Wednesday, June 17, 2026
spot_img
Home Berita IGI Aceh Latih Guru Produksi Video Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Meugiwang

IGI Aceh Latih Guru Produksi Video Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Meugiwang

0
65

BANDA ACEH, IGI.OR.ID– Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh terus memperkuat kompetensi digital tenaga pendidik melalui program Meurunoe dan Meubagi Wawasan Lam Jaringan (Meugiwang). Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara daring, puluhan guru dari berbagai daerah di Aceh mendapatkan pelatihan pembuatan video pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung transformasi pendidikan di era digital.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua IGI Aceh, Khairul Zami, S.Pd., M.Pd., yang menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Menurutnya, guru tidak dapat lagi mengabaikan kehadiran teknologi yang kini berkembang sangat cepat dan mulai menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Dalam sambutannya, Khairul Zami menjelaskan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan teknologi masa kini yang telah digunakan secara luas untuk membantu pekerjaan manusia menjadi lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

“Perkembangan AI telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berkomunikasi. Dunia pendidikan juga mengalami transformasi yang sangat cepat. Guru harus mampu beradaptasi dan menjadikan AI sebagai mitra dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program Meugiwang merupakan salah satu bentuk komitmen IGI Aceh dalam menghadirkan ruang belajar yang terbuka bagi para guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesional. Melalui kegiatan berbagi praktik baik dan pelatihan berbasis teknologi, IGI Aceh berharap para guru mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong inovasi pendidikan di sekolah masing-masing.

“Guru harus terus belajar sepanjang hayat. Ketika teknologi berkembang, maka kompetensi guru juga harus berkembang. Program Meugiwang hadir sebagai wadah kolaborasi dan peningkatan kapasitas guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan,” tambahnya.

Pelatihan kali ini menghadirkan narasumber Dr. Jon Darmawan, S.Pd., M.Pd., guru SMA Negeri 7 Lhokseumawe yang juga merupakan Pengurus IGI Aceh sekaligus Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE). Dalam sesi pelatihan, Darmawan membimbing peserta memanfaatkan platform AI generatif untuk memproduksi video pembelajaran yang menarik, kreatif, dan mudah diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Ia memperkenalkan penggunaan Dreamina Seedance 2.0 dan Jimeng AI, dua platform berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan guru menghasilkan video edukatif hanya dengan memanfaatkan prompt atau instruksi teks yang dirancang secara tepat.

Menurut Darmawan, kemampuan membuat konten pembelajaran berbasis AI menjadi keterampilan penting bagi guru di era transformasi digital. Kehadiran teknologi generatif memungkinkan guru menghasilkan media pembelajaran berkualitas tinggi tanpa harus memiliki kemampuan teknis yang kompleks dalam bidang desain grafis maupun produksi video.

“Guru perlu memahami bahwa AI bukan untuk menggantikan peran pendidik, tetapi menjadi alat bantu yang dapat mempercepat proses kreatif. Dengan AI, guru dapat menghasilkan video pembelajaran yang lebih menarik, visual yang lebih kuat, serta pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibimbing secara bertahap mulai dari proses registrasi dan instalasi aplikasi, pengenalan fitur utama, penyusunan prompt yang efektif, hingga praktik langsung menghasilkan video pembelajaran berbasis AI. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai teknik membangun storyboard, menentukan karakter, menyusun narasi, memilih gaya visual, serta mengoptimalkan hasil video agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

“AI harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Guru tetap menjadi aktor utama yang menentukan arah pembelajaran. Teknologi hanya menjadi sarana untuk memperkuat kreativitas, efektivitas, dan kualitas proses belajar mengajar,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak guru memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi mengenai penerapan AI dalam berbagai mata pelajaran serta peluang pengembangan media pembelajaran digital yang lebih inovatif.

Melalui program Meugiwang ini, IGI Aceh berharap semakin banyak guru yang mampu menguasai teknologi kecerdasan buatan dan memanfaatkannya untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif, kreatif, serta sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan organisasi dalam memperkuat kompetensi digital guru guna mendukung transformasi pendidikan di Aceh menuju ekosistem pembelajaran yang lebih modern dan berdaya saing global.