IGI TOLITOLI SELENGGARAKAN WORKSHOP DAN PELANTIKAN PENGURUS

0
490

Tolitoli, 26 Agustus 2018. Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Tolitoli periode 2018-2023 telah dilantik dan disumpah oleh Ketua IGI Wilayah Sulawesi Tengah, Bapak Farid Bahwerets pada hari Minggu tanggal 26 Agustus 2018, di Aula Hotel Mitra Utama Tolitoli. IGI Daerah Tolitoli diketuai oleh Arun Haryanto, Wakil Ketua Moh. Rais, Wakil-wakil ketua untuk setiap wilayah kecamatan. Sekretaris Hasbullah, wakil sekretaris Ansar. Bendahara Dyah Metianing dengan wakilnya Anna Mulyana. Bidang-bidang organisasi yang terdiri para ketua bidang dan anggotanya dengan semangat membaca ikrar dan sumpah jabatan yang di pandu oleh Ketua IGI Wilayah Sulawesi tengah.

Sehari sebelumnya, telah dilaksanakan acara pembukaan dan workshop perdana Kanal Sagudelta dengan pelatih Bapak Heri Risdianto, M.Pd. yang berasal dari Langsa, Aceh. Acara dibuka Oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Bapak Moh. Rudi Bantilan. Dalam sambutannya Kepala Disdikbud memberikan apresiasi luar biasa atas terbentuknya kepengurusan IGI daerah Tolitoli. Beliau berharap, dengan terbentuknya kepengurusan IGI di Tolitoli akan membawa pengaruh pada peningkatan kualitas dan kompetensi guru untuk mewujudkan program pemerintah dalam percepatan pemerataan pendidikan yang bermutu.

Masih dalam sambutannya, Kadisdikbud menyampaikan, ‘’Saya berharap, intinya IGI ini bukan merupakan suatu saingan atau hal yang dianggap kontra tapi merupakan pengembangan dari PGRI sendiri karena IGI merupakan orang orang PGRI juga,” jelasnya pada Sabtu (25/8). Lebih lanjut beliau berpesan agar setiap kegiatan IGI dilaporkan kepada pihaknya, agar pemerintah bisa mem-Back Up setiap kegiatan, sekalipun IGI adalah organisasi indepenen yang tidak bergantung kepada APBN maupun APBD, namun yang menjadi sasaran adalah guru-guru dibawah naungan Disdikbud Kabupaten Tolitoli. Hal itu di maksudkan agar pihaknya bisa mengiventarisir para guru yang memiliki semangat meningkatkan kompetensinya secara mandiri dan layak untuk diberikan apresiasi atas usaha dan prestasinya.

Pada kegiatan-kegiatan selanjutnya Kadisdikbud Tolitoli berharap agar ada kordinasi yang berkelanjutan supaya terjadi sinkronisasi antara program pemerintah dan tujuan IGI. Hal itu diperlukan untuk efisiensi dan efektifitas dari setiap Workshop. IGI bisa lebih maksimal kiprahnya pada setiap kegiatan, sekaligus pemerintah daerah bisa mensuport sebagai bentuk apresiasi atas kerja-kerja positif yang IGI lakukan.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah yang melampaui harapan pendaftar kegiatan Workshop ini. Target semula adalah 100 peserta, namun dalam prakteknya sampai hari H, masih sangat banyak yang ingin ikut serta. Namun mengingat kapasitas Aula hotel yang terbatas, maka panitia membatasi hanya menerima 150 orang saja.

Semangat yang tak kenal lelah diperlihatkan dari partisipasi peserta dari menit ke menit sejak dimulainya acara pada hari sabtu tanggal 25 Agustus sampai pada saat penutupan tanggal 26 Agustus sore hari. Tidak seorangpun peserta melewatkan setiap momen yang selalu membuat mereka surprise. Kehausan akan mendapatkan ilmu baru yang inovatif, telah mengalahkan rasa bosan dan lelah mereka yang biasanya dialami pada workshop biasanya. Sampai detik terakhir pelaksanaan workshop, antusiasme dan energy mereka seperti tidak terkuangi. Ini jelas bisa menjadi indicator bahwa apa yang dilakukan IGI sudah sesuai tujuan dan on the track.

Pada sambutan usai di lantik, ketua IGI Daerah Tolitoli menyampaikan Visi dan Misi IGI serta program dan harapan yang akan dilakukan IGI Daerah Tolitoli ke depan. Diantaranya Visi dan Misi IGI adalah;
Visi: memperjuangkan mutu, profesionalisme, dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa.

Misi IGI adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan peningkatan mutu, profesionalisme, kesejahteraan, perlindungan profesi guru, dan pengabdian kepada masyarakat.
2. Menjadi sarana dan wadah interaktif guru untuk tukar-menukar pengalaman, ide, dan berbagi dalam cara mengajar, pendekatan, metode, strategi dan teknik mengajar, serta hal-hal baru dalam dunia pendidikan.
3. Memajukan pendidikan nasional, keguruan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk meningkatkan kemajuan pendidikan, mutu, profesionalisme, dan kesejahteraan guru.

IGI hadir di Kabupaten Tolitoli dengan moto Dari Guru Oleh Guru Untuk Guru, Sharing and Growing Together ( Berbagi dan Tumbuh kembang bersama) Tujuan dibentuknya organisasi Ikatan Guru Indonesia di Kabupaten Tolitoli ini adalah usaha untuk ikut berpartisipasi mewujudkan program pemerintah pada percepatan pemerataan pendidikan yang bermutu dan percepatan peningkatan kualitas guru dalam rangka melaksanakan pendidikan abad 21.

Ref: Arun Haryanto

Comments

comments