“RIAK” LITERASI DI ACEH TIMUR

0
1204

Pagi ini saya mendampingi siswa saya untuk menghadiri undangan dari Kantor Perpustakaan dan Arsip daerah Aceh Timur yang bertempat di Kota Peureulak. Acara ini bertajuk “Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca”.

Prosesi dimulai dengan pendaftaran ulang tamu, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Perpustakaan, lantunan ayat suci Al-Quran, sampai pada sesi laporan panitia dan kata sambutan-kata sambutan dari kepala Perpustakaan Nasional, kepala Perpustakaan Daerah, Bapak Muslem Anggota DPR RI komisi X, dan Bapak Asisten III Bupati Aceh Timur yang sekaligus membuka dengan resmi kegiatan ini.Sekitar kurang lebih 200 orang peserta yang memadati tenda di halaman kantor Perpustakaan Daerah Aceh Timur. Pada sesi tanya jawab hanya 4 orang audiens yang sempat bertanya atau memberi saran/pendapat.Saat itu saya terkesima dengan permintaan/saran dari Bapak Marzuki seorang penjaga Sekolah Dasar. Menurut saya ide itu luar biasa.Apa sih idenya?

“Perpustakaan Warung Kupi”.
Aceh adalah daerah yang paling banyak warung kupi, bahkan ada istilah Aceh kota Sejuta warung kopi, tidak terkecuali Aceh Timur. Jadi tidak berlebihan jika pak Marzuki menyarankan agar pemerintah daerah mewajibkan warkop/cafe yang ada di Aceh Timur menyediakan perpustakaan kecil atau menyediakan sudut baca bagi pengunjung sehingga dengan demikian akan mengikis anggapan sebagian orang bahwa di warung kopi hanya kumpulan orang orang malas, namun jika perpustakaan warkop ini jadi direalisasikan maka warkop di Aceh Timur akan menjelma menjadi tempat berkumpulnya orang orang cerdas.Kapasitas saya dalam acara ini adalah sebagai Guru pendamping, namun karena saya dipercayakan oleh teman teman IGI Aceh Timur sebagai Kabid Literasi yang sangat konsen terhadap gerakan membaca dan menulis, yang dari dulu kami IGI Aceh Timur mencari kawan, mencari mitra dengan berbagai pihak terlebih pemerintah daerah. Kesempatan ini,saya manfaatkan untuk mendokumentasi seruan Bapak Asisten III yang mengatakan siap “menggerakkan” gerakan membaca di Aceh Timur, dengan menyatakan kepada beliau, KAMI IGI ACEH TIMUR ingin berdiskusi dengan pemerintah tentang ini, dan kami IGI Aceh Timur sangat mendukung gerakan ini.

Berhubung waktu tidak memungkinkan untuk berdialog lebih lama maka saya bertukar nomor kontak dengan pak Asisten dan beliau meminta IGI Aceh Timur untuk melanjutkan diskusi di ruangan Kantor Bupati Aceh Timur(akan dijadwalkan selanjutnya). Karena apresiasinya sangat luarbiasa terhadap IGI maka dengan senang hati dan ikhlas saya berbagi dengan memberikan buku “Misteri dibalik Perintah Membaca14 Abad yang lalu” karya Pak Satria Dharma untuk beliau

Poetra Joeang
Kabid LITERASI Aceh Timur.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here