GURU PENULIS BUKAN LAGI MIMPI(Catatan SAGUSAKU)

3
1902

Ikatan Guru Indonesia akhirnya sukses menyelenggarakan Gerakan Nasional Satu Guru Satu Buku atau lebih dikenal dengan Istilah Sagusaku.

Serang dan Semarang telah memulainya, minggu lalu, 11-12 Feberuari 2017 bertempat di Aula Dinas Pariwisata Provinis Banten, 53 guru berlatih menulis buku dengan benar. Pelatihan penulisan buku yang dipandu langsung oleh dua master coach SAGUSAKU Slamet Riyanto dan Joko Wahyono, guru bukan sekedar dilatih tetapi diarahkan untuk betul-betul bisa membuat buku yang menarik.


Mengapa IGI menyebutnya sebagai gerakan nasional?

Karena IGI akan menyelenggarakan Dikat Sagusaku tatap muka dan dalam jaringan di seluruh provinsi di Indonesia. Setiap minggu IGI dibawah komando IGMP Bahasa Indonesia akan melaksanakan langsung di Ibu kota provinsi atau ditempat lain yanh ditunjuk oleh Pengurus Wilayah IGMP Bahasa Indonesia.

Semangat Guru Menulis ini terlihat luar biasa, beragam judul sudah diajukan dan mereka terus dibimbing secara online setiap saat. Sungguh menyesal mereka yang tak terlibat didalamnya. Diklat SAGUSAKU menuntun guru untuk bisa membuat 1 buku minimal sekali dalam hidupnya. 

Nurbadria, Ketua pengurus pusat IGMP Bahasa Indonesia didampingi Neli Pori dan Firna Yulistiana sebagai Sekertaris dan Bendahara terus memfasilitasi guru untuk terus berlatih dan menyusun buku.

Hari ini, 18 Februari 2017 dan Besok 19 Februari 2017 di Islamic Centre Semarang, puluhan guru ikut diklat SAGUSAKU dengan Master Coach Joko Wahyono sebagai pelatihnya didampingi Ketua Pengurus Pusat IGMP Bahasa Indonesia Nurbadria. Tatap muka 2 hari lalu dibimbing hingga bukunya jadi adalah sesuatu yang luar biasa.

Minggu akan lanjut di Surabaya lalu ke Makassar dan terus berlanjut hingga seluruh provinsi tuntas.

Kedepan Diklat Sagusaku akan turun ke IGMP-IGMP lainnya dengan berbasi mata pelajaran. Cita-cita SAGUSAKU sesungguhnya bukan sekedar mendorong dan melatih guru menulis buku tetapi juga melahirkan karya besar bersama yang akan menjadi referensi bagi dunia pendidikan di seluruh Indonesia.

Harapan masa depan SAGUSAKU, tak ada lagi kekurangan referensi bagi anak-anak Indonesia, karena guru-guru mereka sudah menjadi sumber referensi terpercaya lewat buku-buku yang dibuat dan disusun sendiri oleh guru yang paham teori dan mengerti aplikasi lapangannya.

Jakarta, 18 Februari 2017

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat 

Ikatan Guru Indonesia.

Comments

comments

3 KOMENTAR

  1. Mau menulis? Awali dengan rasa kepercayaan diri terlebih dahulu dan mulailah dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here