JANGAN LAGI ADA GURU HASLINA SELANJUTNYA.

1
1607

Peristiwa yang terjadi pada Ibu Guru Haslina, Guru SMK Negeri 1 Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara tak boleh terulang lagi. 
Kisah tragis guru Haslina harus menjadi pelajaran kita semua. Guru Haslinah menjadi korban mantan siswanya sendiri yang tega memaranginya hingga mengenai ususnya pada Kamis, 3 November 2016 dan saat ini masih dirawat di RS Andi Jemma Masamba dengan luka hingga ke usus.
Perlu pendalaman lebih jauh, mengapa Arly atau Ary ini melakukannya?
Satu hal yang pasti, proses hukum harus berjalan. Proses hukum ini harus menjadi efek jera pada siapapun yang berniat melakukannya. Guru dilindungi dengan UU Guru dan Dosen, mereka dilindungi atas profesinya, keselamatannya dan juga perlindungan hukum.
Efek jera ini diperlukan sebagai perwujuan atas perlindungan tersebut, jika diperlukan, hukumannya digandakan.
Disisi lain, ada banyak hal yang harus dipelajari dalam kejadian tersebut. Sisi gurunya dan juga sisi siswanya. Tidak mungkin kejadian ini berdiri sendiri. Perlu telaah lebih jauh soal ini. Kita wajib prihatin dan wajib peduli pada kawan guru yang menjadi korban tapi kita juga tak boleh berlepas tangan dengan kondisi sekolah kita. Tidak boleh kita membiarkan guru berjuang sendiri menangani semuanya. 
Kompetensi guru memang menjadi salah satu topik hangat perbincangan akhir-akhir ini untuk itu pemerintah tak boleh berlepas tangan. Jika pemerintah begitu konsen dengan narkoba, harusnya pemerintah juga konsen pada upaya menangani siswa-siswi bermasalah dalam tataran yang lebih parah. Jika ada siswa yang tak lagi dapat ditangani guru dan sekolah, disanalah pemerintah herus turun tangan. Boleh jadi, jika kasus siswa “berani” pada gurunya semakin banyak, pemerintah harus menyediakan rehabilitasi khusus buat siswa-siswi demikian 
Disisi lain, guru pun harus terus berubah lebih baik dan itu sementara dilakukan berbagai pihak. Selain kompetensi profesional dan paedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian juga harus menjadi perhatian utama. IGI sendiri saat ini sedang fokus melatih guru memberikan pembelajaran yang lebih variatif dan menyenangkan tapi itupun tidak cukup. Belum banyak yang secara serius mengurus kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian.
Perlu pula ditinjau lebih jauh beban belajar siswa yang begitu berat. Hal ini yang sempat menjadi perbincangan kami dengan Mendikbud Muhadjir Effendy saat kami menemui beliau di Kantonya, beliau malah meminta IGI dan guru Indoneaia memberi masukan mata pelajaran apa yang perlu dikurangi di sekolah dan beban apa yg perlu dihilangkan. Selain LKS dan PR, beberapa hal sementara dipikirkan termasuk Les sore yang diharapkan tak lagi dilakukan tapi guru diminta menuntaskan pelajaran di saat pembelajaran normal. 
Yang pasti, Ibu Guru Haslinah telah menjadi korban, kita semua menyayangkannya tapi tentunya tidak cukup sekedar menyayangkan. Proses hukum harus maksimal agar tak lagi terulang. Kita berdoa agar beliau bisa pulih kembali dan kembali mengabdi mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah, Orprof dan semua pihak harus menjadikan guru sebagai prioritas utama mempersiapkan masa depan bangsa.
Makassar, 7 November 2016

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat 

Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments

1 KOMENTAR

  1. Saatnya IGI punya lembaga advokasi guru untuk membantu setiap masalah yang berkaitan dengan kriminalisasi terhadap guru. Bangsa ini akan terus bergerak secara dinamis yang sulit diprediksi karena wawasan dan persepsi masyarakat terhadap pendidikan sangat majemuk. Hal ini tidak lepas dari minimnya panutan di negeri ini. Disamping itu, faktor kemajuan teknologi informasi juga belum difungsikan secara benar bahkan cenderung berdampak negatif. Betapa banyak siswa yang menghabiskan waktunya untuk betmsin online game sehingga mempengaruhi perilaku mereka. Lembaga advokasi guru sangat penting dan strategis karena setiap hari manusia banyak yang berurusan dengan hukum yang mau tidak mau hal ini berdampak pada proses KBM di sekolah. Guru perlu kenyamanan dalam bertugas agar dapat memberikan yang terbaik dalam KBM.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here