Sagupasi IGI Sosialisasikan Pendidikan Inklusi Di Tanjung Jabung Barat

0
325

Semua Guru Paham Pendidikan Inklusi atau lebih dikenal dengan Sagupasi kembali melakukan sosialisasi tentang pendidikan inklusi. Bekerjasama dengan Kementerian P3A Sagupasi IGI menggelar Seminar Pendidikan Inklusif pada tanggal 25 April 2018 di Tungkal Hotel, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Amir Sakib, Asdep KP3A Indra Gunawan, SKM, MA., dan Ketua Harian PP IGI, DR. Rusnani, M.Pd. Selain itu hadir pula Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat H.M. Yusuf, M.Pd., Perwakilan KP3A Kabupaten Tanjung Jabung Barat Karyadi, SH.

Ketua Panitia Pelaksana, Gayuh Tristanti Dewi melaporkan bahwa kegiatan seminar ini bertujuan agar para guru memiliki pemahaman dalam mengidentifikasi dan dapat melakukan asessmen anak berkebutuhan khusus sebagai bentuk layanan pebelajaran kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik anak dan kebutuhannya. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 100 orang guru dari berbagai jenjang, dari PAUD/TK, SD, SMP dan SMA/SMK serta SLB.

Ketua Harian PP. IGI, DR. Rusnani, M.Pd. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Ikatan Guru Indonesia kini memiliki sedikitnya 67 buah kanal pelatihan untuk guru guna meningkatkan kualitas dan wawasan guru Sagupasi IGI Sosialisasikan Pendidikan Inklusi Di Tanjung Jabung Baratdiwujudkan dengan tanpa membedakan asal usul, kondisi, dan keadaan sosial. “Walaupun anak memiliki kebutuhan terbatas tetap ia memiliki hak unutk mendapat pendidikan”, paparnya.

Hal senada juga disampaikan Asisten Deputi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus KP3A, Indra Gunawan, bahwa hak-hak anak pada institusi pendidikan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh keluarga, sekolah dan pemerintah.

“Kecamatan Tanjung Jabung Barat merupakan salah satu daerah percontohan untuk perlindungan terpadu berbasis masyarakat, disini ada dua desa sebagai model. Di tingkat desa ditempatkan aktivis-aktivis yang sekarang sudah sangat aktif dan dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya perlindungan anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan kesempatan yang sama agar dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya” ungkapnya.

Seminar ini dibuka oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Amir Sakib. Dalam sambutannya, H. Amir Sakib berharap agar peserta benar-benar serius dalam mengikuti kegiatan seminar ini, agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah dan berdampak pada perbaikan dalam pelayanan kepada anak didik berkebutuhan khusus.

Materi seminar “Apa, Mengapa, Siapa dan Bagaimana Pendidikan Inklusif” dipaparkan oleh DR. Rusnani, M.Pd dengan dipandu oleh Gayuh TD sebagai moderator. Pada sesi kedua tampil Nursyamsih, M.Pd. yang memaparkan materi tentang “Implementasi Pendidikan Inklusif” dengan dipandu moderator Husnul Khatimah.

Tampak peserta sangat antusias dalam mengikuti seminar, berbagai masalah yang dihadapi para guru di Tanjung Jabung Barat ini terungkap dalam pertanyaan peserta kepada narasumber. Terutama yang terkait dengan peran guru dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus.

Sesi terakhir seminar kemudian diisi dengan penayangan slide overview IGI oleh Abdul Karim yang berisi tentang profil Ikatan Guru Indonesia, program-program yang sudah dijalankan serta visi kedepan dalam membangun dan meningkatkan kualitas guru Indonesia.

Ref.: Dewi Lusiarini, S.P.
Foto: Abdul Karim

Comments

comments