Geliat IGI HSU di Amuntai Kota Bertaqwa

0
960

Oleh: Ahmad Kusairi

Setelah diresmikan akhir September lalu di Aula Banua Amuntai, Pengurus Ikatan Guru Indonesia Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara mulai bergerak perlahan namun pasti. Jumlah anggota di sisfo IGI menjadi bukti keseriusan pengurus daerah dalam memajukan IGI dan mencerdaskan guru-guru Indonesia.

Seperti halnya pohon muda yang baru tumbuh ditengah ekosistem, pasti banyak tantangan dan rintangan yang datang silih berganti. Mulai dari rumput dan ilalang yang berusaha menutupi, angin bertiup yang seperti tidak memilih kasih, sampai pohon-pohon besar yang seakan tidak mau berbagi sinar mentari, bahkan mungkin terkena libasan binatang yang lalu lalang.

Wajar… dan itu sangat wajar sekali dalam proses pertumbuhan, dan itulah yang akan menjadikan kuatnya IGI HSU dikemudian hari.

IGI HSU lahir tidak untuk menyaingi siapapun, IGI HSU ada untuk bermitra dengan tujuan yang sama, mencerdaskan guru. Jadi alangkah anehnya jika ada suatu organisasi dan personal merasa tersaingi bahkan terganggu dengan hadirnya IGI di HSU. Suatu beban yang berat jika dipikul oleh beberapa orang pastilah lebih mudah untuk membawanya, seperti itulah mungkin tujuan IGI di HSU.

Tapi biarlah… untuk sementara IGI tetap berotasi pada sumbu yang telah disediakan untuk membentuk sebuah revolusi.

Ada banyak hal yang harus dibenahi dalam diri seorang guru, tapi tidak semuanya bisa dicapai dalam waktu yang cepat. IGI HSU akan berjalan perlahan memberikan pemahaman dan pengertian bahwa guru tidak harus merubah cara mengajar dengan beban yang seakan dipaksakan, tapi berusaha mengenalkan bahwa mengajar itu sebenarnya mengasikkan jika kita memanfaatkan teknologi yang ada disekitar dan mungkin beberapa sudah dimiliki.

Ada banyak hal yang ingin dilakukan IGI HSU bersama guru-guru yang ingin ikut bergandengan tangan, IGI HSU ingin guru-guru tidak ada lagi yang dibilang gagap teknologi (gaptek), guru sekarang mengajar di ABAD 21 dan itu yang harus disadari. Tidak ada kata tua dalam belajar…

Jangan sampai guru dibuat malu oleh siswa yang sudah mulai terbiasa dengan teknologi, guru yang mengajar bermodal beberapa buku pegangan yang tahunnya pun kadang sudah kadaluarsa, sedangkan siswa bisa memperoleh informasi baru tentang pelajaran di dunia maya dengan bermodal teknologi.

photo_2016-11-22_11-36-37Ada yang bilang hal tersebut adalah salah satu bukti suksesnya guru dalam mendidik siswanya, guru bisa membuat siswa lebih pintar dari dirinya. Pendapat itu mungkin benar baginya dan salah bagi guru lainnya.

Akibatnya, sekarang banyak siswa yang menyalahgunakan teknologi dalam hal negatif dan itu bisa dikatakan suatu penyimpangan makna dari tujuan teknologi dalam pendidikan.

Salah siapa? Guru? Orang tua? atau siswa itu sendiri?

photo_2016-11-22_11-36-11Kita tidak bisa hanya menyalahkan orang tua dan siswa selama kita tidak pernah membuatkan jalur dan arahan yang harus dilalui oleh para siswa dalam menggunakan teknologi. Ibarat sebuah jalan raya, guru harus membuatkan rambu-rambu lalu lintas dan tempat persinggahan.

Hal inilah yang sedang dilakukan IGI HSU bersama guru yang mau di ajak berjalan bersama, silahkan jika ada guru yang ingin menyusul dibelakang atau bahkan tidak ingin ikut sama sekali. IGI HSU akan tetap menjunjung motto IGI, Sharing dan Growing Together.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here