Roadshow IGI di Kalsel: Seminar dan Pelatihan Pembuatan Media (Komik) Pembelajaran Berbasis IT.

0
975

Roadshow diawali di Banjarmasin, 20/8/2016, acara tersebut di motori oleh empat pengurus IGI pusat yaitu Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum IGI; Abdul Karim Kabid Peningkatan Mutu; Abdul Halim, Wasekjen Bidang Literasi dan Publikasi Guru; dan Gusti Surian, Bendahara Umum. Roadshow akan berlanjut ke Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Banjarbaru dan Tanah Laut.

Di Banjarmasin, pengurus IGI Wilayah bekerjasama dengan IGI Banjarmasin, dan sebagai penyelenggara adalah Lembaga Pengembangan dan Pelatihan Profesi Guru (LP3G) IGI Kalsel. Kegiatan yang bertajuk Seminar dan Workshop Pembuatan Media Komik Pembelajaran Berbasis IT ini ditarget hanya untuk 100 orang peserta, tetapi yang hadir hampir 150 orang. Kebanyakan anggota IGI Banjarmasin, tetapi ada juga yang datang dari Kota Baru, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Martapura.

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, memberikan mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan pelatihan ini. Dalam sambutannya, Ibnu Sina menyampaikan, “Siswa yang berprestasi berasal dari guru yang bisa menciptakan nuansa pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menarik, salah satunya melalui media komik dan IT”. Ibnu Sina kemudian mengkaitkan dengan penggunaan IT di Pemerintahan kota Banjarmasin, “Saya mewajibkan jajaran pejabat di pemda Banjarmasin untuk memiliki HP android. Melalui group WA dan media sosial lainnya akan memudahkan dan berjalannya semua fungsi, laporan atau sekedar konfirmasi. Tidak ada lagi misalnya alasan hanya karena tidak sampai undangan, sehingga tidak berhadir dalam suatu rapat. Undangan yang disampaikan di grup, itu sudah undangan resmi, mengurangi undangan kertas dan mengurangi biaya antar surat, kegiatan pemerintahan terus berjalan, tidak ada alasan suatu kegiatan kerja tidak berjalan hanya karena walikota atau pejabat pembuat keputusan tidak ada di tempat, japri ke sosmed walikota atau pejabat yang bersangkutan akan langsung di tanggapi dan didisposisi”. Tambahnya.

Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komik yang dipandu oleh Abdul Karim yang berlangsung di Aula BKKBN Perwakilan Kalsel tersebut berjalan dengan lancar. Peserta dibimbing dari mulai menginstal aplikasi komik, mengaktifkannya, sampai dengan mengedit gambar menjadi komik. Kegiatan berlangsung dengan interaktif, peserta langsung mempraktekkannya di laptop masing-masing. Berbeda dengan workshop umumnya, setelah acara hari itu selesai masih berlanjut dengan kelas maya lewat WA yang dibikin khusus untuk seluruh peserta. Peserta dapat berkonsultasi, bertanya dan berpraktek, dan baru akan mendapat sertifikat setelah mengupload hasil karyanya, jadi peserta tidak sekedar ikut latihan, tetapi benar-benar berhasil dan menguasai cara membuat media komik pembelajaran berbasis IT ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Ketua Umum IGI Pusat, Muhammad Ramli Rahim. Dalam paparannya Muhammad Ramli menyampaikan, tentang cikal bakal IGI, yang sebelumnya bernama Klub Guru Indonesia. IGI Sebagai Organisasi Profesi Guru disahkan pemerintah menjadi organisasi profesi guru: Berdasarkan SK kemenkumham RI nomor: AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009tertanggal 26 November 2009 dan Pengesahannyaadalah  SK Kemenkumham No. AHU-0000308.AH.01.08.TAHUN 2016.

Dalam paparannya, Ramli juga mengungkapkan bahwa ia berupaya untuk melakukan konsolidasi IGI; memastikan bahwa semua pengurus mulai pusat, wilayah, kabupaten dan kota harus minimal dalam 6 bulan melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi guru, dan pengurus yang tidak aktif atau kinerjanya tidak cukup, harus direshuffle, terbukti dalam bulan Juli dan Agustus ini  dari mulai pengurus pusat, wilayah, sampai kabupaten terjadi reshuffle kepengurusan, karena IGI hanya fokus pada satu program yaitu Peningkatan Kompetensi Guru. Termasuk terhadap pelatih atau anggota IGI yang tidak mau melatih setelah mendapat latihan atau berbagi dengan guru dilingkungannya.

Ramli juga menunjuk Hasil Kajian Implementasi Sertifikasi Guru Dalam Jabatan tahun 2009, “Bahwa ternyata faktanya Program sertifikasi dan kenaikan tingkat kesejahteraan guru belum meningkatkan kompetensi guru secara signifikan, dapat tunjangan sertifikasi tapi tidak untuk meningkatkan wawasan, kompetensi, tapi untuk gaya hidup”.

Dalam slide yg ditayangkan nampak bahwa hasil UKG 2015, Nilai rerata pedagogik dan profesional UKG, dengan nilai tertinggi nasional diperoleh oleh DIY se Indonesia yaitu dengan nilai rerata 67,2, Kalimantan Selatan peringkat ke 10 dengan rerata 56,69, dan terendah peringkat nasional adalah Maluku Utara urutan ke 34 dengan nilai 44,79. “Secara jujur yang tertinggi saja di bawah tujuh puluh, berarti baru pada tingkat cukup, apalagi yang terendah dibawah cukup atau D atau malah E. Tunjangan yang diberikan ternyata tidak signifikan dengan meningkatnya kompetensi dan profesionalitas guru, dan ini menjadi tantangan organisasi profesi yang mempunyai tugas utama untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas anggotanya, sehingga kalau ini diberlakukan organisasi profesi harus siap mengayomi anggotanya, karena tunjangan profesionalisme guru apabila tidak ada pengaruhnya dengan peningkatan kompetensi guru, ujungnya peningkatan kualitas pendidikan, ternyata tidak banyak perubahan, ini jadi warning bisa dicabutnya tunjangan” papar Ramli.

Salah satu program IGI yang sedang digarap saat ini adalah Gerakan Nasional SATU JUTA Guru Terlatih Literasi Produktif berbasis IT. Program ini diawali dengan mengadakan Training of Trainer (TOT) untuk mendapatkan 100 orang trainer dengan brand indvidu masing-masing. Diharapkan nantinya dapat melatih guru-guru lainnya pada kegiatan Diklat/Workshop baik berupa Komik Pembelajaran, Sagusanov, Penulisan Buku, Penulisan KTI, Penulisan Cerpen, Power Point Pembelajaran dan lain-lain. Semuanya ditindaklanjuti dengan Bimbingan Online dengan media IT grup ; Pen Chat, Whatsapp, Telegram, Webex, Vicom, Umeetme, dll, hasilnya Tulisan Dimuat Di Media IGI maupun media massa lainnya. (Rep: M.Fithri)

 

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here