Akademisi Makassar Apresiasi Semangat IGI

0
20

MAKASSAR – Semangat Ikatan Guru Indonesia (IGI) terus bergerak meningkatkan kualitas guru mendapat apresiasi dari akademisi di Makassar.

Akademisi Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Makassar, Saifuddin Al Mughni menguraikan peran mulia dari seorang guru. Guru dianggap sebagai penutur ilmu pertama.

“Saat Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh sekutu, bangsa matahari terbit itu tidak pernah bertanya masih adakah prajurit yang hidup, justru ia bertanya msh adakah guru yang hidup?. Mantap memang IGI,” kata Saifuddin menanggapi salah satu kegiatan IGI yakni program Satu Guru Satu Buku (Sagusaku).

Saifuddin sendiri secara terpisah memberikan tulisan singkatnya untuk para guru, khususnya guru yang tergabung dalam IGI.

GURU, PETUTUR ILMU

Sulit membayangjan sebuah masyarakat beradab tanpa tutur perilmu, yakni guru, sosok guru adalah pewaris sejarah para filsuf, disanalah diletakkan pengetahuan.

saat Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh sekutu, bangsa matahari terbit itu tidak pernah bertanya msh adakah prajurit yg hidup, justru ia bertanya msh adakah GURU yang hidup ?

Itu artinya, bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan sejauhmana proses pendidikan itu diaktualkan. Bahkan peraihan generasi milenial tak cukup dengan gaya hidup tetapi harus mampu diperankan melalui sains dan tehnologi, maka disanalah Guru hadir memberi arti.

Saifuddin al Mughniy*
bandara Soekarno Hatta

Comments

comments