GELIS MILENIAL PADA MPLS DI SMKN 2 TAHUNA

0
101

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tahuna pada hari terakhir kemarin (Kamis, 18 Juli 2019) para Peserta yang dibagi dalam 7 gugus sangat antusias mengikuti setiap kegiatan, dimana salah satu materi yang diterima ialah mengenai GELIS (Gerakan Literasi Sekolah). Menghadirkan Pelatih Literasi Nasional Sagusaku IGI (Jevery Paat, S.Pd) yang juga adalah Guru Akomodasi Perhotelan di SMK Negeri 2 Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.

Acara yang dipandu oleh Helen M. N. Tatoda, S.Pd.K (Guru Pendidikan Agama Kristen) yang juga Pembina OSIS dibuka dengan laporan dari ketua kelas perwakilan salah satu siswa Peserta MPLS. Pada awal memulaikan materi narasumber memberikan ice breaker kepada seluruh siswa kemudian mengecek kelengkapan alat tulis menulis serta mengajak para siswa untuk konsenterasi dalam mengikuti materi. Antusias luar biasa para siswa dalam menerima materi yang ditayangkan lewat power point melalui slide yaitu tentang; Apa itu literasi?, Sudakah anda berliterasi?, Kapan anda melakukan literasi?, Apa bukti bahwa anda sudah melakukan literasi?.

Pada kesempatan ini juga Jevery Paat sebagai pelatih Literasi Nasional Sagusaku IGI yang pernah menjadi narasumber Workshop Spektakuler Sagusaku of Inspiring Writer di Sentani-Kabupaten Jayapura (Agustus 2018) dan Kabupaten Keerom Provinsi Papua pada (September 2018) dimana dari hasil melatih tersebut telah menghasilkan buku Antologi Sagusaku Sentani & Antologi Artikel Guru Kabupaten Keerom serta telah menghasilkan 20-an buku tulisan para Guru dari hasil kegiatan Workshop Sagusaku di Sangihe. Terlebih dulu memberikan edukasi kepada para peserta MPLS SMKN 2 Tahuna tentang pengaruh digitalisasi dalam menyambut peradaban revolusi industri 4.0 dimana para siswa peserta MPLS ini sebagai generasi milenial ujung tombak masa depan bangsa akan diperhadapkan dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga pada kesempatan ini pelatih literasi nasional Sagusaku IGI ini juga menyampaikan tentang literasi milenial yang berdasarkan hasil sharing dengan peserta MPLS bahwa 98% dari peserta yang hadir mengikuti MPLS pada hari ini adalah pengguna smartphone, dimana kecenderungan mereka menghabiskan waktu dengan bermain handphone ketimbang membaca buku.

Pada sesi selanjutnya Jevery Paat sebagai narasumber menyampaikan tentang sarana literasi milenial yang perlu di manfaatkan secara positif sebagai media pembelajaran yaitu: media sosial, aplikasi, kelas maya, dan sumber internet. Sebagai kaum milenial hendaknya turut serta memberdayakan kompetensi diri guna mengkolaborasikan kegiatan membaca dan menulis dengan fitur-fitur pembelajaran sebagai bagian dari literasi milenial.

Di akhir kegiatan para siswa peserta MPLS diberikan kesempatan menulis, dalam waktu 15 menit. Dan sungguh luar biasa antusias mereka karena berbagai karya tulisan inovatif muncul dari ide-ide mereka dalam bentuk puisi, pantun, cerita, prosa, bahkan ada sejenis surat curhatan. Ternyata di balik berbagai karakter mereka tersimpan potensi menulis yang perlu diasah dan tingkatkan.

Tak lupa pada kesempatan ini, narasumber memberikan kenang-kenangan berupa buku sebagai doorprize kepada 2 orang siswa yang membacakan hasil tulisan mereka di depan yang diserahkan oleh penanggung jawab gugus Ibu. Lani Dalending, S.Pd dan Ibu. Tasya Saharieng, SKM.
Akhirnya, teruslah berkarya dengan berliterasi untuk meningkatkan kompetensi di era kompetitif untuk seluruh siswa SMK Negeri 2 Tahuna, guna menyambut Revolusi Industri 4.0.

Ref./foto: Jefery Paat

Comments

comments