PLT KETUM PB PGRI SEBAIKNYA TAK MEREMEHKAN ORGANISASI GURU LAINNYA.

0
947

Hari ini dibeberapa media, Unifa Rosyidi, Plt Ketua PB PGRI menanggapi protes yang diajukan kawan -kawan Organisasi Guru lainnya yang dimotori PERGUNU soal HGN dengan kepongahan, seolah-olah Organisajs Guru selain PGRI tak punya kekuatan dan tak punya kemampuan menghadirkan guru dalam ajang HGN yang akan dipusatkan di Sentul 26 dan 27 November 2016. 

Unifa seolah-olah ingin mengatakan, pemerintah tak akan mampu berbuat banyak tanpa PGRI karena hanya PGRI yang sangggup menghadirkan 10.000 guru di Sentul nanti. Dalam kesempatan ini kami menyampaikan agar PGRI tak perlu pongah dengan massa besar, IGI sanggup menghadirkan guru yang betul-betul guru, bukan dosen, bukan pejabat pemerintah dan juga tentunya bukan hanya pemerhati pendidikan untuk hadir di Sentul jika hanya itu yang menjadi acuannya.

Dalam Audiance kami dengan Mendikbud Muhadjir Effendy, Jumat 28 Oktober 2016 lalu yang juga dihadiri Sekjen kemendikbud kami sampaikan bahwa IGI sanggup menghadirkan 20.000 guru di Sentul dan kami yakin mereka datang karena hati. Jadi pernyataan ibu Plt Ketua PB PGRI sangat tidak beralasan. Apalagi selama ini PB PGRI mendatangkan orang dengan cara memotong gaji guru atau menggunakan anggaran negara.

Kami tegaskan bahwa IGI tak harus menggunakan anggaran negara jika seandainya HGN dipisahkan dengan HUT PGRI dan PGRI menarik diri dari HGN. IGI Bersama-sama dengan Organisasi guru lainnya sangat yakin, angka 10.000 guru bukanlah pekerjaan sulit.

IGI bulan April yang lalu berhasil membuat kegiatan 1000 guru menulis di gedung kemendikbud. Jika pelatihan menulis saja bisa 1000 guru, apalagi sekedar 10.000 guru buat Yel-Yel saja.

Kami sebenarnya tak mau merespon hal ini karena IGI ingin fokus pada upaya peningkatan mutu guru yang hasilnya sudah mulai terlihat, tapi kesan meremehkan organisasi guru diluar PGRI tak dapat ditoleransi lagi. IGI, PERGUNU, FGII, FGSI, PGSI, FGM, dan lainnya tentunya tidak akan menerima pelecehan yang dilakukan Plt Ketum PB PGRI ini.

Makassar, 13 November 2016
Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat

Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here