SADAR 113: “SEKOLAH GUE BANGET”

0
274

SADAR 113: “SEKOLAH GUE BANGET”

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, MRR, saya pikir adalah orang yang visioner ketika memaparkan idenya di hadapan Mendikbud baru-baru ini. Salah satu yang sampai sekarang menjadi bahasan panas di kalangan guru adalah usulan memangkas jumlah bidang studi di jenjang sekolah. Sebagian guru sangat tidak senang dengan usulan ini terlebih akan membuat mereka panik jika bidang studi dipangkas, jam pelajaran akan berkurang, lalu bagaimana nasib guru ke depan ?.

Visioner yang saya maksud karena MRR melihat kebutuhan pendidikan bukan kebutuhan guru selain memang di satu sisi pada bidang studi tertentu terutama SMK, gurunya nyaris tidak ada. Namun kebutuhan pendidikan adalah kebahagiaan memperoleh pengetahuan sembari memetik manfaat pengetahuan tersebut dengan link and match di dunia nyata maupun dunia kerja kelak. Mau bahagia bagaimana jika sehari di sekolah harus menelan 4 sampai 5 bidang studi, minimal 8 jam dengan variasi materi berbeda-beda, dipaksa oleh regulasi. Satu minggu siswa di sekolah minimal belajar 41 jam dengan 13 sampai 16 bidang studi. Guru saja tidak berdaya dan tidak optimal jika mengajar sehari 8 jam, meski mengulang-ulang saja pada kelas berbeda. Bayangkan murid kita menerima sesuatu yang baru lalu dituntut mahir seketika. Sungguh sekolah bukan ajang mencari kebahagiaan kecuali saat bisa bolos bareng meskipun dihukum berjamaah. Jika karakter mereka diarahkan ke hal positif, ke sekolah adalah hal menyenangkan, karena ke sekolah, gue banget.

Wajar Mendikbuddikti Nadiem Makarim akan concern pada kompetensi siswa dan pendidikan karakter. Suatu ketika menonton diskusi-diskusi beliau yang diuplod ke sosmed, ternyata saat menjadi CEO Gojek pun, Nadiem adalah orang yang fokus pada pendidikan. Sebuah tayangan beliau pernah mengutarakan bahwa pendidikan di Indonesia terlalu banyak konten tapi tidak membuat siswa dan gurunya critical thinking. Informasi apapun ditelan dan dibagikan, tidak pernah dianalisis. Kemampuan literasi dan statistik kita masih rendah, suka bicara asumsi tanpa referensi, tanpa data dan fakta. Maka tidaklah heran, saat dilantik menjadi Menteri Pendidikan, Mas Menteri langsung mengutarakan bahwa konten bukanlah hal krusial yang perlu diberi fokus saat ini, namun terpenting adalah pendidikan karakter dan kompetensi.

Rasanya gagasan MRR bersambut dengan keinginan Mas Menteri. Guru tak perlu khawatir, jika bidang studi kita tidak ada lagi, guru tetap guru, ladangnya pasti disediakan pemerintah, sembari saya sendiri berharap jumlah jam wajib 24 bagi guru dipertimbangkan kembali. Fleksibel saja karena target bukan jumlah jam, namun “bintang lima” dari siswa karena mereka puas kita melayani dalam critical thinking, karakter dan pengetahuan yang membuat mereka memiliki kompetensi untuk berkompetisi dan berkolaborasi di era milenial.

Seorang teman pulang dari Benchmark pendidikan di Finlandia mengungkapkan bahwa guru-guru di sana tidak sanggup mengajar seperti di Indonesia, bidang studi yang banyak dan jumlah jam yang padat. Entah menyindir atau memuji, mereka mengatakan, guru Indonesia hebat. Ternyata pendidikan di Eropa, tidak se”maksa” kita, namun kualitas dan kebahagiaan mereka melampaui pendidikan Indonesia.

Tayangan sadar ke 100 banyak diapresiasi oleh pemirsa SADAR, sangat bermanfaat dan membuka wawasan, bagi yang urung hadir di SADAR 100, saya sertakan link ini:

https://youtu.be/Vr4P1Q9-1X8.

Atas dasar itu serta ingin sekali tayangan kami menjadi referensi bagi Kemdikbud mengambil kebijakan arah baru pendidikan Indonesia, kami kembali mengundang *Bapak Aditya Hans Priowirjanto*, untuk memberikan gagasan segar tentang pengelolaan pendidikan, orientasi serta output pendidikan di eropa khususnya di Jerman. Sebagai alumni pendidikan eropa rasanya masukan beliau sangat bermanfaat bukan hanya bagi negara namun juga wawasan bagi guru-guru Indonesia. SADAR edisi 113 akan dipandu oleh Sahabat Rumah Belajar dari Maluku, *Bapak Amirudin Wabula*.

Tayangan ini tentu tidak akan dilewatkan oleh guru-guru inspiratif Indonesia, mari bergabung diskusi sambil menambah wawasan bersama kami. Video conference ini dapat diakses melalui :
Website : www.psmk.webex.com atau bit.ly/sadar113
Event Number : 589 887 564
Password : 12345

Kami tunggu ntar malam ya, 20 November mulai pukul 19.15 WIB

SADAR IGI ; Tayangan Edukasi Menginspirasi Negeri

Aceh 20 November 2019

Koordinator SADAR IGI

Khairuddin

Comments

comments