IGI SIAP MEMBANTU ANIES MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DKI

0
626

Meskipun berstatus Ibu Kota Negara dengan anggaran pendidikan tertinggi di Indonesia baik dari sisi jumlah maupun persentase tak membuat guru-guru DKI memiliki kualitas jauh lebih tinggi dibanding provinsi lain di Indonesia. 

DKI masih kalah dari Yogya dan Jateng, lalu apa yang salah di DKI?

Inilah yang kemudian membuat kami menemui khusus gubernur terpilih Anies Baswedan di kediamannya Jumat pagi, 28 April 2017.

Anies memang bukan orang asing buat IGI, sebelum menjabat mendikbud, Anies sangat sering menghadiri undangan IGI dalam berbagai seminar dan saat menjabat Mendikbud, Anies banyak mengimplementasikan ide-ide yang lahir dari diskursus dan gerakan-gerakan IGI seperti Gerakan Literasi Sekolah, Guru Pembelajara, Maksimalisasi IT dalam pembelajaran, dst.

Berbincang santai di Joglo beliau, saya pun menjelaskan bagaimana IGI kini jauh lebih berkembang dan jauh lebih bergerak. IGI kini sudah hadir di 34 provinsi dengan 400 kabupaten/kota se Indonesia.

Tak ada sabtu dan minggu yang terlewatkan oleh IGI dalam melaksanakan workshop dan diklat peningkatan kompetensi guru.
Jika organisasi lain masih sibuk berdiskusi dan berseminar, IGI sudah mulai meninggalkan seminar dan masuk dalam ranah yang lebih praktis, workshop yang membuat guru menghasilkan produk yang dapat diaplikasikan diruang-ruang kelas.

Anies pun menyambut baik gerakan-gerakan IGI dan siap berkolaborasi dengan IGI. Anies tetap berpesan agar IGI tidak terlibat politik praktis seperti organisasi guru yang lain.

IGI bahkan siap membantu Anies Baswedan nantinya dalam meningkatkan kompetensi guru DKI tanpa harus menganggarkan dana tersebut pada APBD DKI Jakarat. “IGI dan guru DKI Insya Allah siap meningkatkan kompetensi guru tanpa berharap APBD dan APBN” Kata saya.
Lebak Bulus, 29 April 2017

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat 

Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments