Sagusaku Angkatan 3 Wonogiri Siap Melahirkan Ratusan Karya Buku

0
309
Antusias Peserta pada Workshop Sagusaku

Selang 9 hari pasca pelatihan Sagumanisan, IGI Wonogiri mulai menggelar pelatihan Sagusaku yang kali ini merupakan angkatan ke tiga. Jeda waktu yang begitu singkat tentunya membuat kerja pengurus dan panitia harus lebih ekstra keras. Dari target 100 peserta sesuai proposal yang diajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, panitia harus menambah kursi ekstra sebanyak 48. Itupun masih puluhan calon peserta yang terpaksa tidak diterima karena pertimbangan kenyamanan tempat dan efektifitas pendampingan.

Ketua panitia, Suyanto S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan sagusaku dilaksankan hari senin-Selasa 17-18 Desember 2018. Target hasil Sagusaku ini adalah semua peserta pelatihan bisa menyelesaikan bukunya dalam waktu dua bulan. Sistem presensi digital dengan barcode mulai dikenalkan pada kegiatan ini, sehingga peserta mulai bisa memanfaatkan smartphone untuk presensi. Ketua IGI Wonogiri melalui ketua 2 Ria Sulistiyono juga menyampaikan bahwa pencapaian Sagusaku 3 juga harus mendorong prestasi guru. Naskah bisa dilombakan di berbagai even lomba di tahun 2019.

Hadir juga memberikan sambutan, kepala bidang Perpustakaan Kabupaten Wonogiri. Dalam sambutannya, Maryanto, S.IP.M.M menyampaikan bahwa dinas Kearsipan mendukung sepenuhnya kegiatan IGI Wonogiri dengan Sagusakunya. Bahkan, tahun 2019 Perpusda akan membangun gedung baru dan akan memberikan space khusus untuk memajng karya Sagusaku. Beliau juga memberikan fasilitas satu ruangan yang bisa digunakan untuk kegiatan literasi seperti bedah buku atau pelatihan literasi yang lain. Selama ini sudah terjalin kerja sama antara Perpusda Wonogiri dengan IGI Wonogiri, diantaranya memberikan kesempatan kepada IGI Wonogiri untuk mengisi stan stan pameran milik Perpusda dalam berbagai event pameran.

Acara pada hari ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili oleh Kabid PTK. Dalam sambutannya, Retno Puspito Rini, S.H.M.Hum menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. IGI layak menjadi partner Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam kegiatan Peningkatan kompetensi guru. Beliau juga menyampaikan, “saat ini saya baru menyadari bahwa saya bukan sekedar pejabat eselon yang mengurusi para guru secara administrasi, tetapi lebih dari itu. Saya merasa menjadi guru dan ibunya para guru di Wonogiri”. Permasalahan pendidikan tentunya harus diselesaikan semua pihak dengan berkolaborasi, termasuk dengan IGI. “Kedepan, kita harus duduk bersama, merumuskan rencana dan kebijakan pendidikan, saya harap IGI ikut terlibat didalamnya”. Kata beliau diakhir sambutannya.

Kabid PTK,Retno Puspito Rini,S.H.M.Hum memberikan sambutan

Materi hari pertama adalah kebijakan pemerintah dan penjelasan tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan. Sebagai pemateri adalahkasie PTK SMP Dr. Tarmo, M.Pd dan Hery Hartanto S.Pd.M.Pd pengawas SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Mengawali materi penulisan, Gito,S.Pd selaku pelatih Sagusaku memberikan materi tentang membangun ide sebagai langkah awal menulis buku.

Pada hari kedua, Selasa 18 Desember 2018,IGI Wonogiri menghadirkan Dr. Yunus Abidin, M.Pd. Beliau adalah penulisdan dosen UPI Bandung.

Gito. S.Pd pelatih sagusaku

Konsep pelatihan sagusaku yang dilaksanakan IGI Wonogiri memang selalu beda. Tim selalu mengevaluasi di setiap akhir kegiatan. Kegiatan pelatihan bukanlah titik berat dari program IGI. Pelatihan hanya mengelola kegiatan dua atau tiga hari. Yang menjadi titik berat adalah pendampingan pasca pelatihan. Tim harus bekerja ekstra siang dan malam. Memotivasi, memberikan masukan kepada peserta agar naskahnya bisa selesai. Setiap kegiatan, target selalu kita tingkatkan. Sagusaku 1 peserta 125, target 20% pencapaian 30%. Sagusaku 2 peserta 150, target 50% pencapaian 80%. Sagusaku 3 kita target 65% peserta menyelesaikan naskah bukunya maksmal 2 bulan pasca pelatihan.

Dari setiap kegiatan, para peserta yang menyelesaikan buku tepat waktu akan kita beri reward penguatan editing, sehingga alumni sagusaku 1 dan 2 akan membantu editing karya sagusaku 3 nanti. Meskipun saat ini IGI Wonogiri sudah mempunyai tim penerbit dibawah bendera Arga Pustaka IGI Wonogiri.
Saat ini IGI Wonogiri mempunyai koleksi dua ratus lebih buku karya guru hasil pelatihan Sagusaku. Beberapa guru juga sudah berhasil mendorong siswa untuk menulis dengan program Salassaku (satu kelas satu buku). Puluhan buku karya siswa berupa antologi berhasil diterbitkan, Bahkan satu siswa kelas 5 SD sudah menghasilkan satu karya buku berjudul “Fathiya” yang saat ini sudah terjual 300 ek, dan ini mulai untuk dicetak ulang.

Semoga kegiatan di penghujung tahun 2018 berbuah manis di tahun 2018.

Sharing and growing together
Wonogiri, 27-12-2018
Eko siswanto
Sekertaris IGI Wonogiri

Comments

comments