Ternyata IGI Tak Seperti Mimpiku Dulu

1
1119
Terbang bersama Garuda, Terima kasih pak Dirjen GTK Kemdikbud atas bantuan Garuda Miles nya...
Terbang bersama Garuda, Terima kasih pak Dirjen GTK Kemdikbud atas bantuan Garuda Miles nya…

Ternyata IGI Tak Seperti Mimpiku Dulu
Oleh Ahmad Kusairi

Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisasi profesi yang bergerak dalam upaya penigkatan mutu guru Indonesia. “Ahh, sama saja dengan organisasi lain yang cuma banyak omong” imbuhku dalam hati. Tapi secara kebetulan aku diseret kedalam IGI yang kupikir hanya memberatkan tugas-tugasku.
Beberapa waktu ku jalani bersama IGI dan seperti orang baru nikah, aku mulai bermimpi ini dan itu.

Mimpi awalku ikut IGI ingin menjadi titik awal keseriusan ku untuk beranjak dari tempat duduk empuk yang selama ini ku duduki, bagaimana tidak! Kegiatan sehari-hari hanya berkutat dengan sekolah dan pelajaran dan memanfaatkan beberapa madia yang tersedia, itu pun bisa dihitung dengan jari. Bahkan lebih sering memberikan pelajaran hanya bermodal buku pegangan yang telah disediakan, itupun kadang jarang disesuaikan dengan RPP yang notabenenya hanya nyontek (editname-print).

Kupikir mungkin di IGI ini akan lebih membuka wawasanku untuk berkumpul dan berdiskusi dengan guru lain agar cara mengajarku lebih baik lagi.
Kupikir mungkin di IGI ini akan lebih membuka mata untuk lebih memanfaatkan media yang telah disediakan disekolah.
Kupikir mungkin di IGI ini akan lebih mengenal berbagai metode mengajar dan membuat suasana belajar menjadi lebih efektif.
Kupikir mungkin di IGI ini hayalanku untuk menulis berbagai kisah akan terpenakan dengan lebih teratur.
Kupikir mungkin di IGI ini segala yang tidak mungkin akan bisa terwujud.
Kupikir mungkin di IGI ini mimpi dan anganku menjadi kenyataan.

Ada banyak mimpi-mimpi yang terbayang sampai hal yang tidak masuk akal sekalipun dan sering kali dicemooh beberapa orang. “Biarlah…” ucapku dalam hati.

Ini akan ku ceritakan kepada kawan-kawan yang berprofesi guru khususnya yang belum menjadi anggota IGI.
Begini Ceritanya !!!
kusairi4Awal Oktober aku mengikuti kegiatan IGI yang bertema “TOT Literasi Berbasis IT” yang dilaksanakan di Surabaya dan inipun bagiku hanya keberuntungan dan takdir. Alasan mengapa aku yang berangkat dari 43 pengurus daerah itu takkan kuceritakan disini, pembaca akan tersenyum dan mungkin bingung.
Sedikit bocoran, Ketua IGI yang levelnya sudah Dosen, Sekretaris dan Bendahara IGI pun sdh S2. Sementara aku hanya guru standar lulusan S1. Ternyata aku yang disuruh berangkat TOT. Kan Anehhh…. !!!
Akupun menyetujuinya dan akhirnya berangkat ke Surabaya.
Hari pertama di TOT IGI, aku merasa seperti sangat kecil bahkan hanya sebutir pasir ditengah sahara. Ini sempat ku ceritakan kepada kawan disampingku yang berasal dari provinsi lain yang sebenarnya baru ku kenal beberapa menit sebelumnya.
Tapi ternyata Dia langsung menasehatiku dan membesarkan perasaanku seakan-akan sudah lama kenal.
Setelah itu aku mulai membuka mataku lebar-lebar, membuka pikiranku seluas-luasnya, mengcopy setiap materi yang kudengar kedalam hardisk otakku.
Aku mulai tumbuh dan berusaha terus tumbuh agar aku bisa menjadi seperti mereka, guru-guru hebat dipenjuru Indonesia.
Aku mulai kenal dengan beberapa istilah yang hanya ada di IGI.
Aku mulai kenal Sagusablog.
Aku mulai kenal Sagusanov.
Aku mulai kenal Sagusaku.
Aku mulai kenal Sagusakti
Aku mulai kenal Sagisandro.
Aku mulai kenal Sagusatab.
Aku mulai kenal Komik pembelajaran.
Aku mulai kenal Animasi Drawing.
Aku mulai kenal Menemu Bali
Aku mulai kenal Banyak hal di IGI
Dan juga aku mulai kenal dengan SAMSUNG yang sebenarnya sudah beberapa tahun menemaniku.

