Guru Dari Pulau Liukang Pun Bersama IGI Bisa menjadi Pelatih Nasional

0
211

Sebanyak seratus lebih guru di Wonogiri mengikuti kegiatan Pelatihan Satu Guru Mahir Penilaian Berbasis Android (Sagumanisan). Kegiatan tersebut berlangsung di salah sebuah ruang pertemuan, di Ngadirojo, Wonogiri, selama dua hari, Sabtu-Minggu (8-9/12).

Eko Siswanto, ketua panitia kegiatan menjelaskan,  kegiatan ini merupakan salah satu program dari Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) kepada daerah dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri melalui Kepala Seksi PTK SMP ini menggandeng Samsung dan Universitas Widya Dharma Klaten (Unwidha) sebagai pendukung kegiatan.

“Kegiatan yang berlangsung selama  beberapa hari ini tidak hanya diisi dengan pelatihan, kegiatan ini juga digunakan untuk penandatanganan nota kerja sama antara IGI Kabupaten Wonogiri dengan Unwidha Klaten. Kerja sama itu meliputi kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang sangat bermanfaat bagi guru di Wonogiri”, kata Joko Susilo, Ketua Umum IGI Wonogiri.

Lebih lanjut, Joko Susilo menjelaskan bahwa kegiatan Sagumanisan ini bertujuan melatih guru di Wonogiri untuk memanfaatkan gawai sebagai pendukung tugas sehari-hari di sekolah. Kegiatan ini menghadirkan Pelatih Nasional Sagumanisan yaitu Muntasir Hak, yang sehari-hari mengajar di SMP Negeri 1 Liukang Tupabbiring, Sulawesi Selatan.

Dalam paparannya, program Sagumanisan menggunakan tiga aplikasi yang ada di android yaitu Zipgrade, Plickers, dan Class123.  ‘’Dengan menggunakan tiga aplikasi tersebut memungkinkan guru untuk membuat kelas maya, membuat soal, mengkoreksi lembar jawab siswa dengan menggunakan gawai yang dipunyai guru. ‘’Tentu hal ini akan semakin membantu guru dalam mengerjakan kewajibannya,’’ terang Muntasir.

Kegiatan Sagumanisan ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim atau yang biasa dipanggil MRR yang datang dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, MRR mengatakan bahwa guru di Indonesia tidak bisa berharap banyak kepada pihak lain untuk meningkatkan profesionalismenya. Gurulah yang harus senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam rangka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, suasana kelas yang tidak membosankan, dan membuat siswa betah untuk tinggal di kelas. Lebih lanjut, MRR juga memberikan apresiasi kepada IGI Wonogiri yang telah berhasil mengadakan berbagai macam kegiatan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Dalam perkembangannya IGI Wonogiri merupakan kabupaten dengan jumlah anggota terbanyak di Pulau Jawa.

 

Comments

comments