IGI BALI MENJAWAB TANTANGAN IBU KADIS

(Sesi MENUMU BALI = menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga, pada penerbangan dari Denpasar ke Semarang diatas Wings Air)

0
1070

Pagi tadi saya tiba di Bali sekitar jam 08.45. Begitu turun dari pesawat di Bandara Ngurah Rai saya langsung dijemput oleh ibu Dr. Wayan Suciani ketua Ikatan Guru Indonesia Bali. Saya agak terkejut juga karena  yang  menjemput saya adalah seorang wanita bergelar doktor tetapi setelah bertemu muka ternyata beliau adalah teman lama yang dulu pernah satu kegiatan di Jakarta.

Segera saya diantar beliau untuk meluncur menuju ke LPMP Bali. Seumur-umur baru kali ini saya disopiri oleh seorang doktor wanita, mungkin inilah yang disebut sebagai kesetaraan gender, pikir saya sambil tersenyum. Saya mengagumi doktor yang satu ini karena di sela-sela waktunya yang padat untuk memberikan berbagai diklat di Bali maupun di tingkat nasional beliau masih sempat membaktikan diri untuk kemaslahatan ibu pertiwi  dengan berorganisasi di IGI. Sebelum  sampai di LPMP saya  diajak mampir  ke sebuah resto Jerman yang menyuguhkan makanan khas Bali untuk sarapan. Di situ saya mencoba menu urap Bali dengan sambal bawang merahnya plus telur semi asin yang terasa sangat nikmat ketika disantap di saat perut sedang kelaparan. Apalagi ditambah dengan  es teler Jerman alias jeruk manis sebagai minumannya, semuanya menjadi sangat sempurna.

Selepas dari resto tersebut kami segera menuju ke LPMP Bali, tempat yang pernah saya tinggali  selama dua minggu dua bulan lalu. Di sana sudah disiapkan sebuah ruangan full AC untuk pertemuan dengan kawan-kawan pengurus IGI Bali. Bu Ketut Mertasih, sekretaris IGI Bali sempat mengatakan bahwa tempat itu sangat cocok untuk kegiatan-kegiatan training IGI. Sayapun menambahkan bahwasanya IGI sudah merancang kerjasama dengan Dirjen Dikdasmen dan disepakati bahwa semua LPMP di seluruh Indonesia bisa digunakan untuk kegiatan pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi guru oleh IGI.

Tujuan saya datang ke Bali pada hari ini adalah  menjadi delegasi pengurus pusat IGI untuk melakukan audiensi dengan kepala dinas pendidikan Bali sebagai anjangsana dalam rangkaian pelan persiapan pelantikan. Maka segera kami berdiskusi tentang kegiatan yang akan kita lakukan terkait dengan pelantikan IGI Bali. Kegiatan itu akan dibarengkan dengan kegiatan literasi  jasa keuangan untuk guru-guru SD kerjasama IGI Bali dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali pada tanggal 12-13 Oktober 2016 nanti

Jam 12.30 kami lepas dari LPMP Bali menuju ke kantor dinas pendidikan provinsi Bali. Kami berdelapan sudah ditunggu oleh kepala dinas provinsi bali di ruang kerjanya. Segera ibu Wayan Suciani memperkenalkan kami satu persatu dan membuka pembicaraan tentang maksud dan tujuan kedatangan kami. Setelah berbasa basi sebentar sampailah pada giliran saya untuk berbicara.  Saya segera memaparkan tentang IGI sebagai sebuah organisasi profesi dan kegiatan kegiatannya selama ini dalam meningkatkan kompetensi para guru di seluruh indonesia. Program utama IGI tentang satu juta guru terlatih literasi produktif berbasis IT saya sampaikan dengan detail. Saya sempat memperkenalkan  beberapa istilah unik di dalam gerakan IGI seperti Sagusatap, Sagusanov, Sagisandro, Sagusakti, dan lain-lain termasuk istilah baru yang saya coba galakkan untuk mensupport gerakan literasi produktif berbasis IT. Istilah tersebut adalah  MENUMU BALI alias  menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga. Saya mendemokan bagaimana MENUMU BALI kita lakukan. Ibu Kadis sangat tertarik dan ingin sekali  menerapkannya di rapat-rapat. Bahkan beliau juga ingin Pak Gubernur Bali menerapkan aktivitas tersebut.