TAPI TERNYATA CEMOOH DAN CIBIRAN MEREKA DULU BENAR*
Segala mimpi dan hayalan ku bersama IGI ternyata tidak sesuai dengan yang kuharapkan.

Kupikir DULU mungkin di IGI ini akan lebih membuka wawasanku untuk berkumpul dan berdiskusi dengan guru lain agar cara mengajarku lebih baik lagi. TERNYATA di IGI ada istilah “Sharing dan Growing Together” yang lebih dari sekedar diskusi.

Kupikir DULU mungkin di IGI ini akan lebih membuka mata untuk lebih memanfaatkan media yang telah disediakan disekolah. TERNYATA di IGI kita di ajarkan membuat media sendiri, tidak hanya sekedar memanfaatkan. Oke kan !!!

Kupikir DULU mungkin di IGI ini akan lebih mengenal berbagai metode mengaja

LT. A. Kusairi Kalsel, [27.10.16 14:11]
r dan membuat suasana belajar menjadi lebih efektif. TERNYATA di IGI kita tidak hanya fokus ke metode, di IGI di ajarkan menggunakan IT seperti Samsung dalam pelajaran yang jarang dilakukan oleh guru, dan ini menjadi hal baru bagi siswa. Mantap kan !!!

Kupikir DULU mungkin di IGI ini hayalanku untuk menulis berbagai kisah akan terpenakan dengan lebih teratur. TERNYATA di Kanal Sagusablog bentukan IGI kita tidak hanya menulis beberapa kisah, semua kisah yang terbayang di pikiran kita langsung bisa kita tulis tanpa ada yang menghalangi. Hebat kan !!!

Kupikir DULU mungkin di IGI ini segala yang tidak mungkin akan bisa terwujud. TERNYATA menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga hanya ada di IGI, tidak ada di organisasi profesi lain, Aneh kan..!

Kupikir DULU mungkin di IGI ini mimpi dan anganku menjadi kenyataan. TERNYATA lebih dari sekedar kenyataan, itu ku alami sendiri. Penasaran kan !!!.

Sedikit bocoran lagi, Ketua IGI yang levelnya sudah Dosen, Sekretaris dan Bendahara IGI pun sdh S2. Sementara aku hanya guru standar lulusan S1. Ternyata aku yang disuruh berangkat TOT.
TERNYATA mereka tidak memanfaatkan IGI untuk jalan-jalan keluar kota, mereka benar benar ingin membuat IGI besar dan mematahkan segala cemooh dan cibiran tentang IGI. Mereka memiliki alasan memilih ku untuk ikut TOT yang sekarang sudah ku mengerti.

Itulah hebatnya IGI.
Tempat para guru-guru yang ingin berubah menjadi lebih baik.
Tempat para guru-guru hebat yang rendah diri.
Tempat para Pelatih dan duduk sejajar dengan peserta.
Tempat para pemimpin yang tidak segan duduk bersama walau hanya sekedar makan dan berfoto.
Tempat orang-orang yang ingin merubah dunia melalui pendidikan.

Terima kasih MMR
Terima kasih Ka Rose
Terima kasih A.Halim
Terima kasih Gusti Surian
Terima kasih Elyas
Terima kasih Kholiq
Terima kasih Mr.Mung
Terima kasih Mampouno
Terima kasih Abdu Sayhid (Ket)
Terima kasih Anshari (Sekr)
Terima kasih Mursyidah (Bend)
Terima kasih Semua Mentor
Terima kasih IGI
Terima kasih Semua Mitra IGI

Kami siap bergerak di depan IGI untuk merubah dunia.

ADA YANG MASIH MIKIR UNTUK MASUK IGI???

Comments

comments

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here