Jimmy Gani: Saya Sudah Pensiun Dini. Apa yang Bisa Saya Bantu untuk IGI?

0
3163
Danang Hidayatullah (Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia) bersama Jimmy Gani (Ketua Umum ALUMNAS)

Saya Sudah Pensiun Dini. Apa yang Bisa Saya Bantu untuk IGI?

Akhirnya saya keluar kandang.
Sebetulnya saya diminta beristirahat di rumah selama dua minggu sebelum berangkat melantik PW IGI Sumsel seminggu lalu. Semua jadwal pertemuan offline dengan berbagai pihak akhirnya saya cancel dan pindahkan ke waktu yang lain. Namun akhirnya kemarin sore -setelah membuka Webinar Bendahara IGI se-Indonesia dan Webinar Acer-, saya keluar kandang juga. Saya bertemu dengan tokoh ini, Jimmy Gani.

“Saya lulusan Harvard. Saya sudah pensiun dini. Apa yang saya mau sudah saya dapatkan. Target saya sebelum usia 40 tahun harus sudah pensiun. Alhamdulillah pada usia 39 tahun 9 bulan itu tercapai”.

Saya kaget. Sosok di depan saya ini bukan sosok biasa ternyata. Bagi saya, ‘the first line‘ yang orang ucapkan kadang bisa jadi ukuran bagi saya menilai seseorang. Kalimat yang keluar begitu saja dari mulut beliau dengan nada santai, menyiratkan ketenangan dan kedamaian jiwa beliau yang terbungkus rapi dengan kesederhanaan. Ya, kesederhanaan.

CEO dan Direksi banyak perusahaan ini namanya tercatat di Rekor MURI sebagai salah satu Direktur Utama BUMN termuda di Indonesia, pernah menjadi Dewan Penasehat Menteri, menjadi Rektor kampus ternama, dan kini beliau adalah Ketua Umum Alumni Amerika Serikat (ALUMNAS), sebuah perkumpulan alumni dengan jumlah anggota sekitar seratus ribu orang. Wow! (lihat: https://nasional.okezone.com/read/2021/04/09/337/2391733/menkumham-hingga-menristek-hadiri-pelantikan-alumnas)

“Sebenarnya saya ingin menjadi guru, tapi ternyata menjadi enterpreneur. Sekarang kegiatan saya lebih banyak berbagi. Apa yang bisa kita kolaborasikan?”

Menjawab pertanyaan tersebut saya mulai bercerita tentang IGI, mulai dari sejarah hingga visi misi. Saya sampaikan bahwa di kepengurusan saat ini kami berharap IGI bisa menjadi organisasi profesi berkelas dunia yang adaptif, inovatif dan progresif serta dapat bersinergi dengan semua elemen. Selesai saya bercerita, beliau sangat antusias untuk segera membuat kegiatan kolaborasi bersama.

“Ayo kita mulai dengan yang simpel dan bisa segera dikerjakan, tidak usah yang ribet, tinggal disusun agendanya. Pak Danang, anytime saya siap membantu. Saya bisa melibatkan orang orang hebat (sukses) untuk membantu para guru. Mereka tinggal kita ketuk pintu hatinya. Banyak kok yang senang kalau membantu para guru.”

Singkat cerita, obrolan sekitar satu jam itu bermuara pada rencana kegiatan perdana untuk perkenalan di akhir Juni dalam bentuk Webinar dengan mengusung 3 sesi utama: Motivasi dan Inspirasi, Teacher Preneurship dan International Mindedness.

“Semoga kegiatan di awal nanti kita bisa mendapatkan chemistry dan guru guru daerah banyak yang ikut serta. Kita akan buat kegiatan selanjutnya, kalau perlu kita kerjasama secara formal itu lebih baik. Saya banyak kenal pimpinan perusahaan yang memiliki CSR. Termasuk perusahaan saya juga ada CSRnya. Saya yakin banyak yang mau terlibat. Meski tidak semua harus dalam bentuk uang. Ohya, ada hadiah untuk Pak Danang dari saya. Yuk kita ke atas (lobby mall)”.

“Hadiah, Pak?”
“Saya mau kasih buku untuk Pak Danang”
“Wah kalau dikasih buku saya tidak pernah menolak. Biasanya langsung saya lahap, Pak”
“Alhamdulillah kalau begitu”.

Sebelum sampai di eskalator, kami sempat berbincang sedikit. Beliau menyodorkan kartu nama sambil bercerita sedikit.

“Ini kartu nama saya. Nanti kita bikin grup (WA) ya”

Sebelum naik ke mobilnya, beliau membuka plastik buku dan menandatangi buku tersebut.

“Ini bukunya saya kasih tanda tangan saya dulu, untuk Pak Danang”.

Kami berfoto. Sesaat kemudian, supir beliau membukakan pintu mobil BMW melaju pelan menuju jalan raya. Sementara saya celingukan mencari tukang ojek.

Kapan kita “pensiun” ?

RISE TO THE CHALLENGE

Ciputat, 28 Mei 2021

Danang Hidayatullah
#bergerak
#menggerakkan
#perubahan

Comments

comments