HUJAN ILMU DI SURABAYA

0
703

“Rene Descartes, Molier, dan Maupassant… Kau penuhi kepalaku yang kosong…”
Potongan lirik lagu “Puan Kelana” dari duet bernama Silampukau dari Surabaya, langsung berdendang di kepala. Ketika mendarat di Juanda untuk menghadiri kegiatan ToT Literasi Produktif berbasis IT.
Kesempatan berkegiatan di LPMP Jatim di Surabaya ini terselenggara berkat kemurahan hati banyak pihak seperti Ditjen GTK, Samsung,  LPMP Jawa Timur, Seamolec Indonesia hingga Garuda Indonesia. Program kemitraan ini adalah model utama pendanaan kegiatan IGI. Dimana guru-guru dalam naungannya menaikkan daya tawar profesinya, utamanya lewat kegiatan menulis dan pemanfaatan peranti TIK.
Kepala yang kosong ini siap menumbuhkan pelbagai materi inspiratif dari rekan-rekan sesama guru yang telah ahli dan piawai. Panitia memilih memberdayakan guru dari lingkungan IGI, ketimbang meminta bantuan ahli IT di luar kalangan guru.
Materi yang disajikan dalam kegiatan ini adalah penulisan buku, penulisan KTI, server data sekolah, kelas maya,  blogging, pemanfaatan tablet Samsung A8, hingga pembuatan aplikasi android. Seluruh calon pelatih literasi produktif tersebut akan membagikan ilmunya pada teman-teman lainnya di daerah dan tetap mendapat dukungan dari narasumber melalui media obrol telegram atau whats app.
Narasumber lain yang membagikan pengalamannya adalah Pak Banu dari Samsung, Pak Gatot dari Seamolec, Pak Satria Dharma dan Pak “Nanang” Ahmad Rizali (duet senior di Surabaya sebelum Silampukau), dan ditutup oleh Pak Muhammad Ichsan dengan kisah heroik mengenai “akar” IGI.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (6-9 Oktober 2016) ini merupakan perwujudan dari kerja keras panitia yang serbarangkap dan semangat dari peserta yang tak beranjak dari tempat kegiatan meski larut hingga pukul 23.00 WIB.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah percaya dan bermitra dengan IGI. Saatnya kami kembali ke daerah, ke tempat bertugas dan bekerja ikhlas memuliakan dan mewujudkan guru produktif berliterasi.
Pada ujung tulisan ini, dendang Silampukau bergema lagi, “Toh, hujan sama menakjubkannya di Paris atau di tiap sudut Surabaya.”

Panji Irfan,

Seruyan

Kalteng

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here