BANDAR LAMPUNG, IGI.OR.ID– Tantangan moral anak di era digital, mulai dari gempuran informasi, cyberbullying, hingga individualisme, kini semakin kompleks. Merespons hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Workshop Pendidikan bertajuk “Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Kecerdasan Emosional dan Sosial Siswa” di Hotel Radisson Lampung Kedaton, Bandar Lampung, Senin (22/6).
Berdasarkan undangan resmi dari Kemendikdasmen, agenda strategis ini dihadiri oleh jajaran Kepala Sekolah serta Guru jenjang SD dan SMP di wilayah Provinsi Lampung. Jajaran pengurus dan anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Lampung turut hadir aktif, kompak, dan berseragam lengkap memenuhi undangan ini, sebagai wujud komitmen nyata organisasi dalam mengawal mutu pendidikan di Bumi Ruwa Jurai.

Acara ini dibuka langsung oleh Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. (Anggota Komisi X DPR RI) secara daring dan workshop ini menghadirkan dua narasumber luar biasa yang mengupas tuntas pendidikan karakter dari dua sudut pandang holistik.
Dr. Ulfa Maria, M.Pd. (Praktisi Pendidikan, Konsultan Pendidikan dan Narasumber Nasional) menekankan bahwa karakter adalah kompas kehidupan peserta didik. Beliau mengingatkan pentingnya kolaborasi tiga pilar—sekolah, masyarakat, dan rumah sebagai madrasah pertama—untuk melahirkan generasi abad ke-21 yang tangguh dan adaptif menuju Indonesia Emas 2045.
Naili Adilah Hamhij, M.Pd. (Akademisi Pendidikan Karakter) menyentuh sisi sanubari guru dengan membedah Kecerdasan Emosional (EQ). Mengutip riset Daniel Goleman, beliau memaparkan bahwa kesuksesan hidup seseorang 80% ditopang oleh kekuatan karakter dan EQ. Beliau juga mengingatkan bahwa “Perilaku adalah pesan”—anak yang marah, ribut, atau diam memiliki beban batiniah tersendiri yang butuh dipahami secara hangat oleh guru.
Sebagai bekal konkret yang dapat langsung diterapkan di kelas, Ibu Naili membagikan Tiga Strategi Praktis harian: Morning Check In untuk memvalidasi emosi anak sebelum belajar, Reflection Time, dan pengisian Gratitude Journal (jurnal syukur) guna membangun optimisme siswa.
“Anak mungkin lupa apa yang kita ajarkan secara lisan. Tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana hangatnya kita memperlakukan mereka.” — Naili Adilah Hamhij, M.Pd.
Melalui refleksi mendalam ini, IGI Lampung mengajak seluruh guru dan kepala sekolah untuk tidak sekadar mengajarkan rumus dan materi akademik, melainkan memberikan keteladan serta ketenangan yang mendalam di lubuk hati para murid.
#IkatanGuruIndonesia #IGILampung #Kemendikdasmen #WorkshopPendidikan #PendidikanKarakter #KecerdasanEmosional #GuruIndonesia #MerdekaBelajar #PendidikanLampung #IndonesiaEmas2045











