GEMPA IGI DI SELURUH PENJURU NEGERI

0
241

RICA ROSTIANY

Alhamdulillaah, TOT 2 baru saja selesai kami lalui. Training yang luar biasa, karena begitu banyak manfaat yang dapat kami petik di dalamnya.

Sebuah perjalanan dan pencarian panjang mengawali kisah kebersamaanku bersama IGI. Dulu, aku kerap mengajak teman-teman guru yang lain untuk aktif mengasah keterampilan dan pengetahuan sebagai salah satu upaya untuk self-upgrading agar tidak menjadi guru jadul yang selalu ketinggalan informasi. Tapi penolakan demi penolakan selalu aku alami. Hingga akhirnya, aku berpikir bahwa aku butuh wadah yang dapat memfasilitasi semua semangatku untuk mencari ilmu. Sejak saat itu, dimulailah perjalananku, hingga pada suatu hari di sekitar lima tahun yang lalu, aku membaca sebuah informasi tentang IGI. Disitulah aku mulai merasa menemukan dunia yang selama ini aku cari. Bertemu dan bergerak bersama-sama dengan sebuah komunitas yang saling berbagi ilmu dan keterampilan dalam mengajar, yang tentunya akan sangat bermanfaat sekali, tidak hanya untuk kita sebagai seorang guru, namun juga untuk anak-anak didik kita kelak. Sesuai dengan motto IGI, “Sharing and Growing Together”, aku benar-benar merasakan bahwa di IGI, kami para guru benar-benar saling berbagi dan tumbuh bersama-sama. Alhamdulillah..

Sejak aku mengenal IGI dan kemudian masuk menjadi pengurus di dalamnya, aku merasakan banyak sekali manfaat yang aku dapatkan. Beragam ilmu bermanfaat dan teman-teman baru seakan berebut masuk ke dalam kehidupanku melalui pelatihan demi pelatihan yang diselenggarakan oleh IGI. Ah, senang dan bersyukur sekali rasanya, Allah telah mempertemukan aku dengan IGI.

Kuakui, dan sangat aku syukuri pula, sejak kongres IGI II yang berlangsung di Makassar tahun lalu, di bawah pimpinan ketua umum Muhammad Ramli Rahim, IGI semakin berkibar dan semakin bertumbuh dengan pesat. Gelora semangatnya semakin terasa hingga ke berbagai pelosok daerah yang sebelumnya belum tersentuh sama sekali. Seolah terjadi “gempa IGI” di seluruh penjuru tanah air. Dan Alhamdulillah, akhirnya semua guru di seluruh penjuru tanah air pun ikut bangkit, ikut terbakar semangatnya, dan akhirnya ikut bergerak untuk saling menularkan semangat dan saling mentransfer berbagai ilmu dan keahlian yang masing-masing mereka miliki. Aku pun turut melihat dan merasakan semua geliat dan gelora itu, ah betapa bangganya melihat betapa semangatnya para guru IGI untuk saling berbagi dan bertumbuh bersama-sama..

Suatu ketika, aku mendapat informasi tentang kegiatan TOT yang akan diselenggarakan di Surabaya. Sejujurnya, saat itu aku ingin sekali mengikuti kegiatan tersebut. Karena aku tahu persis, semua pelatihan yang diselenggarakan oleh IGI selalu membuat kami merasa, “datang kosong, pulang penuh berisi”. Namun sayangnya, saat itu aku belum berjodoh dengan kegiatan TOT tersebut. Hingga akhirnya, aku mendapat informasi tentang akan diadakannya kegiatan TOT 2 yang hanya akan diadakan di 12 provinsi, maka aku pun langsung bersemangat untuk ikut mendaftar di Jakarta.

Tanggal 24 hingga 25 Desember, TOT 2 dilaksanakan di Gedung Kemenag di daerah Cakung Jakarta Timur, dengan para trainer yang sebagian merupakan alumni TOT 1 Surabaya. Dalam TOT 2 tersebut kami dibimbing oleh para trainer handal tersebut, yakni Bapak Danang Hidayatullah, Ibu Nur Azijah, Bapak Ali Mustahib Elyas, Bapak Syaripudin, dan lainnya.

Mengikuti TOT 2 ini, rasanya seperti memasuki dunia baru yang begitu amazing, mencengangkan, menyenangkan dan mengasyikkan. Disana kami belajar begitu banyak tentang tools-tools yang dapat kami gunakan dalam mendukung dan menunjang pembelajaran. Mulai dari pembelajaran mengenai bagaimana cara menggunakan S Note, bagaimana merubah tulisan tangan atau coret-coretan menjadi tulisan standar, bagaimana membuat bentuk-bentuk geometri, bagaimana memasukkan rumus, bagaimana cara menggunakan metode menulis dengan mulut dan mendengarkan dengan telinga atau menemu baling. Kemudian kami juga belajar tentang bagaimana cara membuat komik, memahami  penggunaan barcode AZ recorder, dan banyak hal yang menarik lainnya yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk diaplikasikan dalam pembelajaran. Semakin banyak kami belajar, semakin terasa betapa sangat sedikit ilmu yang kami miliki. Aku merasa, IGI itu seperti lautan ilmu. Maka, sebagaimana layaknya air laut, semakin banyak kita meminumnya, malah akan semakin membuat kita haus. Seperti itulah IGI. Semakin diikuti, semakin tak ingin berhenti untuk belajar.

 

Comments

comments

BAGIKAN
Artikulli paraprakBERUSAHA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK
Artikulli tjetërKREATIFITAS GURU DI ERA DIGITAL
Guru di Kalimantan Selatan, saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen Bidang Literasi dan Publikasi Karya Guru

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here