Pastikan Diklat POP Berdampak, IGI Gelar Monev di Daerah Sasaran

0
322

Jakarta, IGI.OR.ID- Untuk memastikan dampak hasil diklat Program Organisasi Penggerak (POP) yang dipercayakan kepada salah satu organisasi profesi guru ‘Ikatan Guru Indonesia’ (IGI) maka tim POP menggelar Monitoring dan Evaluasi Daerah Sasaran mulai 1 – 15 Oktober yang tersebar dibeberapa daerah di Indonesia.

Daerah Sasaran Program Organisasi Penggerak Ikatan Guru Indonesia (POP IGI) Tahun 2022, tersebar pada  13 Provinsi; 24 Kabupaten/Kota; 346 Sekolah; 1038 Guru dan Kepala Sekolah untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), dan 11 Provinsi; 25 Kabupaten/Kota; 261 Sekolah; 3111 Guru dan Kepala Sekolah untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Monitoring dan Evaluasi Daerah Sasaran dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dari peningkatan Literasi dan Numerasi bagi Peserta Didik untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Menurut ketua umum Ikatan Guru Indonesia, Danang Hidayatullah menjelaskan jika kegiatan ini dilakukan dalam rangka memantau implementasi hasil diklat untuk guru dan kepsek.

Program Organisasi Penggerak (POP) adalah program pemberdayaan masyarakat secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Menurut salah satu tim monev POP IGI, Desy Hairina menjelaskan jika hasil dirinya melakukan monev di SMPN 12 Kendari dan SMPN 2 Kendari Sulawesi Tengara “kami langsung memantau dan mewawancari kepsek dan guru sasaran dengan menanyakan lansung dampak dari diklat yang dilakukan tim POP” jelas Desy yang juga anggota tim Reset IGI pusat ini. “Kepsek dan guru merasakan perubahan yang dialami dalam menerapkan hasil diklat tersebut, terutama terkait peningkatan literasi dan numerasi” tambah Desy yang juga guru SMKN 4 Banjarmasin ini.

Hal senada diungkap oleh Wakil Ketua Umum IV Ikatan Guru Indonesia,  Abdul Wahid Nara salah satu tim monev yang nyasar ke Kabupaten Aceh Utara, menurutnya selain berdampak kepada guru, dampak lain juga pada peningkatan manajemen kepala sekolah yang lebih profesional khusus dalam memfasilitasi guru atau program peningkaran literasi dan numerasi. (iwa)

Comments

comments