Cikgu IGI Jakarta Berjumpa Cikgu SIKL

0
37

Ikatan Guru Indonesia (IGI) DKI Jakarta mengadakan kunjungan persahabatan ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Senin, 2 Desember 2019. Kedatangan IGI DKI Jakarta kali ini sekaligus mensosialisasikan School To School Training (STST) Program bagi guru-guru Indonesia yang mengajar di luar negeri.

Acara yang di awali dengan ramah tamah ini mendapatkan respon positif dari pihak SIKL. Kepala Sekolah SIKL Encik Abdul Hajar menyatakan bahwa keberadaan IGI sebagai salah satu organisasi guru di Indonesia memang sangat dibutuhkan, Encik Abdul Hajar berharap IGI DKI Jakarta bisa menjadi kepanjangan tangan bagi suara guru-guru Indonesia di luar negeri, kedepannya Encik Abdul Hajar menginginkan jalinan persahabatan SIKL dengan IGI DKI Jakarta semakin erat, program yang ditawarkan IGI DKI Jakarta diharapkan bisa dilaksanakan di Kuala Lumpur, khususnya untuk guru-guru Indonesia di SIKL.

Syaripudin, sekretaris IGI DKI Jakarta sekaligus direktur program STST menyambut baik tawaran kerjasama dari SIKL. Bagi IGI DKI Jakarta berbagi dan bertumbuh bersama adalah cita-cita sepanjang hayat Sharing and Growing Together. Syaripudin juga menyampaikan keberadaan IGI DKI Jakarta telah sampai pada puncak pengakuan, dibuktikan dengan keberhasilan IGI DKI Jakarta memenangkan penghargaan PADMAMITRA AWARD dari pemerintah DKI Jakarta. Sebagai kenang-kenangan kedua pihak saling bertukar cendramata, IGI DKI memberikan plakat sebagai ucapan terima kasih dan tanda persahabatan, diberikan pula sekumpulan buku-buku karya guru-guru anggota IGI DKI Jakarta. Pihak SIKL sendiri memberikan kejutan manis dengan menghadiahi IGI DKI sebuah bingkai foto kebersamaan IGI DKI Jakarta dan SIKL selama di Kuala Lumpur.

Di akhir kunjungan IGI DKI diperkenankan untuk melakukan school touring di SIKL. Satu yang menarik dari SIKL adalah adanya martikulasi bagi siswa yang telah diberikan remedial berkala tapi masih belum memenuhi standar ketuntasan belajar mengajar. Dengan adanya martikulasi tidak ada siswa yang tinggal kelas, siswa diberikan kesempatan mengulang materi pembelajaran yang tertinggal di kelas berikutnya.

Ref. Lilis Eka – IGI DKI Jakarta.

Comments

comments