IGI SUKSES ADAKAN TOT LITERASI PRODUKTIF BERBASIS IT

0
705

Training of Trainer Literasi Produktif berbasis IT yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia di Surabaya pada tanggal 6 hingga 9 Oktober 2016 merupakan kegiatan yang spektakuler dan luar biasa. Betapa tidak, dalam training yang diikuti oleh 150-an guru dari berbagai daerah di pelosok tanah air ini, peserta tidak menggunakan laptop ataupun alat tulis biasa. Seluruh peserta training menggunakan android tab A8 buatan Samsung.

Semua peserta sangat, antusias mengikuti kegiatan tersebut mulai pagi hingga larut malam karena materi yang disampaikan oleh fasilitator menarik sehingga tidak membosan kan bahkan dapat menghilangkan rasa capek dan ngantuk para peserta.
Training ini menjadi jawaban bagi guru di era digital agar mereka dapat menyampaikan materi ajar dengan cara-cara yang menyenangkan dan mudah dimengerti oleh siswa tentu dengan memanfaatkan teknologi dalam hal ini tab A8.

Dalam training ini, peserta dibagi menjadi beberapa kanal atau keahlian dan setiap kanal dipandu atau dimentori oleh fasilitator hebat.
Saya sebagai seorang peserta memilih kanal satu guru satu buku yang dimentori oleh Pak Slamet dan Pak Joko. Mereka adalah penulis-penulis hebat yang telah banyak melahirkan buku-buku best seller dari pemikiran-pemikirannya yang cemerlang. Tentu saya memiliki alasan tersendiri untuk mengikuti dan bergabung di kanal ini . Dari 10 orang peserta dari kabupaten Sidrap, saya mempunyai motivasi tersendiri untuk ikut dan bergabung di kanal ini dengan harapan saya bisa”mencuri” ilmu yang lebih banyak lagi dari kedua fasilitator tersebut.
Saya pahami bahwa menulis adalah seni, namun paradigma itu tentu tidak cukup tanpa disertai proses. Proses yang saya maksud di sini adalah mencoba memahami dan menggeluti aktivitas menulis itu sebagai suatu hobi atau kegemaran.

Saya berharap setelah mengikuti training ini, khususnya kanal satu guru satu buku, saya bisa mendesiminasikan ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan kepada teman-teman guru yang selama ini minat menulisnya masih rendah atau belum memiliki wadah yang tepat untuk mengekspresikan pengalaman- pengalaman pribadinya melalui tulisan, dengan harapan akan lahir “Slamet – Slamet baru ataupun Joko -Joko baru” di Indonesia. Harus dipahami dan disadari bahwa setiap orang punya pengalaman , pemikiran, obsesi, cita-cita ataupun sejarah sendiri yang patut untuk diabadikan lewat tulisan. Harapan saya dengan penggunaan media teknologi yang semakin canggih saat ini dapat menjadikan guru lebih mudah dalam menulis dan menjadikan aktivitas menulis adalah sesuatu yang mengasyikkan.

Salam Literasi

SUPRIADI SIDRAP

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here