Di samping tentang literasi saya juga mendemokan bagaimana cara membuat lukisan dan animasi dengan cepat dan mudah di dalam tablet samsung A8 Program Sagusatab. Ibu Kadis sangat tertarik dan ingin sekali menerapkan paperles school dengan memberdayakan penggunaan tablet untuk sekolah. Beliau bahkan menanyakan harga tablet terbagus dari samsung.

Rencananya tablet akan digunakan di SMA dan SMK Bali Mandara yang merupakan sekolah unggulan milik provinsi Bali. Sekolah itu muridnya adalah anak-anak termiskin di Bali. Anak-anak itu di asramakan di tempat terpencil tetapi dengan fasilitas yang  cukup lengkap. Hasilnya ternyata luar biasa. Semua lulusannya diterima di universitas-universitas terkemuka di dalam negeri dan sebagian mendapat beasiswa ke berbagai universitas di luar negeri.

Ibu Kadis sangat tertarik dengan program-program yang kami sampaikan dan beliau sepakat untuk mendukung apapun program IGI yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi para guru di Bali. Beliau  meminta bantuan IGI agar membantu mewujudkan sisfo PPD dengan masuknya SMA dan SMK dalam pengelolaan dinas pendidikan provinsi mulai bulan Oktober tahun ini. Untungnya kami membawa Pak Wayan Sukanda yang biasa berkutat dengan IT dan Pak Komang yang merupakan salah satu pengurus gigi Bali yang menjadi tim pengembang Dapodik nasional. Pak Komang ini adalah ahli jaringan yang memiliki teamwork IT dengan  berbagai keahlian sehingga permasalahan Ibu Kadis sangat bisa diselesaikan oleh IGI.

Ibu Kadis bahkan juga menantang IGI untuk menyelesaikan permasalahan di SMA dan SMK Bali Mandara. Sekolah tersebut peminatnya sangat banyak.  Setiap tahun ajaran baru  ada hampir 1000 calon murid yang mendaftar tetapi sekolah tersebut, tetapi sayangnya sekolah hanya bisa menerima 100 orang  siswa baru. Pada tahun 2017 nanti mereka ingin menampung siswa yang jumlahnya 2 kali lipat dari tahun sebelumnya tetapi jumlah lokal kelas untuk belajar masih tetap sedangkan jumlah asrama masih sangat cukup untuk menabung jumlah peserta didik baru yang membengkak dua kali lipat.

Atas tantangan ini kita mengusulkan  untuk  melakukan pembelajaran dengan model shift pagi siang dengan menggunakan  blended learning  atau  daring kombinasi dengan menggunakan tablet yang terkoneksi dengan server dalam sistem local area network. Semua konten pembelajaran diletakkan di dalam server dan para siswa mengakses server seperti halnya mengakses internet hanya saja ini jaringannya terbatas dalam lingkungan khusus di sekolah. Kita merencanakan menggunakan Samsung Knock untuk program satu  siswa satu tablet yang diterapkan di SMA dan SMK Bali Mandara.

Ibu Kades tampak mangut-mangut puas terhadap jawaban kita dalam menanggapi tantangan beliau, dan beliau berjanji untuk bisa datang dalam pelantikan pengurus IGI Bali yang rencananya akan digelar  pada tanggal 12 Oktober 2016 nanti di salah satu hotel di Denpasar Bali. Setelah foto-foto sebentar kamipun mohon pamit untuk melanjutkan kegiatan di kantor OJK Bali.

Salam Pergerakan Pendidikan!

Mampuono

Sekjen IGI

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here