Pemerataan Pendidikan di Bumi Cendrawasih bersama Ikatan Guru Indonesia

0
302

Sebanyak 142 orang praktisi pendidikan berkumpul di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori, Papua pada hari Jumat, tanggal 24 Agustus 2018. Para guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK ini hadir untuk mengikuti Sosialisasi Pendidikan Inklusif yang digagas Ikatan Guru Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Supiori, Provinsi Papua.

Kegiatan sosialisi ini dihadiri oleh wakil Bupati Supiori Onesimus Rumere, S.SoS serta Kadisdik Supiori Rafles Ngilamele, S.STP, M,Si. Dalam sambutannya, Rafles sangat mengapresiasi kehadiran IGI dalam membantu pemerintah meningkatkan kompetensi guru di Supiori.

“Sebagai Kabupaten pemekaran dari Biak Numfor sejak tahun 2004, Supiori belum memiliki SLB (Sekolah Luar Biasa). Sehingga sosialisasi pendidikan inklusif sangat penting untuk mengubah mindset guru-guru agar tidak menolak keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah reguler”, lanjut Rafles.

Selain itu, Kadisdik Supiori ini juga menghimbau agar guru-guru memiliki kesadaran dan upaya sendiri dalam meningkatkan kompetensinya. Upaya tersebut bisa dilakukan melalui berbagai wadah, termasuk melalui organisasi profesi guru seperti IGI. Mengikuti kegiatan-kegiatan IGI akan memudahkan guru untuk endapatkan informasi dan berbagai pelatihan, bahkan bisa menjadi pelatih.

Wakil Bupati Supiori, Onesimus Rumere, S.Sos, juga memberikan sambutan hangat atas terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran IGI menurutnya sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi misi Supiori “Sehat, Kenyang dan Pintar”. “Sosialisasi yang dilakukan hari ini adalah wujud “Pintar” dan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan” paparnya. Ia juga berharap agar IGI bisa menjadi media atas keberadaan Kab. Supiori di dunia luar dengan komitmen kedepan lebih pintar.

Selanjutnya pemaparan materi sosialisasi pendidikan inklusi disampaikan oleh Nursyamsih, S.Pd, M.Pd. selaku founder kanal Sagupasi yang juga menjadi salah seorang pengurus pusat IGI ini. Kanal Sagupasi (semua guru paham pendidikan inklusif) adalah salah satu kanal pelatihan IGI yang mengenalkan dan mengembangkan pendidikan inklusif di Indonesia. Dalam pemaparan materi, tampak antusias peserta dalam menikuti, bertanya dan mendiskusikan materi yang disampaikan oleh narasumber yang biasa disapa dengan bu Anchi ini.

Pembentukan Pengurus IGI

Sesuai harapan Kadisdik dan pesan Ketum IGI, Muhammad Ramli Rahim, usai penutupan sosialisasi dilanjutkan dengan pembentukan pengurus IGI kabupaten Supiori. Dari hasil musyawarah, forum akhirnya memberikan amanah dan tanggung jawab kepada bapak Rikson Kayai, S.Pd.,  Kepala SMPN 2 Amenweri distrik Supiori Timur Kab. Supiori sebagai ketua IGI Kabupaten Supiori.

Mewakili PP IGI, bu Anchi juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah setempat, khususnya bapak Rafles Ngilamele atas kerjasama dan sambutan yang luar biasa terhadap kehadiran IGI di Supiori.

 

 

“Sebelum saya kesini, saya tak mengenal siapapun di Supiori, Saya hanya punya kontak salah satu Guru Garis Depan (GGD) Mutmainnah S.Pd. Dia yang menghubungkan kami dengan WhatsApp pak Kadisdik.” ungkap Anchi.

“Tidak ada kata tidak mungkin. Jika kita mau berusaha pasti kita akan mendapatkan hasilnya, Semua ini kita lakukan didorong oleh motto IGI ” Sharing and Growing Together” selalu berbagi dan tumbuh bersama guru-guru di pelosok Indonesia.” tambahnya.

Ref/Sumber: Nursyamsih (PP IGI).

Comments

comments