mudah dan tidak verbalisme.

Revolusi pembelajaran seperti ini sudah saatnya dilakukan oleh semua guru, semua pendidik yang ada di nusantara. Andai semuanya menggunakan tablet ini Insya Allah pembelajaran di k

Kelas tidak lagi membosankan dan juga sekaligus kontribusi kita terhadap kecintaan pada lingkungan. Karena dengan sistem tabletisasi, maka paperless sungguh terjadi, semua aktivitas pembelajaran mulai dari guru menerangkan, guru membuat tugas, siswa menjawab tugas cukup dilakukan by tablet, maka tidak berlebihan kalau tablet pintar ini suatu saat menjadi kebutuhan.

Satu lagi yang menarik pada pertemuan guru-guru hebat ini adalah semangat kewirausahaan. Semangat berbagi yang menguntungkan mulai dari pin igi, baju igi, kaos igi , dan juga aksesoris yang lain. Semangat kebersamaan dan kewirausahaan inilah seperti mata uang yang kedua sisinya bisa dipisahkan tetapi merupakan satu kesatuan tak terpisahkan. Kebersamaan Meraih Mimpi menjadi nyata kewirausahaan keniscayaan. Salam “Sagis” Bersama IGI Bisa!!!.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here