Sunday, May 24, 2026
spot_img
Home Berita Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku kolaborasi dalam Training of Facilitator “Time for...

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku kolaborasi dalam Training of Facilitator “Time for Change, Mengubah Dunia dari Ruang Kelas”

0
64

Ambon, IGI.OR.ID- Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku turut ambil bagian dalam kegiatan Training of Facilitator (ToF) yang diselenggarakan bersama Ashoka Indonesia selama tiga hari, pada tanggal 21–23 Mei 2026 di Hotel Santika Premiere Ambon. Kegiatan ini mengusung tema “Time for Change: Mengubah Dunia dari Ruang Kelas” dan menghadirkan berbagai komunitas guru dari sejumlah kabupaten/kota di Maluku, termasuk Kota Ambon dan Kota Tual.

Pelatihan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi para pendidik untuk memperkuat kapasitas dalam merancang solusi jangka panjang terhadap berbagai persoalan pembelajaran dan tantangan yang dihadapi siswa di kelas. Melalui pendekatan partisipatif, para guru dilatih agar mampu menghadirkan praktik-praktik baik yang lebih berpihak kepada murid sesuai karakter, kebutuhan, dan kecenderungan belajar mereka.

Kegiatan ini juga dibersamai oleh lima co-fasilitator dari IGI Maluku bersama puluhan guru anggota IGI yang aktif terlibat dalam diskusi, refleksi, simulasi, hingga penyusunan rancangan aksi perubahan di sekolah masing-masing.

Selain komunitas guru, workshop ini turut menghadirkan berbagai komunitas lokal maupun nasional yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperkuat semangat kolaborasi dalam melahirkan ide-ide kreatif yang kontekstual dengan nilai-nilai kemalukuan, keberagaman, kearifan lokal, serta pendidikan yang berpihak kepada murid.

Ketua Ikatan Guru Indonesia Maluku, Ode Abdurrachman, memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan sosial melalui pendidikan.

“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan penguatan kapasitas, tetapi juga ruang lahirnya ide dan gerakan bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan murid serta tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan berbagai komunitas dalam forum ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak agar perubahan yang dihasilkan lebih berdampak dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan Training of Facilitator ini, diharapkan para guru dan komunitas pendidikan di Maluku mampu terus menghadirkan inovasi pembelajaran serta membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan generasi muda Maluku.