MAU MENJADI GURU HEBAT? BERGABUNGLAH BERSAMA IGI

0
591

Widadi, IGI Jakarta

Guru hebat adalah guru yang selalu bergairah,
mempunyai visi, melakukan aksi dan instrospeksi
kemudian melakukan inovasi
(Widadi, Pendidik)

Dalam suatu sesi pelatihan literasi bersama IGI, peserta pelatihan bertanya, “Apa sih Pak hebatnya Guru IGI?” Hem, ini pertanyaan yang mengagumkan. Setidaknya dengan menjawab pertanyaan ini saya bisa “menyelam sambil minum air.” Maksud saya adalah apabila jawaban saya benar-benar menggambarkan sosok guru-guru IGI yang sebenarnya maka penanya akan puas, tambah penasaran lalu dengan penuh kesadaran penanya akan bergabung bersama IGI. He..he..he…

Sebelum menjawab petanyaan tersebut saya balik bertanya ke Ibu Guru yang tampak masih sangat muda itu. “Mohon maaf Ibu, apakah saat ini Ibu sudah ikut atau bergabung dengan organisasi guru selain IGI?” Demikian pertanyaanku. “Sudah Pak,” Jawabnya. “Coba, Ibu ceritakan apa saja yang telah Ibu rasakan, Ibu terima semenjak Ibu menjadi anggota organisasi guru tersebut?” Dengan malu-malu dan sesekali menengok ke belakang,Ibu Guru muda yang belakangan saya ketahui bernama Anita ini bercerita panjang lebar. Sesekali peserta pelatihan yang lain mengiyakan dan bahkan tepuk tangan.
“Baik Bu Guru, sekarang giliran saya menjawab pertanyaan Ibu. Namun sebelumnya ijinkan saya memutar video youtube saya, nggak lama kok hanya 2-3 manit saja, perhatikan baik-baik ya Bu, juga untuk semua peserta yang ada di ruangan ini.” Di video youtube itu saya tampilkan sesi pelatihan TOT/TOC di Surabaya selama 4 hari yang mengagumkan itu. Rekaman video itu saya ambil dan langsung saya upload pada saat itu juga. Bahkan saya share ke beberapa peserta pelatihan dan para trainer saat itu juga. Apa kata Bu Anita setelah menonton tayangan video tersebut? “Wow, keren Pak videonya, ini nih Pak yang saya cari-cari.”

Pembaca yang budiman, guru-guru IGI adalah guru-guru yang selalu bergairah tinggi dalam mengikuti setiap pelatihan di manapun. Dalam suatu pelatihan mereka datang tanpa komando atasan apalagi diongkosi, padahal terkadang di antara mereka harus turun gunung, nyebrang lautan seperti kisah Pak Armel dari Sumatera Barat. Bersusah payah pesan tiket “PP” biaya sendiri, nginep bayar sendiri. Intinya demi menuntut ilmu, guru IGI rela berkurban, “wani nombok” kata orang Jawa.

Nah sekarang sih enak, IGI mempunyai yang namanya guru saudara di setiap tempat. Apa maksudnya? Di mana pun guru IGI tersesat dan ingin menginap bisa langsung kontak pengurus IGI setempat lalu dengan senang hati akan diajak bermalam di rumah guru saudara. Hem, enak khan!

Sidang pembaca yang budiman, ternyata gairah saja tidak cukup. Guru-guru IGI juga mempunyai visi yang jauh ke depan. Apakah itu? Mereka memiliki visi untuk menjadi guru yang mulia. Bagaimanakah caranya? Ya, harus mau berlatih dan berani berkarya. Apa saja karyanya? Bisa dalam bentuk artikel, buku, video pembelajaran, komik pembelajaran dan masih banyak lagi.

Nah sahabatku, karya-karya guru IGI yang berupa artikel, buku, e-book, komik, video pembelajaran itulah wujud aksinya. Apakah setelah menghasilkan karya kemudian berhenti? Oh tentu tidak! Karya-karya itu dipresentasikan kepada sesama peserta pelatihan atau guru IGI dan dikoreksi oleh para pakar. Emangnya IGI punya pakar? Hem, banyak bror.

Nah, setelah dilakukan koreksi dan itu merupakan langkah introspeksi diri barulah catatan, kritik dan saran dari para pakar tadi ditambahkan, sehingga jadilah karya yang inovatif. Kesimpulannya adalah Guru-guru IGI dikatakan hebat karena selalu bergariah, mempunyai visi, melakukan aksi dan berani introspeksi kemudian melakukan inovasi. Makanya jangan tunda lagi! Ayo gabung bersama IGI. He..he…he…

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here